Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Enam Puluh Delapan


__ADS_3

"Kamu bisa nggak sih nggak usah ngeliatin aku terus" Nala merasa risih dan bergidik melihat Zayn terus menatap lapar padanya. Pria itu seolah telah begitu siap menyantap dirinya.


"Kamu lebih menggiurkan dari makanan ini sayang" Bisik Zayn dengan tatapan liarnya.


"Kamu mengerikan" Cebik Nala. Ia sebenarnya sudah tidak berselera menyantap sarapannya akibat rasa gugup yang mendera. Namun Nala memaksakan diri, ia tak mau terjadi apa-apa pada bayinya jika ia melewatkan sarapannya.


"Bisa lebih cepat?" Tanya Zayn tak sabar, Nala terhenyak saat melihat makanan di piring suaminya sudah tandas.


"Aku nggak bisa makan cepat, aku nggak mau tersedak nanti"


"Oh please Nala, jangan menguji kesabaran ku" keluh Zayn.


'Dasar bocah mesum' Gerutu Nala di dalam hati.


"Zayn turunin!" Pekik Nala kala pria itu tiba-tiba menggendong nya tepat setelah ia meletakkan susu yang baru ia sesap sedikit.


"Uda cukup sarapannya sayang, nanti dilanjutin lagi" Bisik Zayn di telinga Nala sembari berjalan menuju ranjang. Ia tau Nala sudah menghabiskan sarapan yang cukup, ia tak mau Nala menarik ulur perasaannya.


Zayn menatap penuh hasrat pada Nala, wajah sang istri terlihat merona. Pria itu memegang dagu Nala dan mengangkat wajah itu agar menatap padanya.


"Jangan menolak ku lagi sayang, aku benar-benar menginginkan mu sekarang" Kilatan gairah di mata Zayn benar-benar menandakan bahwa hasratnya tak lagi bisa dibendung lebih lama.


Nala pasrah dan memejamkan mata ketika Zayn dengan penuh semangat menyatukan bibir mereka. Awalnya hanya menempel namun kemudian mulai bergerak lembut dan perlahan, beberapa saat kemudian kelembutan itu sirna berganti dengan sesapan dan lum atan penuh gairah. Lidah Zayn menyeruak memaksa masuk lebih dalam, Nala benar-benar dibuat tak kuasa untuk menolak. Bibirnya terbuka memberikan akses penuh bagi lidah Zayn untuk bercengkrama di dalam sana.

__ADS_1


Nafas Nala terengah, ia mulai dikuasai gairah hingga membalas ciuman Zayn dengan segenap perasaan.


Bibir keduanya masih bertaut, saling menyesap dan melu mat saat Zayn memegang ujung dress Nala dan meloloskannya dari tubuh gadis itu hingga kulit putih bersih istrinya terekspose secara sempurna.


Tangan Zayn mulai bergerilya, menyusuri kulit mulus Nala dengan jari-jarinya yang berhasil menghadirkan sensasi panas pada tubuh Nala. Ia semakin bersemangat membalas ciuman dalam Zayn padanya.


Keduanya menghela udara sebanyak-banyak saat bibir mereka telah memisah. Namun mata keduanya terus bertaut, kilatannya menunjukkan betapa gairah telah menguasai sepasang manusia yang baru saja terikat.


Zayn kembali mendekatkan wajahnya, nafasnya terasa memburu hingga sepersekian detik bibir Zayn sudah kembali menyelimuti bibir Nala. Ia merebahkan tubuh istrinya yang hampir polos, hanya ditutupi bra dan CD berwarna senada. Zayn memposisikan diri di atas istrinya dengan menjadikan lengannya sebagai tumpuan.


Sesapan nya kini terasa rakus dan kasar, ia benar-benar menunjukkan sisi liarnya.


"I-ingat bayi kita Zayn, jangan terlalu kasar" ucap Nala terbata. Terbesit rasa ngeri di hatinya, ia takut Zayn tak terkendali hingga melupakan makhluk mungil yang ada di perutnya.


Pria itu beranjak dari posisinya, ia segera melepaskan kain yang menutupi tubuhnya hingga benar-benar polos. Ia tersenyum bangga saat melihat Nala yang terpana menatap ke arah miliknya. Gadis itu segera mengalihkan tatapan ke arah lain ketika menyadari Zayn menangkap basah dirinya yang tampak tengah mengagumi kegagahan suaminya.


Zayn beralih menatap tubuh Nala yang terpahat sempurna, Ia tak sabar untuk segera melihat Nala nya secara utuh tanpa penghalang apapun, karena itu Zayn segera melepaskan kain terakhir yang menutupi bagian inti Nala.


"Ini luar biasa indah sayang" bisik Zayn, ia kembali pada posisinya di atas Nala. Menyapa bagian dada sang istri yang tampak begitu menantang. Tanpa menunggu Zayn menyesapkan wajahnya di sana, mengulum dan menghisap puncak dada Nala yang membuat tubuh Nala menggigil. Terdengar rintihan dari bibir Nala ketika merasakan tubuhnya memanas dan seperti tersengat. Sesapan bibir Zayn di dadanya mengalirkan rasa panas di intinya. Zayn tak menghentikan permainannya di dada Nala, seolah begitu berpengalaman jari-jari pria itu kini ikut mengambil peran, menyentuh bagian bawah Nala yang terasa basah.


Nala menggelinjang dengan leng uhan yang semakin kuat merasakan gelitikan jari Zayn pada intinya.


"Z-Zayn hentikanhh" Ceracau Nala, bukannya berhenti Zayn malah mempercepat pergerakan jarinya hingga membuat Nala begitu frustasi dibuatnya. Permainan pria itu mendorong Nala tersesat begitu dalam pada gelombang kenikmatan yang tak terkira.

__ADS_1


Nala merasa tubuhnya semakin tak terkendali, ada rasa asing di bagian bawah perutnya ketika Zayn semakin mempercepat permainan jarinya serta menyesap dadanya semakin dalam.


"Zayn..." Lenguh Nala seiring tubuhnya yang bergetar hebat, sesuatu seakan tumpah di bagian bawah sana.


Zayn tersenyum bangga menatap wajah istrinya yang tengah menikmati pelepasan pertamanya. Pria itu mengusap rambut Nala yang terlihat basah oleh keringat. Ia mendaratkan kecupan di kening istrinya yang masih tampak terengah.


Wajah Nala memerah, ia tersipu malu saat matanya bertemu dengan mata Zayn. Pria itu menyunggingkan senyum membuatnya terlihat begitu tampan.


"Apa aku boleh?" Nala hanya mengangguk, ia mengerti apa yang suaminya maksud. Meski tubuhnya terasa lelah setelah apa yang baru saja melandanya namun ia tak mau egois. Zayn juga menginginkannya.


Setelah mendapatkan persetujuan sang istri, Zayn mengarahkan miliknya, ia menggesek-gesekkan nya di bagian inti Nala yang terasa hangat dan basah. Zayn memejamkan matanya saat merasakan sengatan kenikmatan meski baru bagian ujung miliknya yang menyentuh inti Nala.


Zayn mulai mendorong miliknya hingga masuk sebagian, ia melihat Nala mengernyit akibat hadirnya benda asing yang berusaha menerobos dirinya.


"Tahan ya sayang, harusnya uda nggak sakit karena ini bukan yang pertama" Zayn menghentikan dorongannya, ia mengusap kening Nala agar sang istri lebih relaks. Nala mengangguk lemah, ia memang tidak kesakitan hanya merasa sedikit asing.


Setelah melihat Nala mulai tenang, Zayn melanjutkan misinya. Ia mendorong miliknya sedikit lebih kuat hingga terdengar lenguhan dan erangan dari bibirnya dan Nala saat benda itu telah masuk sempurna ke dalam sangkarnya yang hangat.


"Zayn..." Lirih Nala, tangannya meremas sprei saat merasakan Zayn mulai bergerak. Perlahan namun terasa menusuk hingga ke ubun-ubun.


Lenguhan dan erangan terdengar memenuhi kamar itu seiring pergerakan Zayn yang semakin liar. Hingga beberapa waktu kemudian terdengar lenguhan panjang dari keduanya saat Zayn mengakhiri pergerakannya. Keduanya telah mencapai keindahan sempurna dari sesi percintaan mereka pagi itu.


🍁🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2