Tuan Muda Arnold

Tuan Muda Arnold
TMA Bab 47


__ADS_3

Setelah sarapan pagi, pasangan pengantin itu berniat untuk kembali ke rumah. Tiara sibuk memasukkan pakaiannya ke dalam koper, sedangkan Arnold memilih duduk di kasur sembari sibuk dengan laptop.


"Kamu tidak menyusun pakaianmu?" tanya Tiara.


"Aku punya istri, kenapa harus repot?" jawab Arnold santai tanpa mengalihkan pandangan.


Tiara mengerti ucapan pria itu, tanpa bertanya lagi. Dia lekas menyusun semua pakaian Arnold untuk di masukkan ke dalam koper. Karena pakaian pria itu tidak banyak, dan tak ada koper lain lagi di kamar ini. Jadi Tiara menyatukan saja dengan pakaiannya. Saat semuanya sudah selesai, gadis itu memilih membaringkan tubuhnya di lantai kamar hotel.


"Sudah siap? Sebentar lagi mobil jemputan sampai," kata Arnold sambil menutup laptopnya.


"Serius? Cepat sekali?" tanya Tiara sambil mengerjapkan mata berulang kali.


"Karena aku berkuasa."


Tidak ada lagi pertanyaan dari Tiara, gadis itu kembali merebahkan tubuhnya sambil sesekali menggerutu kecil. Lebih tepatnya menjelek-jelekkan sang suami yang begitu sombong.


Mata indah dengan bulu mata lentik itu, sesekali terpejam. Tidak bisa tidur dengan nyenyak, membuat Tiara mulai mengantuk meski jam masih menunjukkan angka sembilan pagi. Namun, saat akan terpejam kembali, suara Arnold membuatnya harus bangun dengan terpaksa.


"Ayo cepat, mereka sudah menunggu di lobi hotel," ucap Arnold. Pria itu sibuk menarik koper untuk dibawa keluar.


"Aku?"


"Apa lagi?" tanya Arnold kesal.


"Aku belum bersiap," ujar Tiara dengan memekik. Gadis itu langsung berlari ke kamar mandi untuk mencuci muka dan membenarkan ikat rambutnya.

__ADS_1


*


*


*


Rumah megah bergaya Eropa dengan lantai dua, sudah berada di depan mata. Pepohonan yang ada di halaman rumah itu tanpa sangat asri. Meskipun Tiara hanya baru beberapa hari tak melihatnya.


Gadis itu dengan semangat mengikuti langkah Arnold untuk masuk ke dalam rumah. Namun, baru sampai di teras rumah, panggilan seseorang membuat mereka berbalik segera.


"Bianca?" Mata Arnold tampak melebar dengan pandangan lurus ke depan.


"Aku rindu banget sama kamu!"


Seorang gadis berpakaian formal, berlari dan langsung memeluk Arnold dengan erat. Senyum terus mengembang di bibir gadis itu, sambil terus memeluk Arnold dengan begitu eratnya. Sedangkan Tiara, dia menatap keduanya dengan mata yang tidak berkedip sedikit pun. Ingin tidak peduli, tetapi hatinya ingin peduli.


Gadis yang tadi memeluk Arnold secara tiba-tiba, mengalihkan tatapannya pada Tiara. Yang dibalas senyuman oleh istri Arnold.


"Kamu siapa?" tanya gadis itu.


"Tiara," jawab Tiara sopan dan tetap membubuhkan senyumannya.


"Bianca, kamu ngapain ke sini?" Arnold mengalihkan perhatian keduanya. Pria itu terus memandang ke arah gadis bernama Bianca itu.


"Karena aku rindu, Arnold. Sejak kemarin aku menelponmu, tetapi tidak ada jawaban. Akhirnya aku nekat datang ke rumah ini, meski badanku masih pegal-pegal karena baru kembali dari Amerika," jelas Bianca panjang lebar.

__ADS_1


Arnold hanya diam saja, berbeda dengan Tiara yang terus tersenyum.


"Silakan masuk, Mbak. Nggak enak rasanya berbicara sambil berdiri seperti ini," tawar Tiara dengan ramahnya. Arnold melotot mendengar tawaran gadis itu.


Meskipun Bianca bingung siapa Tiara, karena ini kali pertama dia bertemu. Namun, gadis itu tetap mengangguk dan mengikuti langkah Tiara, meninggalkan Arnold sendirian di luar.


"Dasar Tiara," gerutu pria itu.


*


*


*


"Jadi ... kalian sudah menikah?" Bianca menunjuk dua orang yang duduk bersebelahan di depannya dengan wajah tak percaya.


"Iya, Mbak. Baru dua hari yang lalu kami melangsungkan akad dan resepsi," jawab Tiara. Senyum gadis itu tidak pernah memudar sedikit pun.


Sejak tadi Arnold hanya diam saja, sesekali dia melirik ke arah Tiara dengan bingung. Sebab, sang istri sejak tadi begitu ramah, berbeda ketika dulu dia membawa gadis yang pura-pura menjadi pacarnya. Arnold tersentak saat tangan Tiara tiba-tiba memeluk lengannya dengan erat, seolah-olah tengah memamerkan keromantisan mereka.


"Kenapa kamu tidak mengundangku, Arnold?" tanya Bianca dengan lesu.


"Aku lupa," jawab Arnold dingin.


"Biasalah, Mbak. Mas Arnold itu bucin banget, yang ada dipikiran dia cuma aku saja," sahut Tiara sambil terkikik. Sedangkan Arnold melotot, tidak percaya.

__ADS_1


**


Mbak Tiara suka modus ya, bilangnya gak cinta. Tapi ketika ada perempuan yang datang dan ramah pada Arnold, langsung berubah jadi begitu😂


__ADS_2