Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Empat Puluh Lima


__ADS_3

Loli terpana melihat kamar mereka sudah didekorasi khas kamar pengantin. Mereka sempat keluar sebentar karena Marcell mengajaknya makan malam di restoran hotel, pantas saja Marcell terkesan mengulur waktu dan beberapa kali fokus pada ponselnya.


"Kakak nyiapin ini?" Loli terlalu kaget hingga tak bisa berkata banyak.


"Iya, ini malam pengantin kita kan?" ucap Marcell lembut dengan senyum di bibirnya. Ia menuntun Loli menuju ranjang mereka.


Untuk menghilangkan trauma istrinya Marcell harus menciptakan suasana senyaman mungkin terlebih dahulu. Ia sengaja meminta pihak hotel mendekorasi kamar mereka layaknya kamar pengantin untuk meyakinkan diri Loli bahwa mereka kini telah berada dalam ikatan yang sah dan suasana percintaan mereka tak akan sama seperti malam di mana ia harus kehilangan harta berharganya.


Marcell meraih tangan Loli dan meletakkan pada kedua pipi pria itu. Mata keduanya saling bertatapan.


"Kakak sekarang dalam keadaan sadar, nggak dalam pengaruh obat. Kakak nggak akan berlaku kasar seperti malam itu, adek percaya?"


"I-iya aku percaya"


"Kita akan melewati malam yang indah sayang" Marcell mendaratkan bibirnya di kening Loli dan mendiamkan nya cukup lama, gadis itu memejamkan matanya berusaha meresapi sentuhan tulus suaminya. Marcell melepaskan kecupan nya dan kembali menatap wajah istrinya.


"Kakak nggak akan pernah nyakitin adek lagi" Bisik nya lalu mencium singkat bibir istrinya.


Marcell lalu berjalan ke arah sakelar dan mematikan lampu kamar mereka, menyisah kan cahaya temaram yang membuat suasana terasa romantis.


Marcell juga memutar musik yang mengalun lembut yang menambah keromantisan. Pria itu kembali mendekat pada Loli, meraih tubuh itu dan memeluknya erat.


"Kakak menyayangimu, maafkan untuk segala penderitaan yang udah kakak berikan. Beri kakak kesempatan untuk membayar semuanya, kakak berjanji akan mengganti semua air mata kesedihan menjadi tangis haru yang membahagiakan. Kakak akan selalu berusaha untuk memberikan kebahagiaan buat adek dan anak-anak kita. Kita akan menjadi keluarga yang paling bahagia sayang. Beri kakak kepercayaan untuk menjadi suami dan ayah yang baik" Bisik pria itu. Ia berharap malam ini akan menjadi awal perjalanan indah rumah tangga mereka dan akan menghapus semua luka yang tertoreh akibat tragedi malam itu.


Marcell melepaskan pelukan nya dan menatap mata Loli yang tampak berkaca-kaca.


"Jadilah istri kakak untuk selamanya sayang" Ucap pria itu penuh harap. Loli tak kuasa menjawab, perasaan nya begitu tak menentu hingga ia tak mampu berucap sepatah kata pun. Ia hanya bisa mengangguk. Gadis itu tampak susah payah menahan air matanya agar tak tumpah.


Marcell mencium kening Loli cukup lama, air mata Loli tak tertahankan lagi. Bulir bening itu luruh menyusuri pipi mulus gadis itu.

__ADS_1


"Jangan menangis" Bisik Marcell, ia menghapus air mata dengan jarinya lalu mencium kedua mata Loli secara bergantian. Ciuman nya turun ke pipi dan menyasar bibir sebagai pelabuhan terakhirnya.


Marcell mel *umat perlahan bibir merah Loli lidahnya menggelitik memancing bibir itu terbuka agar ia bisa menyapa setiap bagian dari bibir istrinya.


Marcell melepaskan bibirnya saat merasakan tubuh Loli mulai menegang, ia mengusap lembut rambut dan pipi Loli.


"Jangan tutup mata kamu sayang, lihat kakak. Kakak nggak akan nyakitin adek lagi" Bisik pria itu. Loli membuka matanya dan menatap pancaran ketulusan dari suaminya. Perlahan Loli tersenyum dan mengangguk.


"Jangan takut, ini malam pengantin kita sayang. Kita akan melewatinya dengan indah" Marcell tak henti mengusap pipi istrinya dengan begitu lembut.


Marcell mengubah posisinya, ia membawa Loli duduk di pangkuan nya. Pria itu mengusap punggung istrinya untuk memberikannya rasa nyaman sebelum ia melanjutkan aksinya.


Tatapan mata keduanya saling mengunci, Marcell semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Loli dengan tangan yang merangkul erat pinggang istrinya.


"Jangan tutup mata kamu sayang, supaya bayangan itu nggak menghantui kamu lagi" Bisik Marcell saat melihat istrinya memejamkan mata.


Marcell mulai memberanikan diri menurunkan sesapan nya, kini bibir pria itu mendarat di leher jenjang istrinya. Marcell menyesap kuat dan meninggalkan jejaknya. Desiran yang terasa membakar tubuh akibat sentuhan suaminya membuat Loli memeluk kepala Marcell yang masih terus bermain di leher Loli dengan penuh pemujaan.


Lenguhan dan *rangan keluar dari bibir Loli, sentuhan Marcell berhasil membuatnya terhanyut pada rasa nikmat yang menjalar. Matanya terpejam tak kuasa menahan gejolak hasrat yang mulai merebut kesadaran nya.


Loli membuka matanya dengan cepat saat merasakan bibir Marcell mulai turun ke arah dadanya.


"K-kak" Suara Loli bergetar akibat rasa takut yang beradu dengan gairah. Marcell mengangkat kepalanya dan kembali menatap Loli.


"Nggak boleh?" Marcell berusaha menekan gairahnya yang sudah memuncak. Ia merasa terenyuh melihat tatapan sendu Loli disela helaan nafas beratnya.


"Nggak apa-apa kalo emang belum bisa sayang" Marcell kembali mengusap rambut Loli yang mulai berkeringat.


Loli menenangkan gemuruh di dadanya, ia berusaha membunuh ketakutan yang berusaha menggagalkan malam indah mereka.

__ADS_1


"Lakukan kak" Loli nekat melawan rasa takut yang masih tersisah. Ia tak mau malam ini gagal lagi.


"Tapi sayang..."


"Lakukan sekarang kak" Mohon Loli


"Baiklah sayang" Melihat raut memohon istrinya membuat Marcell tak tega. Pria itu melanjutkan aksinya, membenamkan kepala di dada Loli yang masih terhalang pakaian gadis itu.


Loli meremas rambut Marcell saat merasakan bibir suaminya mulai bermain di dadanya. Kedua tangan Marcell yang sebelumnya melingkari pinggang Loli kini bergerak gelisah menyusuri punggung istrinya. Ia berusaha mencari resleting untuk melepaskan dress yang membalut tubuh


Loli. Setelah menemukan nya Marcell tak membuang waktu lebih lama, dengan cepat ia menurunkan resleting lalu meluruhkan pakaian gadis itu hingga dada mulus Loli terbuka sempurna. Pria itu dapat melihat bulatan indah Loli meski masih tertutupi bra hitam berenda.


Marcell kembali membenamkan wajahnya di dada Loli, memberikan gigitan-gigitan kecil yang berhasil membuat Loli meng *erang dan meremas kuat rambut pria itu.


Pria itu diam-diam melepaskan kaitan bra istrinya hingga bulatan indah itu kini benar-benar terpampang di depan wajah nya.


"Kak, aghh..." Loli mend *esah saat Marcell melanjutkan aksinya sebelum Loli sempat melayangkan protes atas tindakan nya. Marcell begitu bersemangat menyesap bagian puncak Loli yang mulai berubah pink kecoklatan efek kehamilan nya.


Sentuhan-sentuhan yang Marcell berikan berhasil membuat Loli menggila. Bayangan buruk itu tak sempat menguasai nya karena teralihkan oleh rasa luar biasa yang Marcell suguhkan.


🍁🍁🍁


Otak aku capek banget nulis adegan yang macam begini, maaf kalo banyak kurang nya.


Lanjut besok ya,


Kasihanilah dirikuuu 😴😴😴.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️ banget sama kalian semua 😘😘😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2