Tragedi Bachelor Party

Tragedi Bachelor Party
Empat Puluh Dua


__ADS_3

Pagi-pagi sekali penampilan Nala sudah rapi dan cantik dengan celana span hitam yang ia padukan dengan blouse berwarna milo. Gadis itu diminta oleh bosnya datang ke rumahnya. Meski penasaran namun Nala tak berani untuk menanyakan untuk apa dirinya dipanggil ke rumah atasan nya tersebut. Terlebih hari ini adalah hari sabtu, harusnya ia bebas dari segala bentuk pekerjaan di perusahaan.


"Sayang, pagi-pagi uda rapi begini mau ke mana nak?" sapa mamanya saat melihat Nala berjalan menuju meja makan, dulu kalau weekend begini Nala menggunakan waktunya untuk bermalas-malasan jika tidak ada janji kencan dengan Marcell.


"Diminta pak Ridwan buat datang ke rumahnya ma" Nala menempati kursi yang biasa ia duduki lalu mengambil dua helai roti dan mengolesinya dengan selai kacang favorit nya.


"Ngapain kan ini hari libur" tanya sang mama heran.


"Nala juga nggak tau ma, nggak enak buat nanya" Jawab Nala. Ia mulai menikmati sarapan paginya. Karena terlalu fokus dengan sarapan nya gadis itu tak menyadari tatapan sendu mama Dita terhadap dirinya. Mama Dita begitu iba melihat wajah Nala yang belum menunjukkan kembali sinar nya. Ia tau Nala masih begitu terpukul dengan apa yang menimpanya.


"Papa berapa hari perginya ma?" Biasanya saat bepergian papa Rudi selalu membawa serta mama Dita, mereka sama sekali tak pernah terpisahkan. Namun karena khawatir pada Nala akhirnya kali ini mereka harus mengalah.


"Mungkin 3 hari sayang"


"Tumben mama nggak mau ikut, biasanya mama sama papa nggak bisa jauh satu sama lain" Sindir Nala.


"Yah nggak apa-apa. Mama lagi capek aja buat perjalanan jauh" Mama Dita menuangkan susu ke dalam gelas putri sulung nya itu yang langsung diraih oleh Nala.


"Makasih mama" Nala meminum susunya hingga tandas.


"Nala langsung pergi ma" Gadis itu segera beranjak setelah menghabiskan makanan nya lalu mencium pipi mama Dita sebelum beranjak meninggalkan meja makan.


Mama Dita menatap kepergian Nala dengan hati kacau. Ia merindukan Loli, sangat mengkhawatirkan kondisi gadis manjanya. Namun demi menjaga perasaan Nala ia harus memendam kerinduan nya itu. Ia hanya bisa melakukan panggilan video pada si bungsu, beruntung Marcell memperlakukan putrinya dengan sangat baik hingga bisa membuat wanita itu bernafas dengan lega.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Nala menggerutu di dalam hati, pagi-pagi ia harus dibuat shock saat mengetahui bahwa salah satu pria yang ingin ia hindari adalah anak dari pemilik perusahaan di tempatnya bekerja. Ia tak tau rencana apa yang sedang semesta buat untuknya. Ia dipertemukan dengan pria itu lalu menghabiskan malam panas berdua, sekarang ia juga harus dikejutkan dengan fakta bahwa pria itu adalah putra dari bosnya.


"Dasar anak kecil" Karena terlalu kesal gerutuan yang sebelumnya hanya ada di dalam hati malah terlontar dari bibirnya.


"Kamu bilang apa?" tanya Zayn yang mendengar suara Nala. Tadi pagi pria itu tak kalah terkejut saat mengetahui pegawai yang papanya suruh untuk menyiapkan keberangkatan nya adalah Nala karena orang suruhan yang biasa mengurusinya sedang melaksanakan tugas lain.


"Aku nggak bilang apa-apa" Jawab Nala tanpa menoleh, ia sengaja untuk menutupi kegugupan nya karena kedapatan sedang mengumpat pria itu.


"Siapa yang kamu bilang anak kecil?" Zayn tersenyum sinis pada Nala. Gadis itu menghembuskan nafasnya kasar. Ternyata pria itu mendengar apa yang dia ucapkan.


"Kamu yang anak kecil. Urusan seperti ini saja meminta orang lain mengurusi semuanya. Kalo uda dewasa harusnya kamu bisa sendiri" Nala kecewa saat melihat reaksi pria itu yang terlihat begitu santai mendengar gerutuan nya. Padahal Nala berharap pria itu akan kesal dan merasa tersinggung.


"Lagipula anggap saja sedang mengantar calon suami, supaya nggak dongkol" Lanjut Zayn yang semakin menyulut kekesalan Nala.


"Huh calon suami dari mana" Nala mengalihkan tatapan nya keluar jendela. Ia tak mengerti kenapa hidupnya yang selama ini Indah harus berubah rumit.


"Suka tidak suka harus suka dan mau tidak mau harus mau. Karena kenyataan nya aku ini calon suami kamu"


"Jangan terlalu percaya diri. Aku nggak pernah merasa memiliki calon suami anak kecil seperti kamu" Balas Nala.


"Hei jangan lupa bahwa pria yang kamu sebut anak kecil ini pernah membuatmu merintih menahan kenikmatan" Bisik Zayn tepat di telinga Nala. Mata gadis itu membulat seketika, wajahnya memerah menahan malu sekaligus marah. Ia begitu panik menatap ke arah sopir mereka. Nala berharap pria itu tak mendengar apa yang Zayn ucapkan.

__ADS_1


"Anak kecil sialan!" Umpat Nala dengan begitu geram sementara Zayn tertawa puas karena berhasil mengerjai gadis itu.


Setelah memastikan Nala mengunci bibirnya, pria itu menyandarkan tubuhnya dan memejamkan mata. Ia mulai berfikir keras. Menyadari sikap Nala, Zayn yakin harus berusaha dengan sangat keras untuk bisa mencintai gadis itu mengingat sifat Nala begitu jauh berbeda dengan Loli padahal Loli adalah tipe ideal yang diimpikan oleh Zayn untuk menjadi pendamping hidupnya.


Tak mudah mengubah selera, namun tak ada pilihan lain ia tetap harus bisa melakukan nya. Sebagai seorang pria yang juga berpendidikan ia harus selalu bertanggung jawab dengan apapun yang sudah diperbuatnya.


Setelah hampir satu jam dalam perjalanan mereka akhirnya tiba di bandara.


Keduanya berjalan beriringan masuk ke dalam. Nala yang sebelumnya sudah memegang semua dokumen keberangkatan Zayn dengan raut masam nya segera memberikan pada pria itu.


"Aku mau langsung pulang, kamu bisa kan menuju ruang tunggu sendiri? Oh ya kamu uda tau kan gate keberangkatan kamu?" Tanya Nala persis seperti bertanya kepada anak kecil.


"Iya aku tau, silahkan kalo mau pulang" Jawan pria itu cuek.


"Oh ya, terima kasih udah nyiapin semuanya. Jaga dirimu selama aku pergi. Jangan malu-malu untuk menelfon kalo kangen aku. Aku pasti angkat kok tenang aja" Pria itu tersenyum miring apalagi saat melihat Nala mendengus. Gadis itu merasa sangat kesal mendengar ucapan dan raut wajah Zayn.


"Jangan bermimpi, aku nggak mungkin kangen sama kamu" Ucap Nala judes. Diluar dugaan Nala, Zayn malah menarik dan memeluknya erat.


"Jangan sedih Nala, aku nggak akan lama. Kalo kamu minta aku pulang aku pasti akan langsung datang. Jaga bayi kita ya" ucap pria itu, ia memeluk Nala dengan begitu erat hingga Nala tak bisa melepaskan diri meski ia sudah meronta. Setelah mencium puncak kepala gadis itu Zayn melepaskan pelukan nya dan dengan cuek berbalik meninggalkan Nala yang masih dikuasai emosi akibat perlakuan serta ucapan Zayn.


"Dasar anak kecil gila!" Nala mengeram sambil mengepalkan tangan nya.


🍁🍁🍁

__ADS_1


__ADS_2