
"Zayn jawab, mau maafin aku nggak?" ucap Nala. Sudah cukup lama pria itu memeluknya tapi belum ada sepatah katapun terucap dari bibir pria itu sebagai jawaban atas permintaan maafnya.
"Kamu uda datang sejauh ini hanya untuk meminta maaf, masa aku nggak nerima" Jawab Zayn mengacak-acak rambut Nala dengan gemas.
"Harusnya telfon aja kan bisa sayang, ini malah nekad datang ke sini sendirian. Aku serem banget ngebayangin terjadi sesuatu sama kamu sewaktu dalam perjalanan" Zayn kembali memeluk Nala erat. Ia bergidik membayangkan yang tidak-tidak menimpa istrinya.
"Aku takut kamu nggak mau angkat telfon aku, kamu aja sama sekali nggak ada telfon atau kirim chat ke aku" Sungut Nala sedikit manja.Tentu saja Zayn terkejut mendengar nada bicara Nala yang tak biasanya tapi Zayn sangat menyukainya.
"Padahal aku juga nunggu telfon dari kamu, jadi mana mungkin aku nggak angkat sayang" Ucap Zayn sambil terkekeh.
"Sekarang istirahat yah" Zayn menuntun Nala menuju ranjangnya. Hati Nala berdenyut, hampir 2 minggu mereka tak melakukan hubungan ranjang dan Zayn tak menunjukkan bahwa pria itu menginginkannya malam ini.
"Zayn kamu masih marah sama aku?" Tanya Nala hati-hati. Meski malu, Nala merasa harus mempertanyakan hal ini pada Zayn. Ia tak ingin lagi menyimpan masalah tanpa membicarakannya.
"Enggak, aku uda maafin kamu. Aku juga minta maaf uda diamin kamu cukup lama"
Zayn mengusap pipi Nala yang mulai tampak berisi karena kehamilannya. Apalagi sekarang Nala sudah tidak mengalami muntah-muntah.
"Tapi kok kamu kayak nggak pengen" ucap Nala dengan wajah yang memerah.
"Pengen apa?" Zayn menatap Nala penuh selidik, ia sedikit mengerti maksud dari ucapan Nala dilihat dari raut wajahnya. Namun ia takut salah menerka.
"Z-Zayn biasanya kamu nggak bisa lama-lama tanpa nyentuh aku. Hampir 2 minggu kita nggak ngelakuin itu dan sekarang kamu kayak biasa aja, kamu uda nggak menginginkan aku Zayn?" Tanya Nala dengan terbata, ia begitu susah payah mengeluarkan satu persatu kalimat tersebut. Ia harus memerangi gengsi dan rasa malunya.
Tawa Zayn pecah bersamaan dengan gemuruh di dadanya.
__ADS_1
"Bukan itu sayang, kamu nggak tau aja gimana susahnya aku menahan diri untuk tidak menyentuh kamu. Tapi kamu baru aja tiba dari perjalanan jauh Nala. Kasihan bayi kita kalo sampai aku memaksakan kehendak ku malam ini. Kalau nggak ada bayi kita jangan harap kamu bisa bebas dari aku"
Zayn meraih dagu Nala agar menatap padanya.
"Mana mungkin aku nggak menginginkan istriku sendiri. Aku ini pria normal sayang" Ucap Zayn dengan kerlingan mata nya yang penuh arti.
"Ayo istirahat, persiapkan dirimu untuk besok pagi. Aku pasti akan memintanya" bisik Zayn lagi. Nafas hangat pria itu terasa geli menerpa telinga istrinya.
🍁🍁🍁
"Selamat ulang tahun istriku" Bisik Marcell dengan sebuket bunga di tangan nya. Loli ternganga tak percaya Marcell mengetahui bahwa hari ini adalah hari ulang tahun nya.
Ia sama sekali tak mengira tujuan Marcell mengajaknya makan malam romantis di sebuah restoran mewah ini adalah untuk merayakan ulang tahunnya yang ke 18 tahun.
Tadi suaminya hanya mengatakan ingin mengajaknya menikmati malam minggu dengan berkencan seperti pasangan muda-mudi yang sedang berpacaran. Mengingat Loli tak pernah mengalami hal itu.
"Hei sayang, kamu itu istri aku. Ukuran bra dan CD kamu aja aku uda tau sekarang, apalagi hanya sekedar ulang tahun kamu" ucap Marcell sambil mencubit gemas hidung istrinya.
Wajah Loli bersemu merah mendengar ucapan Marcell, untung saja suaminya memesan ruangan VIP sehingga tidak ada orang lain yang mendengar ucapan vulgar suaminya tersebut.
"Makasih ya?" ucap Loli dengan senyum penuh kebahagiaan. Calon mama muda itu menerima buket bunga yang begitu indah dari tangan Marcell.
"Aku juga berterimakasih karena kamu uda bersedia menjadi istri aku, membuat hidupku begitu sempurna. Terima kasih juga karena sudah bersedia mengandung anak kita. Aku sungguh mencintai mu istriku. Sekali lagi selamat ulang tahun" ucap Marcell tulus. Ia mengusap perut Loli yang membuncit, bayi mereka sudah tumbuh semakin besar dan sehat. Marcell tidak pernah menduga bahwa ia akan menikah dan jatuh cinta pada Loli yang masih belia. Namun ia sangat bersyukur bisa memiliki gadis itu, meski usia mereka terpaut cukup jauh dan Loli terkesan manja namun di momen yang tepat istrinya dapat berubah menjadi sosok dewasa yang tegas dan mampu mengimbangi dirinya yang jauh lebih dewasa.
Loli menatap Marcell dengan mata berkaca-kaca. Ia tak bisa membalas ucapan suaminya, ia merasa sangat terharu hingga kata-kata tercekat di kerongkongan. Sebagai balasan nya Loli melabuhkan tubuhnya ke dalam pelukan hangat suami tampannya. Ucapan terimakasih terus ia dengungkan untuk suaminya yang selalu berhasil membuatnya merasa begitu berharga.
__ADS_1
"Kamu bahagia?" tanya Marcell yang dijawab anggukan cepat oleh Loli.
"Aku masih punya hadiah untuk kamu sayang" Marcell mengurai pelukannya dan menatap mesra wajah Loli.
"Apa?" Sebenarnya Ia tak membutuhkan apapun lagi saat ini. Hidup bersama Marcell sudah cukup menyempurnakan hidupnya, pernikahan yang sebelumnya masih begitu jauh dari angan malah memberikan kebahagiaan yang luar biasa yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Apalagi sekarang di usia nya yang baru genap 18 tahun sebentar lagi titel seorang ibu akan tersemat padanya, seorang bayi tengah menghuni rahimnya.
"Hanya hadiah kecil, semoga kamu suka" ucap Marcell sambil mengeluarkan satu set perhiasan yang terlihat simple namun mewah. Sangat cocok untuk karakter Loli.
"Aku suka banget, makasih sayang" Balas Loli dengan senyum merekah, ia kembali memeluk Marcell dan mencium pipi suaminya.
"Malam ini jatah buat aku double kan?" Marcell memainkan alisnya. Wajah Loli berubah pias. 'Yah tentu saja tak ada yang gratis' Batin Loli.
🍁🍁🍁
Hai readers thanks masih terus mendukung aku hingga detik ini. Nggak terasa kisah yang aku tulis udah sejauh ini.
Terima kasih untuk like, komen, Vote dan hadiahnya. Aku terhuraaa sama perhatian dari kalian semua.
Terima kasih untuk semua yang sudah berkomentar dengan bijak, yang selalu memberikan doa-doa baik nya buat aku. Yaah walaupun ada beberapa komen yang bikin mood nulis jadi nyungsep. Tapi aku uda nggak sebaper dulu guys, sekarang uda aku cuekin aja. 😀😀😀
Jangan lupa mampir juga ke kisahnya Zio_Davina di "My Lovely Davina". Maaf agak slow update, selain karena lagi agak sibuk di RL juga lagi fokus ke kisah ini dulu.
Mampir juga ke kesihnya Al_Bi n Double B dalam "My Brother's Friend is My Partner" (End)
Juga di kisahnya Ivan_Aleena di "Affair dengan Tunangan Sahabatku" (End)
__ADS_1
❤️❤️❤️