
Loli merasa risih ketika memasuki gedung tempat di mana pesta diadakan semua mata seakan menatap ke arahnya dan Marcell.
Loli mendongakkan kepalanya menatap pada Marcell.
"Kenapa?" Marcell mampu menangkap keresahan hati istrinya.
"Kakak nggak ngerasain gimana tatapan teman-teman aku ke kita? terutama pada kakak?" Yah Loli gusar melihat tatapan terpana teman-teman perempuan nya pada Marcell bahkan ada yang terang-terangan menyapa. Keduanya terus berjalan menuju meja yang masih kosong. Marcell menuntun Loli untuk duduk setelah mereka menemukan tempat yang pas.
"Ngapain peduli? adek malu karena datang sama suami?" Tanya Marcell yang langsung mendapat tatapan kaget dari Loli.
"Bukan! kakak tau apa yang aku maksud!" Sungut Loli. Pria itu tertawa melihat wajah Loli yang begitu lucu di matanya. Marcell tau Loli sedang merasa cemburu.
"Cuekin aja sayang, harusnya bangga dong punya suami ganteng dan disukai banyak cewek" Marcell tersenyum jahil.
"Kalo gitu kakak juga bangga kalo istrinya cantik dan disukai terus dilihatin sama banyak cowok?" Marcell kelabakan atas serangan Loli yang tak ia duga.
"Enggak lah, enggak boleh enak aja" Marcell merangkul tubuh Loli dengan posesif. Ia menatap ke sekeliling dan memasang wajah dingin seolah ingin menunjukkan kepemilikan nya terhadap Loli pada semua laki-laki yang berani menatap istrinya.
"Lilo uda lama datang nya?" Sania yang baru tiba menghampiri Loli dan duduk di kursi yang berhadapan dengan sahabatnya tersebut. Wajah Sania berubah kecut saat menyadari keberadaan Marcell, sebelumnya matanya hanya fokus melihat pada Loli tak tau jika Marcell ikut menemani. Mereka memang belum bertemu lagi setelah pertemuan terakhir bersama Zayn.
"Hai kak Marcell" Sania memberanikan diri untuk menyapa Marcell. Pria itu hanya tersenyum tipis dan mengangguk tanpa suara.
"Lilo kamu masih marah sama aku? maafin aku Lilo" Tanya Sania. Matanya bergantian menatap ke arah Loli dan Marcell.
"Nggak, aku uda maafin kamu asal jangan diulangi lagi" Loli tersenyum hangat yang membuat Sania begitu lega.
"Iya aku janji nggak akan mengulanginya lagi. Makasih Lilo uda maafin aku" Sania merasa sangat bersyukur Loli sudah memaafkan nya. Karena semenjak kejadian itu ia merasa tidak tenang, ia takut Loli tidak mau memaafkan nya.
"Iya San aku percaya"
Keduanya kemudian fokus memperhatikan MC ketika acara sudah dimulai. Mereka menikmati serangkaian acara yang diawali dengan sambutan ketua panitia acara, kepala sekolah lalu perwakilan dari siswa yang baru saja tamat. Tadinya Loli yang diminta untuk mewakili teman-teman nya namun gadis itu menolak karena sebelumnya ia mengira tidak akan hadir pada acara ini. Acara dilanjutkan dengan pelepasan atribut sekolah yang diwakili dua siswa.
"Selamat ya, uda bukan anak SMA lagi" Bisik Marcell.
__ADS_1
"Makasih kak" Balas Loli sambil tersenyum lebar. Gadis itu tersentak panik saat Marcell mencium sekilas bibir istrinya.
"Kak di sini rame" Loli menatap ke arah Sania yang tampak merona menyaksikan adegan dewasa yang Marcell lakukan.
"Kan uda dewasa dek bukan siswa SMA lagi" ucap Marcell sambil terkekeh.
"Kan kasihan Sania jadi pengen" hasrat Loli untuk menggoda Sania tiba-tiba muncul melihat ekspresi Sahabat nya itu.
"Sialan Lilo!" Sungut Sania yang memancing tawa sepasang suami istri tersebut.
Fokus mereka kembali pada MC saat ia memberitahukan perihal acara selanjutnya yaitu pemilihan King dan Queen seperti acara serupa pada umumnya.
"Jadi masing-masing dari kalian akan diberikan selembar kertas dan pena, tugas kalian menuliskan nama siapa yang menurut kalian pantas untuk dijadikan King dan Queen. Yang laki-laki silahkan pilih Queen nya dan sebaliknya yang perempuan silahkan pilih King nya ya" beberapa panitia mulai membagikan kertas pada siswa-siswi yang hadir, mereka nampak antusias menuliskan pilihan mereka.
"Kak, bosan ya?" Tanya Loli pada Marcell. Ia mengerti bagi suaminya acara ini begitu kekanakan.
"Enggak sayang. Kakak menikmatinya, kakak malah merasa kembali muda" Jawab pria itu sambil terkekeh. Tentu saja ia bosan karena ini bukan usianya lagi, tapi ia tak bisa menutup mata bahwa istrinya harus merasakan euphoria kelulusan nya. Karena bagaimana pun Loli pasti sangat menikmati acara ini.
"Lilo, kamu pilih siapa?" Tanya Sania yang sudah selesai menuliskan nama yang menjadi pilihan nya. Gadis itu melipat empat kertas merah jambu tersebut
"Aku boleh pilih teman cowok aku buat jadi King nggak kak?" tanya Loli pada Marcell.
"Tapi King buat acara ini doang kan sayang?" Loli melihat ekspresi Marcell berubah masam.
"Maksud kakak?"
"Maksudnya bukan milih raja di hati adek kan?" ucap Marcell tak menutupi kegusaran nya.
"Kakak ada-ada aja deh." ucap Loli sambil menuliskan nama di kertas miliknya.
"Loh kok nulis nama kakak?" Marcell heran namun tak bisa menahan senyuman. Hatinya jadi berbunga-bunga.
"Iya, aku kan uda punya suami. Jadi king pilihan aku yah harus suami aku" Jawab Loli sambil tersenyum. Marcell sudah akan memeluk dan menciumi Loli namun suara Sania menghentikan niat pria itu.
__ADS_1
"Tapi kan kak Marcell bukan siswa di sini Lilo" Protes Sania.
"Biarin aja San. Nitip ya tolong kumpulin ke depan" Jawab Loli cuek. Ia memberikan kertas milik nya pada Sania.
Setelah semua siswa mengumpulkan kertas yang diberikan sebelumnya, panitia mulai menghitung suara. Loli dibuat terkejut ketika namanya berulang kali disebut.
"Wah istri nya Marcell benar-benar idola ya, jelas-jelas uda punya suami masih aja mereka pada milih" Sindir Marcell yang menambah rasa tidak nyaman pada diri Loli.
"Ini lucu-lucuan aja kak"
"Tapi mereka kayaknya serius sayang, bukan cuma lucu-lucuan doang, kamu benar-benar Queen di hati mereka" Loli tak menjawab lagi. Ia juga merasa tak enak hati pada kondisi ini.
"Ah uda aku duga pasti dia, Julian emang paling cocok. Uda tampan pintar lagi" Ucap Sania heboh saat MC menyebutkan nama Julian sebagai King yang terpilih. Sementara Loli benar-benar yang terpilih sebagai Queen.
"Jadi kita sudah mendapatkan King dan Queen untuk angkatan tahun ini. Kepada King Julian Andriano dan Queen Kairolie Oxidhita kami persilahkan maju ke depan"
Loli menatap pada Marcell yang terlihat menahan gusar. Untuk saat ini Loli merasa menyesal datang pada acara ini. Loli yakin pujian yang Sania layangkan terhadap Julian semakin menyulut rasa cemburu suaminya.
"Maju sayang, uda dipanggil tuh" ucap Marcell saat Loli tak kunjung maju padahal teman-teman nya sudah bersorak memintanya maju.
"Ayo dek maju aja nggak apa-apa. Ini kan lucu-lucuan doang" Marcell memaksakan senyumnya. Ia tak boleh egois, ia tak mau karena kecemburuan nya membuat acara malam ini menjadi rusak.
Setelah berulang kali Marcell meyakinkan bahwa ia tidak apa-apa Loli akhirnya berdiri dan menuju ke atas panggung.
"Hati-hati sayang" Bisik Marcell. Loli mengangguk lalu mulai berjalan menuju panggung di mana Julian sudah menunggu untuk pemasangan mahkota. Jika dulu menjadi ratu dalam acara seperti ini adalah hal yang sangat menyenangkan bagi Loli seperti saat ia SMP dulu, namun tidak untuk kali ini.
"Selamat untuk raja dan ratu kita malam ini, wow cantik dan ganteng, sangat serasi ya! Jadi seperti yang udah-udah acara nggak akan lengkap kalau kita belum menyaksikan King dan Queen kita berdansa jadi mari kita saksikan bersama-sama" ucap MC setelah prosesi pemasangan mahkota telah selesai. Loli menatap panik ke arah Marcell yang juga tampak terkejut.
🍁🍁🍁
Sorry nggak tau kenapa mood benar-benar lagi amburadul 😀😀
Harusnya nggak up, tapi nggak mau ngecewain yang uda nunggu. Maaf kalo part ini rada nggak jelas, alur nya ngalur ngidul 😎😎
__ADS_1
btw...
Marcell Loli atau Zayn Nala ada part-nya masing-masing ya. Mereka satu kesatuan, aku harap sih kalian suka part keduanya. 🥰