
"Kenapa dandan segala?" Marcell memeluk istrinya dari belakang. Sementara pria itu sudah siap dengan penampilannya yang selalu memukau.
Sebenarnya dandanan Loli tidak terlalu mencolok, namun karena memang kecantikan sang istri begitu terpancar meski tanpa berdandan sekalipun jadi terlihat semakin bersinar dengan dandanan nya meski hanya seadanya. Loli hanya memakai bedak tipis dan sapuan lipstick berwarna pink natural hampir sewarna bibir nya sendiri.
Loli hanya memakai dress berwarna putih bergambar bunga tulip dengan lengan 3/4 dihiasi aksen pita di bagian siku. Perutnya terlihat menyembul membuat Loli semakin terlihat seksi dan menggemaskan. Sementara rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja tanpa sentuhan apapun. Namun ternyata tetap saja ada protesan dari bibir suaminya mengenai penampilannya hari ini.
"Ini nggak dandan sayang, cuma pakai bedak sedikit" ucap Loli sambil menghadap Marcell dan melingkarkan tangan di leher suaminya.
"Tapi ini bibirnya kenapa berwarna merah" Ucap Marcell dan langsung saja pria itu menautkan bibirnya dan menyesapnya dengan begitu rakus. Marcell melu mat bibir Loli dengan cukup lama. Ia baru menghentikan sesapan nya saat Loli meremas dadanya menandakan ia sudah kesulitan bernafas.
"Ini kenapa bibirnya semakin seksi dan menggemaskan sih" Ucap Marcell sambil mengusap bibir basah Loli yang semakin memerah dan sedikit membengkak. Padahal tadinya ia ingin menghapus lipstick di bibir Loli dengan menyesapnya cukup lama.
Loli menghela nafas dan tersenyum masam menghadapi suaminya yang semakin posesif. Tapi di lubuk hatinya yang paling dalam entah kenapa Loli menyukai sikap suaminya ini. Ia merasa begitu dicintai dan diinginkan oleh pria itu meski terkadang sikapnya sudah sangat berlebihan.
"Jadi batal aja ke rumah mama nya? aku nggak apa-apa kalo emang nggak jadi sayang" ucap Loli kembali melingkarkan tangannya ke leher suaminya.
"Jadi kok sayang, kan uda janji sama mama mau datang. Nggak enak lah kalo dibatalin pasti mama kecewa cantik nya mama nggak jadi datang" goda Marcell menirukan ucapan mama mertuanya tadi malam. Loli tertawa menanggapi godaan suaminya.
"Yakin?" tanya Loli memastikan.
"Iyah yakin sayang" Ucap Marcell sambil menganggukkan kepalanya. Ia kembali menyesap dalam bibir Loli, efek tadi malam tak mendapat jatah Marcell tak hanya mencium bibir sang istri namun tangan nya ikut menjelajah bagian-bagian tubuh Loli yang menjadi favoritnya.
Loli pasrah ia tak berusaha menghentikan Marcell, gadis itu malah membalas nya. Hari juga terbilang masih sore, tak akan terlambat andai Marcell menginginkan dirinya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kita belum terlambat, lakukanlah. Aku juga menginginkannya" Ucap Loli dengan wajah bersemu merah saat Marcell melepaskan ciumannya dan menatap penuh minat namun juga ada kebimbangan di mata pria itu
"Beneran sayang?" Sedikit tidak tega menyelinapi hati Marcell melihat penampilan istrinya yang sudah siap berangkat
"Beneran sayang" Marcell tau Loli menahan rasa malu yang teramat dalam memintanya melakukan semua itu. Marcell semakin gemas pada istrinya yang tampak selalu berusaha menyenangkan dirinya meski ia tau sang istri masih kerap merasa malu dan tak terbiasa bersikap agresif.
Maka Marcell tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan yang istrinya berikan begitu saja. Ia segera membawa tubuh istrinya ke atas ranjang, mencumbu tubuh mungil itu dengan penuh pemujaan.
Sore yang indah akhirnya berlalu dengan pertukaran hasrat yang penuh gairah, seolah mereka telah begitu lama tak menikmati kegiatan panas itu. Andai tak ada janji dengan sang mama mertua mungkin Marcell tak ingin ke mana-mana.
🍁🍁🍁
Marcell berusaha bersikap ramah pada Zayn yang telah menjadi kakak iparnya. Keduanya terlibat obrolan seru seputar pekerjaan bersama papa Rudi sepeninggal para wanita menyiapkan makan malam di meja makan.
Meski begitu Marcell tetap begitu awas agar Zayn jangan sampai melirik istrinya. Ia tetap tak rela berbagi kecantikan istrinya pada pria itu ketika mereka sama-sama sudah berada di meja makan untuk memulai makan malam.
Baik Loli maupun Nala begitu telaten melayani suaminya masing-masing mengambilkan makanan serta minuman. Mama Dita merasa bangga dan bahagia anak-anaknya menjalankan perannya dengan baik. Walaupun pada kenyataan nya jika di rumah malah kebalikannya. Marcell selalu melarang Loli untuk melayaninya karena tak ingin sang istri sampai kelelahan. Lebih seringnya Marcell yang melayani semua kebutuhan Loli.
"Terimakasih sayang" Ucap Zayn dengan kerlingan jahilnya saat Nala memberikan piring yang sudah berisi nasi dan lauk nya.
"Iya" Jawab Nala singkat, ia kini beralih mengambil makanan untuk dirinya.
"Mama suka lihat kalian akur begini" ucap mama Dita dengan senyuman yang tak surut. Beberapa bulan yang lalu suasana begitu panas, wanita itu tak menyangka mereka bisa duduk bersama lagi dengan damai seperti saat ini.
__ADS_1
"Iya papa sangat bersyukur Nala dan Loli sudah menemukan pasangan nya masing-masing. Marcell dan Zayn papa dan mama titip Nala dan Loli. Jaga dan sayangi putri-putri papa ya. Bimbing dan didik mereka agar menjadi istri yang baik" Ucap papa Rudi dengan senyum haru nya.
Ini memang pertama kalinya mereka makan bersama dengan status yang sudah sah sebagai keluarga.
"Iya pa, sejauh ini Loli sudah menjadi istri yang sangat baik dan papa tenang saja Marcell sangat menyayangi Loli" Jawab Marcell sembari menatap Loli dan tersenyum hangat pada istrinya.
"Zayn juga menyayangi Nala pa, tapi Nala nya masih judes dan galak banget sama Zayn." Nala menatap tajam pada suaminya yang malah mengadukan sikapnya selama ini.
"Ya kamu nya juga nyebelin banget bocah!" Balas Nala. Marcell dan Loli terpaku melihat kakak dan kakak iparnya malah berdebat. Begitupun papa Rudi dan mama Dita.
"Tuh kan galak banget, tapi suka! istriku makin galak malah makin cantik" ucap Zayn mengulum senyum. Nala meringis menghadapi sikap suaminya. Sementara Marcell dan Loli serta mama Rita dan papa Rudi menahan tawa melihat interaksi sepasang suami istri yang terlihat menggemaskan tersebut.
"Nala sama suami nggak boleh galak-galak sayang." Ucap mama Dita dengan suara lembutnya.
"Tapi Zayn juga nyebelin ma, jahil banget jadi suami. Tukang ngadu lagi" Balas Nala sambil cemberut.
"Zayn nggak jahil kok ma, Nala nya aja yang terlalu sensi. Tapi Zayn tau walaupun judes sebenarnya Nala sayang banget sama suaminya. Ya kan sayang?" Zayn kembali tersenyum menggoda.
"Udah makan dulu aja ya, nanti debatnya lanjut di kamar pasti lebih seru" Ucap Zayn cepat sebelum Nala kembali menjawab ucapan nya.
"Iya kita lanjut makan aja dulu" ucap papa Rudi menengahi perdebatan putri sulung dan menantunya.
🍁🍁🍁
__ADS_1