Tuan Muda Arnold

Tuan Muda Arnold
TMA Bab 71


__ADS_3

Flashback on


Aela bersama sang suami tengah duduk di ruang tamu, keduanya menonton TV sambil memakan camilan yang diberikan pembantu. Ketika sedang serius menonton, suami Aela mencari kesempatan untuk mengirim pesan pada paman Tiara. Menanyakan perilah masalah yang disembunyikan oleh mereka. Senyum terpatri di bibir pria paruh baya itu, senang mendapat kabar yang akan menghancurkan pernikahan anak tirinya.


“Apa Mamah yakin, kalau Arnold dan Tiara itu saling mencintai?” Robin membuka suara. Aela langsung mengalihkan pandangan dari TV.


“Humm. Memangnya kenapa, Pah?” Aela balik bertanya.


“Papah hanya ragu dengan mereka.”


“Kenapa harus ragu, Pah? Orang mereka aja romantis banget gitu,” ucap Aela.


“Bisa jadi mereka cuma pura-pura aja, Mah.”


“Papah kenapa, sih? Kok, ngebet banget bilang mereka pura-pura?”


Aela sungguh bingung melihat raut wajah suaminya. Lalu Robin memberikan ponsel yang sudah menyala pada Aela, menunjukkan pesan antara dia dan paman Tiara.


“Apa-apaan ini Mas?” Aela meradang. Mematikan ponsel milik Robin.


“Mamah nggak percaya? Kalau gitu kita pergi ke rumah paman Tiara, biar dia yang menjelaskannya.”


Karena merasa penasaran, akhirnya Aela mengangguk. Ikut Robin pergi ke rumah paman Tiara. Di sana mereka langsung disambut hangat, paman Tiara pun menjelaskan semuanya. Tentu saja banyak yang dia karang.

__ADS_1


“Arnold membayar Tiara, agar gadis itu mau menikah dengannya. Saya tidak tahu apa yang merasuki keponakan saya, hingga dia mau menerima tawaran itu.” Paman Tiara mengubah mimik wajahnya menjadi sedih.


Aela menutup mulut tak percaya, sungguh, kenyataan ini sangat menghancurkan hatinya. Namun, di sudut hati Aela, masih sedikit tidak percaya dengan kenyataan itu.


“Sampai-sampai, Tiara pergi dari rumah ini,” sambung paman Tiara. Masih melancarkan aksinya.


Robin yang menyaksikan itu, tersenyum puas. Tidak sia-sia dia membayar, paman Tiara bekerja dengan baik.


Flashback off


**


Sekarang ini, Tiara, Arnold dan Aela tengah berada di kamar milik Aela. Wanita itu masih menangis kecil, tetapi air matanya langsung diusap mengingat akan menanyai permasalahan ini pada menantu dan anaknya.


“Bukan begitu cerita yang sebenarnya, Mah,” sangkal Tiara. Gadis itu duduk di lantai, sembari memeluk kaki Aela.


“Benar kata Tiara, Mah. Bukan seperti itu sebenarnya.”


“Lalu?” Aela menatap keduanya dengan sendu.


Menghela napas dengan kasar, Tiara bersiap menceritakan semuanya.


“Yang jahat itu paman, dia berniat menjual aku pada tua bangka. Tiara berusaha kabur, karena memang tidak ingin dijual. Lalu, Tiara bertemu dengan Mas Arnold, hingga menumpang tinggal di rumahnya.” Tiara mengusap air mata yang terus menetes.

__ADS_1


Lalu dia kembali menceritakan semuanya, tidak terkecuali. Sesekali Arnold menimpali. Mereka berjuang bersama, agar masalah ini cepat selesai.


“Awalnya niat Arnold membayar pada paman Tiara, memang ingin menyelamatkan dia, Mah. Lalu, Arnold meminta agar Tiara menjadi pasangan Arnold. Maaf ... Arnold melakukan itu karena belum siap menikah dengan wanita pilihan Mamah. Tapi, sekarang cinta itu tumbuh, Mah. Perjanjian yang kami buat, sudah tidak lagi kami pedulikan. Karena sekarang Arnold mencintai Tiara,” jelas Arnold. Aela menutup mulutnya tak percaya.


“Tiara juga mencintai Mas Arnold, Mah. Berjalannya waktu, rasa itu tumbuh begitu saja.”


Suasana di dalam ruangan itu, mendadak hening. Aela belum mau membuka suara, sedangkan air mata tak lagi merembes keluar.


“Arnold mohon, Mah, jangan pisahkan kami.” Arnold memeluk erat tubuh Aela.


“Mamah kecewa dengan kalian, tetapi kalau itu alasannya, Mamah maklum. Karena di situ juga ada kesalahan Mamah, memaksa anak laki-laki Mamah untuk cepat menikah,” ucap Aela sambil membalas pelukan Arnold. Lalu dia meminta Tiara untuk berdiri, dan mereka berpelukan.


Terima kasih, Tuhan. Engkau masih membiarkan aku dan Mas Arnold bersama. Sungguh, aku akan sangat hancur, bila harus pergi. Karena dia rumahku, tempat aku menetap, tujuanku hidupku.


Maaf, othor sibuk belakang-an ini☺️


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2