
"Cantik banget" Bisik Marcell sambil memeluk istrinya yang tengah meneliti penampilannya di depan kaca.
"Beneran cantik?" Tanya Loli malu-malu.
"Yah istrinya Marcell selalu cantik" ucap Marcell, ia mencium pipi istrinya. Tampilan Loli cukup simple denga make up natural namun justru terlihat begitu menawan. Aura kecantikannya terpancar begitu kuat.
"Sayang, bayi kita uda mulai besar" Ucap Marcell mengusap perut istrinya dengan mata berbinar. Perut Loli memang sudah mulai membuncit sekarang meski belum terlalu kelihatan. Loli terlihat semakin mempesona dan juga menggemaskan karenanya.
"Iya om" Ucap Loli sambil menahan tawa, apalagi melihat raut masam suaminya.
"Serius mau manggil om?" Tanya nya.
"Nggak, aku cuma bercanda sa-sayang" Ucap Loli dengan wajah merona. Sementara Marcell tampak kaget dengan matanya yang berbinar. Ia mencium Loli dengan gemas mendengar istrinya memanggilnya sayang untuk pertama kali. Begitu merdu dan berhasil menciptakan letupan-letupan yang membuncah di dadanya.
"Aku suka panggilan itu" Bisik Marcell sambil mendaratkan satu kecupan lagi di pipi istrinya.
"Uda yuk berangkat"
"Panggil sayang lagi dong" ucap Marcell
"Berangkat sekarang ya sayang" ulang Loli, Marcell terkekeh melihat raut wajah istrinya yang masih tampak malu-malu.
Ia menautkan jari tangannya pada jemari Loli, keduanya berjalan keluar. Marcell begitu menjaga langkah istrinya.
30 menit berlalu mereka tiba di hotel berbintang tempat resepsi pernikahan Nala dan Zayn dilaksanakan. Dari pemilihan tempat serta dekorasi yang terlihat, jelas pesta pernikahan itu menelan biaya yang tidak sedikit. Wajar saja mengingat Zayn anak tunggal pengusaha ternama di kota ini.
__ADS_1
Ada ribuan undangan yang hadir, Marcell beberapa kali harus berhenti dan mengobrol sejenak kala bertemu rekan bisnis nya. Namun tangannya sama sekali tak melepaskan istrinya. Ia bahkan dengan begitu bangga mengenalkan Loli pada mereka. Tapi tentu saja Marcell tak membolehkan Loli untuk bersalaman dengan rekan bisnis laki-laki, ia sengaja tak melepaskan genggaman tangannya.
"Capek ya?" Tanya Marcell ketika melihat istrinya menghela nafas saat mereka akhirnya memutuskan untuk duduk di tempat yang disediakan untuk para undangan.
"Sedikit" Loli tersenyum agar suaminya tak khawatir. Ia tidak mau Marcell bertindak berlebihan jika melihat dirinya kelelahan.
"Lilo, aku gabung di sini ya" ucap Sania yang tiba-tiba muncul dan mengambil posisi di sebelah Loli.
"Kamu sendirian San?" Tanya Loli.
"Iya sendirian, namanya juga jomblo" Ucap Sania dengan wajah yang ia buat sedih.
"Kasihan" Loli terkekeh, Ia mendapat cebikan dari Sania.
"Lilo nggak nyangka ya kak Zayn malah berjodoh sama kak Nala, aku kira kak Zayn bakalan susah move on kalo ingat gimana tergila-gilanya dia sama kamu" Loli menundukkan wajahnya dengan meletakkan telapak tangan di keningnya. Sania menempatkannya pada posisi sulit di depan Marcell.
"Oh ya? ceritain dong gimana tergila-gilanya kakak ipar ke istriku dulu?" Tanya Marcell pada Sania namun wajahnya melirik pada Loli.
"Aku cuma becanda kak, aku emang gitu orangnya suka asal kalo bicara" Sania tersenyum salah tingkah. Ia menatap penuh rasa bersalah pada sahabatnya.
"Duh malah jadi makin penasaran" Loli mau tidak mau menatap pada suaminya yang kini tersenyum penuh arti dengan tatapan tajamnya.
"Ngapain bahas masa lalu sayang, kan kamu sendiri yang bilang kita mulai semuanya dari awal. Jadi keluarga yang kompak, tidak mengingat kisah masa lalu yang akan merusak hubungan kekeluargaan kita di masa sekarang. Om-om suka lupa sama omongan sendiri padahal baru tadi siang ngomongnya" Loli mengerucutkan bibirnya.
"Iya-iya sayang, bibirnya biasa aja dong. Nggak tahan pengen cium kalo liat bibirnya digituin" Bisik Marcell
__ADS_1
🍁🍁🍁
Nala hampir memejamkan mata saat merasakan kecupan-kecupan di seluruh wajahnya. Ia yang sudah sangat lelah dan mengantuk terpaksa sedikit membuka matanya.
"Kok malah tidur?" Tanya Zayn yang baru selesai mandi. Aroma segar tubuh pria itu menyapa indera penciuman Nala.
"Aku capek banget" Ucap Nala dengan suara lemahnya. Mereka baru memasuki kamar hotel hampir tengah malam karena banyak nya tamu dan rekan bisnis dari orang tua Zayn dan juga orang tuanya, belum lagi dari para sahabat mereka masing-masing.
Karena itu Nala langsung ingin mengistirahatkan diri selepas ia membersihkan tubuhnya. Rasa penat membuatnya melupakan bahwa malam ini adalah malam spesial bagi pasangan pengantin baru.
"Ini malam pengantin kita sayang, masa kamu tega ninggalin aku tidur" Ucap Zayn putus asa. Bagaimana tidak, ia sudah sangat menunggu momen ini tiba. Tak ia pungkiri kenikmatan malam itu ingin segera ia rasakan kembali. Meski ia dan Nala melakukan nya dalam kondisi mabuk namun Zayn dapat mengingat jelas setiap rasa nikmat yang menguasainya malam itu.
"Tapi aku capek banget" Keluh Nala, matanya begitu sulit untuk dibuka. Nala tau melayani Zayn adalah kewajibannya sekarang. Tak ada bantahan meskipun pernikahan mereka bukan berlandaskan cinta, Kewajiban tetap lah kewajiban dan ia harus melaksanakan nya. Namun untuk malam ini rasa lelah yang ia rasakan begitu sulit untuk ia taklukkan hingga mau tidak mau Nala mengesampingkan dulu hal itu.
"Ya udah tidur aja kalo gitu" ucap Zayn dengan menahan kekecewaannya. Ia berusaha mengerti kondisi Nala terlebih sang istri sedang mengandung. Ia benar-benar harus menekan egonya.
"Ma-af" Ucap Nala nyaris tak terdengar. Sepertinya mimpi sudah semakin menerbangkan kesadarannya. Ia merasa bersalah karena mengecewakan suaminya namun apa daya Nala harus dikalahkan oleh rasa kantuk yang menyerang.
"Dimaafkan" ucap Zayn lirih. Padahal tadi ketika sedang mandi Zayn begitu bersemangat, otak nya sudah dipenuhi oleh bayangan-bayangan tentang bagaimana ia dan Nala akan melewati indahnya malam ini dengan beberapa sesi percintaan hingga pagi menjelang.
Ia sudah berkhayal saat keluar dari kamar mandi Nala sudah menunggu dirinya dengan lingerie seksi dan menatapnya dengan tatapan menggoda. Namun sayang semua memang hanya sebatas angan. Pergumulan yang ia dambakan harus tertunda.
Zayn menghela nafas lalu membuangnya dengan kasar. Ia berharap kekecewaan yang ia rasakan sekarang terbang bersama hembusan nafasnya.
Zayn akhirnya merebahkan diri, ia menyelipkan tangan di sela tubuh Nala. Mungkin jatahnya malam ini memang hanya memeluk tubuh istrinya, dan ia terpaksa untuk berpuas diri sebatas ini. Namun sungguh aroma wangi tubuh Nala begitu menyiksa hasratnya yang terpaksa harus ia penjarakan malam ini. Ah Zayn merasa menjadi pengantin yang paling menyedihkan di dunia.
__ADS_1
"Jangan harap besok kamu bisa bebas dariku Nala"
🍁🍁🍁