
Leon langsung membuka jas dan juga kemeja yang dia gunakan, hingga terlihat sepenuhnya roti sobek yang ada di perut leon, tubuh leon sangat bagus sampai membuat perempuan itu semakin tidak sabar untuk menyentuh dan juga menjajahi tubuh yang indah itu. Leon langsung berjalan untuk mengambil es batu yang ada di kulkas untuk dia mainkan bersama perempuan itu, kali ini memang leon yang paling dominan dalam permainan.
Es batu itu langsung di mainkan di sekujur tubuh perempuan itu dengan cara menggeser es batu pakai mulutnya, ke daerah sensitif perempuan. Yang pertamah di leher setelah itu turun ke gundukan jalan, lalu ke perut dan setelah itu ke lubung yang membuat nya semakin tegang.
Perempuan itu semakin bergejolak, mengerang dengan suara yang sudah tidak beraturan, seperti pasrah ingin segerah melihat dan memegang batang milik Leon lalu segera mengobrak ngabrik lubung nikmat milik nya.
kini adegan panas mereka berdua sedang terjadi, karena tidak bisa vulgar, jadi aku persingkat aja yah teman teman. Jadi kalian bayangkan sendiri 😂
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"apa kamu sudah menyerah? Ini belum setengah permainan, dan saya belum merasakan puas sama sekali" ucap Leon saat melihat perempuan itu tersungkur di depannya
"maaf tuan... Bisa beri saya sedikit waktu untuk memulihkan tenaga saya tuan, saya benar benar lamas, batang milik tuan sangat besar dan panjang, sehingga membuat saya cepat merasakan nikmatnya *******" jawab perempuan itu.
"tidak perlu, kamu kalah.... Saya sudah tidak bergairah melihat kamu, lebih baik kamu bebenah dan segera pergi meninggalkan tempat ini, ada sedikit tip untuk kamu, kamu bisa ambil di mejah depan" Ucap leon
Leon langsung memakai kembali bajunya, dan dia langsung pergi naik ke kamarnya, untuk bersih beraih dan juga istirahat. Karena besok dia harus pulang untuk melihat keadaan mentari sebentar, setelah itu dia harus pergi ke kantor.
...****************...
Mentari yang mulai terbangun, dia sangat terkejut karena dia masih berada di kar milik leon, jadi dia bergegas untuk keluar dan kembali ke kamar milik dia sendiri.
Dengan rasa sakit yang ada di seluruh tubuhnya, mentari berusaha membuka pintu kamar itu, namun sayangnya tidak bisa. mentari sudah teriak teriak namun tidak ada yang mendengarnya, karena kamar itu memiliki sistem kedap suara, bahkan pintu tidak akan terbuka kalau bukan leon sendiri yang membukanya.
__ADS_1
Memtari menangis ketakutan karena dia sendirian di dalam kamar, bahkan dia juga masih takut kalau sampai dia di hukum sama leon lagi.
"kenapa sih... Aku harus berakhir di sini, aku di rumah sana selalu saja di sakiti, dan di sini juga di sakiti. Kenapa aku tidak pernah bahagia" ucap mentari pada dirinya sendiri
"kenapa semua orang itu jahat, dari kecil aku hidup tidak pernah merasakan kebahagiaan, aku tidak pernah merasakan dicintai sepenuh hati, ibu, ayah juga tidak pernah adil sama aku dan sulis, sulis selalu mendapatkan semua hal yang aku inginkan, mulai kasih sayang, sekolah, liburan, makan makanan enak, dan dia juga selalu di belikan baju sama ayah dan ibu. Sedangkan aku hanya mendapat baju sisa dari ibu yang sudah bolong"
"aku kepingin seperti anak anak lain... yang bisa hidup dengan bahagia, yang bisa mendapatkan semua yang dia inginkan. Bukan seperti ini, bahkan aku di jual sama orang tua ku sendiri cuma gara gara uang"
Karena kelelahan menangis, akhirnya mentari tertidur dengan bersender pada pintu sampai pagi hari. mentari yang terbangun masih tetap berada di dalam kamar, akhirmya dia mencoba untuk keluar ke balkon kamar, dia berencana untuk melompat saja kalau jaraknya tidak terlalu tinggi.
Saat melihat ke balkon kini nyali mentari menjadi ciut untuk melompat, karena posisi kamar leon berada di lantai 3. Dengan ragu ragu mentari mencoba melompat dengan mata tertutup.
"gak papa deh lompat aja, paling cuma luka luka trus kalau agak parah yah paling patah tulang aja, kalau mati kayaknya gak mungkin deh" ucap mentari
"aaahhhhkkkkk tolong..... Tuan..... Mentari gak mau patah tulang sekarang" teriak mentari sambil bergelantungan
Leon yang melihat itu, dia sendiri terkejut, dan langsung berlari untuk menolong mentari. Setelah dia berhasil menarik mentari ke aras, leon tak lupa untuk memarahin mentari.
"kamu itu gila apa.... Kenapa kamu mau bunuh diri" ucap leon yang marah marah
"maaf tuan.... Mentari tidak bermaksud untul bunih diri, mentari hanya mau keluar dari kamar ini aja" jawab mentari sambil menunduk
"kenapa kamu tidak teriak aja, nanti juga ada yang nolongin kamu keluar dari sini" ucap leon
__ADS_1
"dari semalam saya teriak teriak, tapi tidak ada yang mendengar suara saya, bahkan pintu kamar sudah saya pukul pukul tali tetap saja semuanya gak ada yang mendengar" jawab mentari yang ketakutan karena di marahin leon
(ohh iya yah... Kamar ini kan kedap suara, mau teriak teriak kaya bagaimanapun tidak akan ada yang mendengar, yahh sudahlah yang penting ini salah dia, kenapa dia tidak mencari cara lain untuk keluar dari kamar ini) suara hati Leon
"yah sudah... Sana keluar kamu, lakukan tugas kamu, bantu mak ton masak, dan jangan lupa kamu bersih bersih taman" ucap leon
"iya tuan... Terima kasih" jawab mentari dan langsung lari keluar kamar
Mentari langsung masuk ke dalam kamarnya, untuk mandi dan bersih bersih, walaupun kulitnya masih sedikit sakit jika terkena air, mentari menguatkan badan nya untuk mandi.
Setelah mandi mentari mengikuti omongan leon kalau dia harus membantu mak ton masak, dan setelah itu dia harus membersihkan taman.
"tari... Kamu tidak apa apa kan nak..." tanya mak ton saat mentari masuk ke dapur
"tidak apa apa mak... Cuma kulit mentari aja yang sedikit terasa nyeri, karena air panas tadi malam" jawab mentari
"emang kamu ngapain semalam, sampai tuan muda sangat marah sama kamu" tanya mak ton lagi
"mentari tidak berbuat apa apa mak, cuma kemarin malam, tuan Dion kakaknya tuan muda, datang dan dia langsung megang megang mentari di depan tuan muda, bahkan tuan Dion hampir ingin mencium mentari mak... Mentari sebenarnya ingat kalau tuan muda menyuruh mentari untuk tidak dekat dekat sama tuan Dion, tapi kemarin itu kejadiannya sangat cepat, mentari ingin menghidar saja tidak bisa, jadi tuan muda marah sama mentari" jawab mentari
"pantesan.... Yah sudah mulai sekararang kamu jangan dekat dekat yah sama tuan Dion, kalau tidak, tuan muda akan lebih marah sama kamu" ucap mak ton sambil tersenyum ke mentari
Setelah ngobrol, memtari dan mak ton langsung masak bersama untuk menyiapkan hidangan buat tuan muda, mentari sedikit sedikit melupakan kejadian tadi malam, jadi dia bisa menjalankan harinya dengan hati yang senang.
__ADS_1