
Bu melinda langsung berubah ekspresi mukanya, karena dari dulu dia sangat tidak suka dengan marisa, dan kini wajahnya sangat di penuhi dendam kalau benar otak dalam kejadian ini adalah si marisa, bu melinda tidak akan membiarkan marisa hidup tenang selama dia masih mendekati putra nya leon.
"Tuan... Maaf.... Saya kemarin di ancam sama dia, kalau saya memberi tahu ke tuan muda, dia akan melikai semua keluarga tuan, dan dia akan menghabisi saya tuan... Mangkanya saya takut tuan" ucap mentari dengan nada yang pelan
"tidak apa apa mentari, kamu cerita sekarang sama saya dan istri saya, saya akan meningkatkan penjagaan sama kalian semua, dan saya berjanji kalau semua itu tidak akan terulang kembali" jawab pak deny
"iya mentari... Kamu jangan takut untuk mengungkap siapa dalang nya, biar nanti kita bisa menyelidiki satu orang itu dan mencari bukti yang sangat banyak , biar dia bisa di tangkap dan dia tidak akan mlbisa melakukan itu lagi" ucap bu melinda yang sudah sangat geram
"saya juga sangat takut tuan..... Saya tudak ingin bertemu sama dia lagi tuan, wajahnya cantik tapi sifatnya sangat menakutkan, dia sangat kejam. Saya tidak tahu siapa dia, dan saya juga tidak pernah bertemu sama dia, tapi dia selalu bilang kalau tuan muda leon itu adalah milik dia, jadi dia bisa menghabisi orang orang yang dekat sama tuan muda leon" jawab mentari dengan nada yang ketakutan
"apa ini orang nya....?" ucap pak deny sambilenunjukan foto marisa di hp nya
"iya... Iya... Iya.. tuan.... Dia orang nya, saya tidak mau melihat dia tuan, dan dia bilang kalau dia adalah pacar tuan muda leon" 7cap mentari sambil ketakutan dan menutup mukanya
"sudah.... Sudah.... Memtari di sini kita aman, jadi jangan takut sama marisa lagi" ucap bu melinda sambil memeluk mentari
Pak deny sangat geram dan tidak terima kalau marisa bisa berbuat seperti itu, pak deny langsung menghubungi orang kepercayaan nya yang bekerja sebagi detektif, untuk mencari tahu tentang kasus ini, dan pak deni meminta supaya kasus ini di telusuri secara diam diam agar anak nya leon dan dion tidak mengetahui.
Setelah menghubungi temannya itu dia langsung memberi tahu pada para pengawal kalau mereka tadi mendengar apa apa, jangan bilang ke siapa siapa, kalau sampai bocor maka mereka akan mendapatkan hukuman yang lebih parah dari pada hukuman dari leon.
__ADS_1
Semua para pengawal langsung setuju, karena mereka juga takut dan mereka tidak ingin ikut campur dalam masalah para tuan rumah, dan jika mereka di suruh diam yah diam, jika di suruh ikut yah ikut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leon menunggu datang nya marisa di cafe yang salah satu ruangan nya dia pesan secara privat, setelah 10 menit menunggu, akhirnya marisa datang dan mereka langsung saling berpelukan, leon tidak bisa langsung ngomong tentang apa yang ada fikirannya saat ini, karena dia belum siap, kalau sampai marisa mengakui sesuatu tentang mentari.
"kamu kenapa sayang... Kok seperti ada yang kamu fikirkan" tanya marisa sambil.megang tangan leon
"nanti saja yah... Sekarang kita pesan sesuatu dulu, trus nanti ada yang mau aku omongin ke kamu" jaeab leon
Setelah memesan beberapa menu makanan, minuman dan juga snack, marisa dan leon cuma diam dan saling pandang, seperti bingung mau membuka obrolan itu seperti apa. Akhirnya setelah makanan yang mereka pesan sampai, leon memberanikan diri untuk membuka obrolan yang mengarah ke mentari.
"sayang.... boleh tanya tidak?" ucap leon pada marisa
"kamu waktu habis bertemu aku di kantor, setelah itu kamu pergi ke mana yah..." tanya leon pada marisa
"waktu itu aku langsung balik ke rumah, karena capek banget, trus setelah itu aku pergi ke club malam untuk temu kangen sama anak anak " jawab marisa dengan santai
"ohh oke kalau begitu, berarti kamu tidak tahu apa apa. Aku harap kamu jangan berbuat sesuatu yang tidak tidak yah... Aku sangat mencintai kamu, jadi aku mohon kamu jangan membuat aku membenci kamu" ucap leon pada marisa
__ADS_1
"tunggu tunggu.... Apa kamu mencurigai aku tentang apa yang menimpa pada mentari" tanya marisa sambil menyipitkan matanya
"bukan... Tapi aku ingin memastikan saja, karena kan hanya kamu yang aku kasih tahu tentang rencana keluargaku untuk menjadikan mentari istri ku" jawab leon
"oke oke... Aku tidak mau bahas dia... sekarang ini tentang kita, jadi kita jangan bahas orang lain, apa lagi dia... Aku cuma ingin kamu sama aku, bukan dia. Tapi kalau keluarga kamu masih ingin perjodohan ini berlanjut, apa boleh buat, yang penting kamu masih sama aku, dan aku bisa bebas keluar masuk rumah kamu, aku tidak masalah" ucap marisa dengan sangat santai tanpa dosa
"untuk masalah itu, aku sama sekali tidak masalah, jika orang tua aku sudah balik ke rumah nya, kamu bisa dengan bebas keluar masuk rumah sayang, karena hanya kamu perempuan yang aku cintai, dan hanya kamu perempuan yang bisa membuat aku puas saat di ranjanh" jawab leon
Setelah itu mereka makan dengan suasana romantis, dan saling bercanda gurau, sebenarnya marisa sangat takut kalau sampai rahasia nya bakalan terbongkar, dan dia akan kehilangan semuanya. jadi dia membuat kesepakatan begitu dengan leon, agar marisa bisa memantau sendiri gerak gerik mentari.
Setelah selesai makan, leon dan marisa berencana untuk pergi ke rumah rahasia leon untuk menghabiskan malam bersama, mereka ingin meluapkan rasa cinta dan rasa rindu karena berhari hari mereka tidak bertemu.
Marisa sendiri juga rindu permainan di kamar fantasi leon, marisa rindu permainan leon dengan cambuk yang menggoda gelora marisa. Leon sendiri juga langsung menyanggupi hal itu, dia langsung mengajak marisa pergi ke sana.
Setelah sampai di rumah itu, leon dan marisa tidak perlu basa basi lagi, mereka langsung berciuman sambil masuk ke dalam rumah, dab bermain sebentar di sofa ruang tamu, lalu berlanjut di kamar fantasi.
Permainan demi permainan mereka lakukan dengan panas dan hasrat yang membara, leon sangat terpuaskan dengan permainan marisa dan marisa juga sama, walaupun tubuhnya terasa nyeri karena cambukan di tubuhnya, namun marisa sangat senang dengan hal itu.
...****************...
__ADS_1
Mentari di dalam kamarnya berusaha untuk menata hati dan rasa takutnya lagi, dia tidak ingin selalu ketakutan saat bertemu orang baru, dia berusaha agar fikirannya tidak selalu mengingat kejadian hari itu. Kini mentari mencoba tidur sendiri di kamarnya, walaupun di ruangan itu ada bu melinda dan pak deny, namun mereka beda kamar, dan mentari tidur sendiri, bu melinda dan suaminya tidur di kamar sebelah.
Tapi semuanya itu butuh proses yang tidak bisa singkat, karena untuk melupakan kejadian itu juga sangat susah, mentari sudah berusaha ingin tidur malam, namun saat dia memejamkan matanya, gambaran dia di siksa dengan sangat kejam itu selalu muncul, hingga keringat di keningnya bercucuran, dan nafasnya tersengal sengal.