Tuan Muda Arnold

Tuan Muda Arnold
TMA Bab 53


__ADS_3

"Sekali ini aja, turunin ego buat kepo," lirih Tiara mantap. "Ya, kamu pasti bisa Tiara."


Tiara menyemangati dirinya sendiri sambil mengepalkan tangan ke udara.


"Bisa apa?"


Kepalan yang semula meninju udara, terhenti. Tiara berbalik badan dengan mulut terkatup rapat, jantungnya mendadak berdebar ketika mendengar suara yang tak asing di telinganya. Senyum kikuk Tiara terpampang, sambil menggaruk kepala yang tak gatal dia menggeleng.


"Itu ... mas, bisa beli minuman. Iya, bisa," kata Tiara sambil tertawa kecil.


Fan yang mendengar ucapan istri bosnya, hanya menggelengkan kepala kecil. Tatapan pria itu masih tertuju pada Tiara, membuat si empu gugup.


"Mau nitip? Saya juga ingin beli minuman, Nyonya," tawar Fan dengan senyum kecil. Ya, senyum yang terpaksa.


"Anu ...."


Tiara mendadak jadi gugup, kalau dia jujur pada Fan, bisa-bisa pria itu akan menertawakannya. Tapi kalau nitip minuman pada Fan, Tiara tidak akan bisa kepo-in Arnold dan Bianca.


"Ada apa, Nyonya?" Fan kembali membuka suara karena aneh melihat gelagat Tiara.


"Ya, sudah, aku titip minuman. Samain Mas, ya?" ucap gadis itu. "Aku tunggu di mobil."

__ADS_1


Akhirnya Tiara benar-benar pergi menuju mobil, gadis itu memilih pasrah. Lagian, kalau dia nekat masuk ke dalam cafe untuk membuntuti Arnol, bisa saja nanti ketahuan Fan dan pria itu mengadu pada bosnya. Maka Tiara akan sangat malu.


Karena tidak bisa masuk ke dalam mobil, Tiara memilih menunggu di luar sambil bersandar di body mobil. Sesekali gadis itu menghela napas, merasakan panas terik matahari siang ini. Ketika pandangannya beralih ke arah cafe, Tiara dapat melihat Arnold baru keluar dari sana, sendiri. Tampaknya pria itu akan berjalan menghampirinya.


"Belum pulang?" tanya Arnold yang sudah sampai di dekat Tiara.


"Nunggu Mas Fan," jawab Tiara jujur.


"Mas?" Arnold mengerutkan dahi, hingga kedua alisnya saling bertaut.


"Iya, kenapa?"


Suasana mendadak menegang, Tiara merasakan hawa yang tak baik-baik saja. Sesekali dia melirik ke bawah, menatap kepalan tangan Arnold yang sangat menakutkan.


"Terus?"


Kalau saja boleh, Arnold ingin sekali mengeluarkan sumpah serapahnya pada Tiara. Namun, dia enggan melakukan itu, apalagi di tempat umum seperti ini.


"Panggil Fan dengan sebutan 'asisten Fan'," pinta Arnold dengan wajah datarnya.


"Tidak enak, terlalu panjang," tolak Tiara.

__ADS_1


"Kalau begitu panggil 'Fan' saja. Tidak pakai koma, apalagi titik!" tegas Arnold.


Males berdebat, Tiara mengabaikan ucapan suaminya. Dia memilih sibuk dengan ponsel, sambil sesekali melirik ke arah tempat makanan itu. Menunggu Fan yang belum juga kembali.


"Tiara," panggil Arnold karena kesal.


"Apa lagi, sih?"


"Tidak ada," jawab Arnold.


"Huh!"


"Aku kembali ke kantor. Pulanglah segera, dan jangan lupa istirahat," pesan Arnold yang langsung dibalas anggukan oleh Tiara.


Selepas kepergian suaminya, Tiara mendapati Fan sudah kembali. Pria itu langsung memberikan satu cup ekspresso padanya. Tentu dengan senang hati Tiara menerima, tak lupa mengucap terima kasih. Mengingat pesan Arnold, pun dengan tubuhnya yang sudah lelah, Tiara meminta Fan untuk mengantarnya pulang.


Sampai di rumah, Tiara dibuat terkejut dengan kedatangan ibu mertua. Aela langsung menghampiri Tiara dan memeluk gadis itu.


"Gawat, sayang," ucap Aela dengan panik. Sukses membuat Tiara panik juga.


"Kenapa, Mah? Ada apa?"

__ADS_1


**


Like dan komen ya guys. Othor gak minta macam-macam, cuma itu saja😊


__ADS_2