Trapped In Past Love

Trapped In Past Love
(Chapter 49) Kabar Nathan 2


__ADS_3

📞“Alhamdulillah, dia juga baik-baik aja.”


Aku lega mendengar kabar tentang tunangan juga dirinya yang baik-baik saja.


Apa sebaiknya aku coba tanyakan saja? atau ... nggak usah?


Sebuah pertanyaan yang pernah terlontar dua tahun lalu. Di mana aku bertanya tentang hubungannya dengan Cyra, seorang wanita yang memiliki nama asli Elvira.


Sama persis seperti nama adikku, kan? hanya beda satu huruf saja.


Sebaiknya gak usah deh!


📞“Marsha!” panggilnya.


Aku tersentak dari lamunan.


📞“Kok malah diam aja, kenapa?”


“En—enggak. Gak kenapa-kenapa kok, aku cuma bingung aja mau ngomong apa lagi.”


📞“Ooh ....”


Aku kembali termenung, entah apa yang kak Nathan ujarkan, aku sama sekali gak mendengarkannya dengan jelas dan malah sibuk berperang dengan pikiranku.


Apa benar, kabar yang kutahu waktu itu adalah sungguh-sungguh real?


Kita takkan tahu sebelum bertanya, kan? oke, ayo tanya padanya.


Tekadku dalam hati setelah sibuk berpikiran yang gak jelas dan tak menentu.


Aku menjauhkan ponselku dan mulai menarik nafas pelan.


“Kakak sama dia lagi dekat ya?”


Batinku mendesis, “Haish, kok bisa-bisanya aku nanya itu?”


Aku menepuk pelan pelipisku tanpa bersuara karena begitu sangat pelannya.


📞“Dia? siapa?”


Fokusku kembali pada pertanyaan yang tak seharusnya aku persoalkan. Sebab, tujuanku hanya ingin tahu, apakah info dari Elvira itu benar, atau hanya sebatas gosip dan rumor saja.


“Elvira,” jawabku pada seorang pria diseberang sana.


📞“Oh, dia sama orangtuanya emang baik banget sama aku. Setiap kali jenguk Elvira di sini, beliau selalu kasih aku bekal.”


“Oh gitu, maaSyaa Allah baik banget.”


Aku bersyukur dan sangat senang karena kak Nathan mendapatkan perhatian dari orang lain. Kendatipun hati ini tiba-tiba sakit sebab kecemburuan pada Elvira kembali menyebar.


Sadar, Put! kalaupun kabar itu benar dan dia memang menjalin hubungan dengan Elvira juga memang apa urusannya sama kamu? gak ada, kan?


Aku menengkan gejolak api cemburu yang menyerang mendadak ini. Hatiku memang tak bisa memungkiri kalau kak Nathan memang masih bersemayam di sana.


“Oh ya, Kakak sama dia udah nikah ya?”


📞“Sama siapa? Elvira?”


📞“Nggak, kita cuma berteman dan gak lebih dari itu. Aku juga udah anggap dia sebagai adik.


“Bukan! bukan Elvira, maksudku dengan tunangannya Kakak!”


📞“Ooh, aku sama dia batal nikah.”


Mendengar langsung dari ucapannya membuatku kian membeku seperti patung es.

__ADS_1


Jadi, info itu benar?


Tiga hari yang lalu ....


“Lho? kok?!”


Aku membelalak menatap sebentuk foto yang pernah kak Nathan posting pada akunnya. Dan sekarang, foto itu berada di akun lain.


“Gimana bisa? bukankah dia itu sudah bertunangan?”


Jika disebut kebetulan, gak mungkin sama dengan orang yang sepondok. Terlebih lagi keduanya saling follow. Dan asal tempat tinggal mereka pun berbeda.


“Apa sebaiknya aku tanyakan saja padanya?” gumamku dalam hati.


Aku mengirim message padanya. Tak perlu susah payah memfollow, karena takdir telah memberi peluang untuk kita saling berteman di sosial media.


Ya, aku dan akun bernama Fathimah_ telah saling follow dan entah sejak kapan akun kedua ku memfollow akun miliknya.


^^^“Assalamu'alaikum. Ini akunnya Elvira bukan?”^^^


Ting!


[Pesan masuk, 17:01]


📱“Wa'alaikumussalaam.”


📱“Iya, ini siapa ya?”


“Ternyata akun ini memang miliknya, padahal aku cuma asal tebak saja,” gumamku dalam hati, sembari membalas pesannya.


^^^“Aku, Putri Marsha Canda.”^^^


^^^[Pesan terkirim, 17:02]^^^


Di read.


^^^[Pesan terkirim, 17:06]^^^


Ting!


[Pesan masuk, 17:14]


📱“Iya, kenapa?”


📱“Apa kalian saling kenal?”


^^^“Gak kenal-kenal banget, cuma tahu lewat sosmed saja.”^^^


Tak ada balasan lagi untuk beberapa menit, akun itupun hanya membaca pesanku saja. Aku bertanya langsung pada inti soal yang ingin kunyatakan.


^^^“Kak Nathan sama tunangannya udah nikah ya?”^^^


Pikirku, karena sudah dua tahun aku dengannya tak lagi berhubungan. Sangat jelas bukan? jika mereka memang telah sah menjadi suami istri.


Ting!


[Pesan masuk, 17:36]


📱“Dia sama tunangannya gak jadi menikah.”


Deg!


Aku melongo menatap balasannya. Sungguh di luar prasangaku. Dan jauh dari yang kuminta.


Aku hanya ingin perjodohan mereka baik-baik saja dan lancar sampai pernikahan. Menjadi suami istri dan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

__ADS_1


^^^“Kenapa?”^^^


Tanyaku pada akun itu, hanya satu kalimat itulah yang terkirim dan meninggalkan tiga pertanyaan lainnya.


Ting!


[Pesan masuk, 17:40]


📱“Aku juga gak tahu kenapa, yang kutahu cuma dia batal nikah aja sama tunangannya.”


Pantas saja Elvira mengunggah foto itu, rupanya pria yang faham akan kata-kata mutiara itu telah berstatus single.


Aku merenung, “Andai aku juga bisa dengan mudah membuka hatiku seperti kamu, kak. Aku pasti gak akan tersiksa dengan perasaan ini,” gumamku dalam hati.


Tapi ... bukankah ini terlalu cepat? bagaimana bisa dia menjalin hubungan dengan wanita lain?


Sudahlah, gak ada urusannya denganku juga, kan!


Aku mengakhiri semua kesedihan batinku.


Impresi memori finish.


“Kalau boleh tau, kenapa pertunangannya bisa batal?”


📞“Karena ....”


Aku mendengarkan dengan baik dan secara seksama. Sebuah alasan di mana ia memberi kelonggaran dan tenggat waktu, hingga pertunangan mereka menjadi batal.


“Pasti berat banget untuk Kakak ya?”


📞“Ya, memang berat sih. Aku juga bukan tipe orang yang tegar saat di tinggalkan orang yang kucintai.”


Apa saat itu kamu juga merasa sedih saat kabar perjodohanmu yang memberi jarak jelas diantara kita?


Kok bisa-bisanya aku mikirin masa lalu di tengah kegalauannya sih!


Rutukku dalam hati.


“Kak Nathan yang sabar ya, Allah pasti akan ganti dengan yang lebih baik.”


Aku gak pandai menghibur orang yang tengah bersedih, walau sama-sama pernah patah hati. Cuma kalimat itu yang terlempar secara random oleh lisanku.


📞“Aamiin, terimakasih ya.”


Aku ikut mengaminkan saat dirinya berucap aamiin.


“Kakak lagi ada di kamar ya?” tanyaku mengalihkan topik agar kak Nathan hak sedih lagi.


📞“Nggak, aku lagi ada di Majelis.”


“Oh, masih belum selesai ya belajarnya. Maaf ya aku udah mengganggu Kakak.


📞“Haha, gak apa-apa. Lagipula udah selesai dari tadi kok.”


Aku dengannya terus mengobrol sampai pembicaraan kita harus berakhir saat dirinya ijin untuk pergi ke tandas.


Netraku memandang angka kecil di riwayat panggilan. Rupanya kita telah mengobrol lebih dari satu jam. Sungguh sulit untuk kupercayai.


Nayamku menatap ponsel dengan layarnya telah gelap. Panggilan yang sudah berakhir, serta suara yang asing nan beberapa menit lalu kudengar namun memberikan kehangatan. Kini hanya menyisakan kesunyian.


Aku merobohkan tubuh ini sembari menggenggam benda pipih mini dalam rengkuhan. Lanjamku menatap langit-langit kamar, dengan lampu melingkar tergantung menerangi kamarku.


Bagaimana mungkin, mengapa semua puzzle itu perlahan-lahan tersusun. Jika benar begitu, kenapa kak Nathan sangat gak berperasaan?


Rasanya sulit untukku peecaya kata-katanya yang menyatakan kalau dirinya yang hanya menganggap Elvira tak lebih dari adik.

__ADS_1


Lalu, bagaimana dengan Elvira. Apakah dia juga sama?


__ADS_2