Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Delapan Puluh Dua


__ADS_3

"Aku mau menagih apa yang aku minta tadi malam sayang" Bisik Marcell dengan senyum dan tatapan menggoda pada Loli yang baru membuka matanya. Semalam Marcell tak tega untuk meminta jatahnya karena melihat Loli tampak lelah dan mengantuk ketika mereka tiba di rumah sehabis melewatkan makan malam romantis sebagai perayaan atas pergantian usia istrinya.


Wajah Loli langsung merona mendapati wajah suaminya begitu dekat dengan wajahnya, bahkan hembusan nafas pria itu dapat Loli rasakan menyapa wajahnya. Melihat rambut basah Marcell, Loli yakin suaminya sudah membersihkan diri apa lagi ia sempat mencium aroma mint yang begitu segar dari nafas pria yang terlihat selalu tampan itu.


Loli mendorong tubuh suaminya membuat tubuh Marcell terguling ke samping, ia tak mengira Loli akan melakukan itu karena nya ia tak bisa menahan tubuhnya agar tetap pada posisi semula.


"Aku harus mandi dulu sayang" cicit Loli sambil berjalan tergesa ke kamar mandi. Ia takut Marcell mengejar dan menangkapnya. Loli tidak percaya diri melakukan sesi percintaan mereka dalam kondisi yang baru bangun tidur, sementara suaminya sudah segar dan wangi. Ia juga ingin memberikan yang terbaik untuk pria yang ia cintai itu.


"Tunggu aku di sana, jangan ke mana-mana" Ucap Loli sambil mengulum senyum sebelum ia menutup pintu kamar mandi. Marcell yang sempat terperangah akan sikap Loli langsung terkekeh akan tingkah istrinya yang semakin menggemaskan.


Sambil menunggu Loli, Marcell meraih ponsel dan memainkan game dengan posisinya yang duduk bersandar di kepala ranjang. Pria itu mulai terhanyut dalam permainan di dalam ponselnya setelah cukup lama hingga tak menyadari pintu kamar mandi yang terbuka.


"Sayang, yang tadi mau dilanjut atau batalin aja?" ucap Loli karena suaminya terlalu fokus pada ponsel hingga tak peduli akan keberadaan nya yang sudah berada di dekat ranjang.


"Jadi dong, masa batal" ucap Marcell panik. Ia segera meletakkan ponselnya di nakas. Tatapan nya beralih pada Loli yang sedikit cemberut dengan tangan yang terlipat di dada.


Mata Marcell terpana melihat Loli yang hanya dililit handuk, rambutnya yang masih sedikit basah, serta perut istrinya yang membuncit terlihat amat seksi dan semakin menambah gelegak gairah di dalam diri Marcell.


Padahal ia sudah sering sekali menyaksikan Loli seperti ini namun ia selalu saja dibuat terpana pada pesona nya yang semakin hari semakin terpancar seiring bertambah usia kandungannya.


"Aku kira game di ponsel kamu lebih menarik" Sindir Loli.

__ADS_1


"Istriku jauh lebih menarik, maaf sayang. Jangan marah" Marcell berdiri dan berjalan hingga ke belakang Loli, ia memeluk istrinya


"Kita mulai ya nyonya" Bisik Marcell begitu dekat di telinga istrinya. Loli memejamkan matanya saat merasakan gigitan lembut di lehernya bersamaan dengan tangan Marcell yang menarik handuk yang melilit di tubuh Loli hingga terlepas.


Nafas Loli tercekat saat tangan suaminya mulai bermain di dadanya sementara bibir pria itu terus mengeksplore leher nya dengan kecupan dan sesapan. Seluruh tubuhnya bergetar merasakan desiran hasrat yang perlahan bangkit.


Marcell membalik tubuh Loli agar menghadap padanya. Ia meraih dagu sang istri agar sedikit terangkat, dengan rakus pria itu mulai menautkan bibir mereka lalu melu mat nya dengan penuh gairah.


Tangan Marcell tak tinggal diam, ia mengusap dan meremas bagian-bagian sensitif tubuh Loli hingga terdengar era ngan dan rintihan dari bibir Loli yang sedikit tertahan oleh sesapan bibir pria itu.


Pertahanan Loli mulai goyah, kakinya terasa rapuh dan bergetar akibat amukan gelombang gairah yang mulai menghempas tubuhnya.


"Sa_yang.." Rintih Loli saat Marcell mulai menyesap puncak dada Loli yang berwarna kecoklatan. Ia sedikit tidak nyaman bagian itu disentuh semenjak bertambah usia kehamilannya, namun ia tak sampai hati menghentikan Marcell bermain-main di salah satu area yang sangat disukai pria itu.


Loli meraih wajah suaminya, memaksa agar Marcell menatap padanya. Ia sudah tak sanggup menahan rasa yang mengehentak.


"La_kukan sekarang" ucap Loli penuh permohonan. Marcell tersenyum dengan tatapan matanya yang berkabut, mendengar suara penuh gairah Loli membuatnya semakin bersemangat. Ia segera menyesap bibir sensual istrinya yang tampak merah dan basah. Sementara tangannya memegang senjata miliknya yang sudah berdiri pongah menandakan ia sudah sangat siap untuk melaksanakan misinya.


Marcell menuntun benda itu menuju milik Loli yang sudah menunggu dengan tidak sabar.


"Aghhh..." Keduanya meng erang dengan nafas tertahan kala penyatuan mereka berjalan dengan mulus. Marcell semakin piawai mengarahkan miliknya agar memasuki tempat yang tepat.

__ADS_1


Marcell mulai menggerakkan tubuhnya saat istrinya terlihat nyaman dan mulai terbiasa dengan keberadaan benda asing yang bertandang pada bagian dari nya. Ia membuat pergerakan yang lembut namun menghujam titik-titik sensitif istrinya dengan begitu tepat hingga berhasil menciptakan gelenyar-gelenyar yang membuat tubuh mereka menggila. Lengu han dan era ngan keduanya saling bersahutan mewarnai pagi yang indah.


"Sayang aku mencintaimu" Ceracau Marcell tiap kali ia menghentakkan tubuhnya, merasakan remasan milik Loli yang semakin menambah dosis kenikmatan pada dirinya.


Madu tubuh Loli begitu nikmat dan nyaris melumpuhkan akal sehatnya. Kalau saja tak mengingat makhluk mungil yang tengah mendiami rahim istrinya, Marcell ingin bergerak dan menghentak lebih cepat. Mengejar dengan gagah titik tertinggi kenikmatan yang sebentar lagi akan ia capai.


"Sa_yang akhu hampir sampai..." Erang Loli saat merasakan dirinya hampir mencapai puncak dari percintaan mereka. Tubuhnya bergetar dengan hebat, hujaman Marcell berhasil menghunus titik-titik yang menebarkan rasa panas di sekujur tubuhnya.


Tubuh Loli bergetar dengan hebat, tangannya memeluk suaminya dengan erat. Gelombang kenikmatan menghempas dirinya bersamaan dengan Marcell menghujamkan dirinya dengan lebih dalam diiringi erangan panjang dan bisikan cinta yang berloncatan dari bibir pria itu.


Tubuh Marcell dan Loli terus bertaut, saling berpelukan dengan erat. Mata keduanya tertutup rapat dengan nafas tersengal. Mereka merasa seakan melayang saat menikmati sisah-sisah pelepasan yang luar biasa memanjakan tubuh dan jiwa mereka.


Marcell menggulir tubuhnya ke sisi Loli, ia merasa kasihan pada istrinya nya jika harus lebih lama lagi menahan bobot tubuhnya. Ia menatap wajah kemerahan Loli yang semakin terlihat seksi dengan bulir-bulir keringat yang memercik di wajah nya.


"Terimakasih atas suguhan yang selalu nikmat nyonya. Kadang kala membuat aku lupa diri dan tak tau cara menghentikan nya" rayu Marcell pada Loli yang tak pernah gagal merajut senyuman cantik di bibir istrinya.


"Jangan lupa sayang, jatahku masih tersisah satu ronde lagi" Lanjut Marcell dengan seringai jahilnya.


🍁🍁🍁


🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2