
Arnold beranjak pindah di sebelah Tiara, pria itu meraih sendok dalam genggaman sang istri. Lalu mulai fokus dengan makanan di meja. Sedangkan si pemilik makanan itu, menatap tidak percaya. Berulang kali pula Tiara mengerjapkan matanya, berharap semua ini hanya halusinasi saja. Namun, benar adanya bahwa Arnold makan menggunakan sendok bekas dia.
"Tolong ambilkan air minum lagi, punyaku sudah habis karena dirimu," pinta Arnold menyadarkan Tiara dari lamunan gadis itu.
Sontak saja mata Tiara beralih melirik gelas di genggamannya, dia melotot tidak percaya. Jadi, tadi dia minum bekas Arnold? Kenapa bisa? Tiara mengutuk diri yang begitu ceroboh.
"Tiara, cepat! Aku butuh minum," tukas Arnold.
"Ah, iya." Gadis itu langsung berlari membuka kulkas untuk mengambil minum. Padahal di meja juga ada minum, tinggal tuang saja.
Melihat itu Arnold geleng-geleng kepala, Tiara pasti sedang gerogi makanya seperti itu. Tidak ingin membuat gadis itu kelimpungan lagi, Arnold langsung meraih gelas yang Tiara bawa dan meneguk airnya hingga tandas. Kini tatapan pria itu sepenuhnya pada manik Tiara, menelisik dengan dalam.
"Kamu sudah selesai makannya?" tanya Arnold.
"Belum," jawab Tiara gugup.
Jelas saja belum, Tiara bahkan baru mencicipi satu sendok saja. Cacing-cacing dalam perutnya juga belum kenyang, bahkan hanya merasakan sedikit.
"Ya, sudah, sini duduk lagi," ujar Arnold sambil menepuk pelan kursi di sebelah dia.
Sungguh. Kalau bukan karena lapar, sudah jelas Tiara akan menolak tawaran pria itu dan memilih pergi dari sana. Namun, dia tidak boleh egois dengan perutnya, yang butuh asupan agar dia memiliki tenaga. Tiara memilih duduk dengan anteng, mengambil sendok untuk melanjutkan makan.
__ADS_1
"Biar aku suapin." Arnold membuka suara, menghentikan gerakan tangan Tiara.
"Hah? Gimana gimana?"
"Kamu buka mulut aja, biar aku yang suapin," jelas Arnold dengan lembut.
"Ngapain, sih? Lebay," sahut Tiara sambil tertawa.
"Lebay dari mana? Kan cuma suapin."
"Tau, ah. Males sama kamu." Tiara tidak lagi memedulikan Arnold, gadis itu langsung melahap nasi goreng buatan dia. Sesekali matanya terpejam untuk menikmati sensasi enak yang ada pada nasi goreng itu.
Sedangkan Arnold, dia tidak lagi makan makanan milik Tiara. Melihat Tiara begitu lahap, dia pikir gadis itu sangat kelaparan. Sedangkan nasi di piring hanya tinggal sedikit karena tadi dia juga memakannya.
Kamu lucu ... tapi judes.
Malam kembali datang, bulan dan bintang mengambil posisi sebagai sumber penerang bumi. Tiara hendak beranjak karena film yang dia tonton sudah berakhir, tetapi gerakan gadis itu terhenti ketika tangannya ditarik oleh seseorang.
"Ada apa?" tanya Tiara bingung.
"Kamu mau ke mana?" Arnold balik bertanya.
__ADS_1
"Kamar lah. Memangnya ke mana lagi?"
Menghembuskan napas perlahan, Arnold memandang sekitar. Baru jam sembilan malam, mungkin saja semua pelayan belum tidur. Pelan-pelan pria itu memajukan wajahnya, hingga sampai di samping telinga Tiara.
"Tidurlah di kamarku," pinta Arnold. Sukses membuat Tiara terkejut.
Apalagi karena pria itu berbicara di sebelah telinganya, dan juga hembusan napas hangat Arnold, mengenai kulit lehernya. Membuat Tiara merasakan sensasi aneh, tetapi langsung gadis itu tepis.
"Tidak mau!" tolak Tiara tegas. "Bukankah banyak kamar di sini, aku bisa tidur di tempat lain."
"Kumohon, menurutlah."
Kedua tangan Arnold sudah memegangi bahu Tiara, dia masih berharap gadis itu mau menurut. Arnold tidak akan melakukan ini, kalau bukan karena takut akan terjadi sesuatu nantinya.
"Kenapa maksa, sih?" Tiara tampak tidak suka dengan permintaan Arnold. Jelas saja, dia sangat malas satu kamar dengan pria itu.
"Banyak pelayan yang belum tidur, begitu pun CCTV. Berada di mana-mana. Aku hanya takut para pelayan mengadukan kita pada mamah, atau video di CCTV itu," bisik Arnold. Berharap kali ini Tiara benar-benar mau mengerti.
Dia hanya tidak ingin mengecewakan mamahnya. Wanita yang dia cintai itu, hanya tahu bahwa Arnold menikahi Tiara karena cinta. Bukan terpaksa atau demi keuntungan semata.
Tampak Tiara menghembuskan napas pelan, kepalanya tertunduk. "Baiklah."
__ADS_1
Makanya bang, cepet-cepet cinta sama Tiara. Jangan kegedean gengsi, entar diambil orang baru tau rasa😅