
"Gila ya uda hampir satu minggu aku di sini tapi sampai sekarang aku nggak tau harus ngapain" Nala mendekati Zayn yang sedang menonton televisi.
"Emang kamu mau ngapain?" Tanya Zayn dengan ekspresi menyebalkan.
"Tugas kamu yang mesti aku bantuin kapan dikerjain? aku mau cepat pulang kalau uda selesai" Nala terperangah kala mendengar Zayn tertawa keras.
"Jadi itu alasan papa aku nyuruh kamu datang ke sini ya? papa konyol banget kayak nggak ada alasan lain aja" Zayn masih terus tertawa yang semakin membuat Nala kebingungan.
"Maksud kamu?"
"Ya itu cuma alasan papa aja, aku nggak mungkin lah minta bantuan kalo urusan kuliah aku. Aku lebih dari mampu untuk menyelesaikan tugas kuliah aku sendiri" Zayn menatap pada Nala yang semakin terlihat bingung.
"Papa tau apa yang uda terjadi sama kita, aku uda ceritain. Aku sengaja minta papa suruh kamu datang kemari, aku takut kamu melakukan sesuatu pada bayi kita" Ucap Zayn santai sementara Nala terbelalak shock mengetahui alasan sebenar nya.
"Apa?!! Brengsek kamu bocah!!!" Pekik Nala sambil memukuli pria itu. Ia tak menyangka Zayn pria mengerikan yang bisa melakukan apa saja untuk memenuhi kemauan nya. Posisi Nala terdesak kala Zayn berhasil meraih tangan Nala dan menggenggam nya. Rontaan Nala yang berusaha melepaskan diri tak membuahkan hasil, ia malah berhasil dikendalikan oleh pria itu.
"Aku mau pulang, aku nggak kuat sama kamu bocah gila yang terus saja berhalusinasi" Ucap Nala penuh kebencian. Selama satu minggu di sini Zayn memang bersikap manis dan selalu mengajaknya keluar jalan-jalan agar tidak bosan. Namun ia tidak bisa menerima lantaran Zayn dan orang tua pria itu menjebaknya di sini.
"Nggak boleh, kalau uda tau kamu hamil atau enggak baru aku kasih keputusan. Kalo sekarang kamu tetap harus ada di sini" ucap Zayn.
__ADS_1
"Aku nggak hamil bodoh! aku bisa ngerasain tubuh aku baik-baik aja. Lagian satu kali berhubungan nggak mungkin langsung jadi bayi" protes Nala. Ia masih terus berusaha melepaskan diri dari rengkuhan Zayn. Ia merasa tidak nyaman karena ada desiran laknat yang merasukinya saat menyadari posisinya yang begitu dekat dengan bocah tengik itu.
"Kamu yakin cuma sekali? rasanya kita melakukan nya berkali-kali" Bisik Zayn begitu dekat di telinga Nala sehingga desiran di tubuh Nala semakin hebat. Nala tercekat setelah berhasil mencerna ucapan Zayn, pria itu benar entah berapa kali Zayn menggagahinya malam itu. Nala ingat ia begitu kesulitan berjalan di pagi harinya menandakan Zayn menyetubuhinya secara berulang malam itu.
Nala mgumpati dirinya saat ia merasakan tubuhnya memanas mengingat kejadian malam itu.
"Kamu menginginkan nya lagi?" Bisik Zayn yang seolah mengerti akan respon tubuh Nala.
"Brengsek!! lepasin aku" Nala kembali meronta namun tubuhnya membeku seketika kala Zayn merenggut bibirnya dan menyesapnya dengan sedikit kasar dan bergairah. Lidah pria itu bahkan memaksa masuk ke dalam bibir Nala yang tertutup rapat.
Setelah berhasil menerobos bibir Nala Zayn langsung mencari lidah gadis itu dan membelitnya, tubuh Nala terasa kaku dan melemah atas perlakuan tersebut. Ia tak lagi meronta membiarkan tubuhnya melayang dan pasrah ke mana pun Zayn akan membawanya.
Kepiawaian Zayn mengeksplore sesapan nya membuat Nala tak kuasa menahan erangan nya, lum atan pria itu begitu melenakan.
"Aku juga menginginkan mu, tapi aku ingin menyentuh mu seperti malam itu lagi di saat status kita sudah sah di mata hukum dan agama" Bisik Zayn lalu mendaratkan kecupan di kening Nala yang masih terpaku menatap tak percaya pada pria itu.
Zayn lalu melepaskan rengkuhan nya, pria itu beranjak menuju kamarnya meninggalkan Nala yang masih terpaku, ia berusaha memahami ucapan pria itu.
Wajah Nala memerah dengan darah yang terasa mendidih, ia merasa begitu terhina oleh sikap maupun ucapan Zayn. Namun ia juga merutuki dirinya yang terlena pada sentuhan bocah menyebalkan itu.
__ADS_1
"Arrggghhhh!!!" Nala memekik kesal, rasa di dadanya berkecamuk terasa bercampur aduk. Antara kecewa, marah, kesal dan juga malu.
Sementara Zayn tertawa mendengar teriakan Nala. Entahlah semenjak kehadiran Nala di penthousenya beberapa hari ini ada yang berbeda dengan hidupnya. Terasa lebih ramai dan berwarna.
Nala dengan segala sikap judes dan keras kepalanya perlahan menyusupi hatinya. Ia berusaha menerima kenyataan bahwa gadis itulah yang akan menjadi belahan jiwanya nanti.
Zayn sengaja meminta sang papa mengirim Nala karena ia ingin menaklukkan gadis itu lalu memupuk perasaan cinta diantara mereka berdua sembari terus menghapus bayangan Loli dengan segala sikap manis serta kesempurnaan yang melekat pada Loli hingga ia begitu menggilainya. Dan Zayn juga berharap perlahan menghilangkan jejak Marcell di hati Nala.
Ia sengaja menjadi dirinya sendiri, tak berusaha untuk bersikap lebih dewasa agar Nala bisa mencintai versi dirinya yang apa adanya tanpa melihat sosok Marcell di dalam dirinya. Ia juga ingin mencintai Nala dengan semua sikap nya yang berkebalikan dengan Loli agar ia benar-benar mencintai Nala secara utuh dan tak berusaha menemukan sosok Loli di dalam diri gadis itu meski keduanya tumbuh di rahim yang sama.
Zayn berharap saat hati nya dan juga hati Nala telah bertaut dan mereka memutuskan untuk menjalani hidup bersama tak ada lagi bayangan masa lalu yang menghantui mereka. Hanya ada Nala di hati Zayn begitu pun sebaliknya, hanya akan ada Zayn satu-satunya yang menjadi pengisi hati Nala.
Memang saat ini Loli masih ada di sebagian hatinya, namun Zayn yakin perlahan hatinya akan terisi utuh hanya oleh Nala karena ia terus berusaha untuk mewujudkannya. Ia menaruh harap Nala benar-benar hamil agar jalan mereka untuk bersama lebih mudah. Karena jika Nala tidak hamil ia yakin gadis keras kepala itu tak akan pernah mau bersamanya.
Tanpa sadar Zayn meraih pigura yang berisi foto Loli, selama ini ia begitu fokus mengejar cita-citanya agar bisa segera mempersunting gadis pujaan nya, dulu hanya dengan menatap foto itu semangat nya yang layu kembali berkobar. Namun sekarang ia harus berbelok arah, Loli tak boleh lagi ia jadikan tujuan karena gadis itu sudah terlarang untuk ia impikan.
"Aku akan ngelupain kamu Loli, aku akan berusaha mencintai dan membahagiakan kakak kamu. Kamu pasti menginginkan aku melakukan itu, kamu pasti nggak mau aku menjadi pecundang yang lari dari tanggung jawab kan? doain aku bisa ya dek" Zayn mengusap foto gadis itu sebelum akhirnya melemparkan nya ke kotak sampah.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Sorry baru sempat up setelah dua hari nggak terlalu sok sibuk 🥰😘
Masih setia nungguin?