
Mendengar itu mentari langsung mengajak yang lainnya untuk pergi dari situ, karena dia tahu suaminya tidak suka jika melihat orang bertengakar di depan ruangannya, karena itu akan membuat dia seharian dengan perasaan yang tidak bagus. Jadi mentari membiarkan lisa untuk masuk terlebih dahuku ke ruangan leon, dan setelah itu mereka akan masuk.
...****************...
Mereka semua memantau lisa dengan perasaan yang senang karena mereka semua sudah tahu hasil akhirnya bagaimana, lisa bakalan malu dengan tingkah dan sifatnya sendiri. Saat leon datang, lisa langsung menyapanya dan menunjukan beberapa botol yang ada di tangannya, leon langsung meminta kiki untuk membawa lisa masuk setelah 10 menit.
10 menit telah berlalu, kiki langsung membawa lisa masuk ke dalam ruangan leon dan di susul dengan albert juga. Di dalam ruangan lisa hanya berdiri sendiri sementara leon kiki dan albert duduk di sofa yang ada di ruangan leon itu.
"ada apa kamu ingin bertemu dengan saya, apa hasil kerja kamu sudah selesai" tanya leon dengan muka yang dingin dan sinis
"hemmm sudah tuan, ini hasil nya, saya sudah membuatkan 3 botol sample parfum ini, dan saya yakin tuan akan menyukai wangi nya ini, karena saya sudah sangat berkerja keras hinga lembur dan tidak tidur untuk menyelesaikan rancangan ini" jawab lisa dengan semua kebohongannya
"tapi ini kenapa kamu sendiri yah lisa, teman teman kamu di mana, kenapa kamu tidak mengajak mereka untuk masuk bersama dan melakukan presentasi bersama sama, bukannya ini adalah tugas kelompok kalian" tanya kiki dengan tatapan menyelidik
"mereka semua tidak ada kontribusinya dalam menyelesaikan sample ini, ini semua saya yang kerjakan mangkanya saya tidaka jak mereka semua, karena memang mereka hanya malas malasan tidak mau membantu apa apa"
Leon mencoba membuka beberapa sample parfum itu, dan dia mencium semua wanginya, dengan senyum tipis di bibirnya leon langsung menembak lisa dengan berbagai pertanyaan.
"baik kalau emang benar kamu yang membuat ini semua, saya mibta kamu menjelaskan ketiga parfum ini, wanginya apa, konsepnya apa, dan komposisinya apansaja dengan takaran berapa"
__ADS_1
Mendengar itu lisa langsung menelan slavina nya dengan gugup dan gemeteran lisa mengambil satu botol parfum yang ada di depannya itu, dan dia mulai mencium wangi nya untuk di jelaskan ke semua orang.
(haduh mampus... Ini wangi apa yah... Aku kenapa bisa seceroboh ini sih, kenapa aku tidak menanyakan ini semua ke anak anak itu, seharusnya aku bisa lebih faham, kalau hal ini pasti di pertanyakan, kalau begini aku bisa ketahuan kalau cuma bohong dan mengaku ngaku saja) suara hati lisa
"ayo lisa buruan jelaskan, masa kamu tidak faham sih... Ini kan kamu yang buat, seharusnya ini kamu membuat catatan biar tidak lupa, tapi kalau kamu yang buat biasanya sedikit dikit pasti ada yang masih menempel di kepala, karenakan baru tadi malam kamu menyelesaikan ini"
"hemm itmya mbak kiki, tuan leon, pak albert, saya boleh ijin keluar sebentar tidak yah untuk mengambil catatannya di tas saya, biar saya bisa lebih merinci untuk menjelaskan ini"
"oke terserah deh... Sekalian juga panggil semua teman teman kamu, saya juga ingin bertanya sama mereka kenapa mereka membiarkan kamu mengerjakan ini semua"
"ahhh tidak usah deh tuan... Saya aja cukup, nanti tuan leon bisa panggil mereka ke sini setelah saya keluar"
Dengan perasaan yang campur aduk lisa keluar dari ruangan leon dan menuju ke ruangan kerjanya untuk bertemu teman temannya.
" kalian semua di panggil tuan leon ke kantornya, tapi sebelum itu, kasih tahu aku dulu apa saja campuran dari 3 parfum tadi, ehh mentari kamu jangan pelit ilmu yah... Buruan kasih tahu aku" uvap lisa pada teman temannya
"hemmm apa yah... Aku lupa deh... Maaf yah lisa aku tidak bisa kasih tahu kamu, seharusnya kamu tanya sama dirikamu sendiri, bukannya itu kamu yah yang buat, ngapain tanya ke aku"
"ehhh stop jangan pergi dulu... Kalau kalian tidak mau ngasih tahu aku, aku akan laporka kalian ke...." ucap lisa yang belum selesai
__ADS_1
"paman kamu yang HRD itu.... laorin saja... Aku tidak takut, kita lihat saja siapa yang akan bertahan lebih lama di kantor ini, lebih baik kamu buruan sadar deh dn akuin zaja kalau kamu tidak ngerjakan kemarin, dan kamu malah pulang lebih awal" saut mentari sambil memberikan senyuman yang sinis sama lisa
mereka langsung menuju ke ruangan leon, dan lisa mau tidak mau juga harus kembali ke ruangan leon, dengan perasaan yang takut karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari leon tadi.
saat mereka sudah masuk mereka semua berdiri dan berjejer di hadapan leon, kiki ,dan albert. Mereka semua mencoba lebih tenang karena mereka akan mempresentasikan parfum yang sudah selesai, berbeda dengan lisa yang semakin gugup dan gemeteran.
"saya mendengar laporan dari teman kalian lisa yang juga sebagai ketua kalian, kalau kemarin kalian tidak mengerjakan kerangka kalian masing masing, itu kenapa coba perwakilan dari kalian untuk menjelaskan, SEKARANG" ucap leon dengan nada yang sedikit membentak agar semuanya jadi takut sama dia, tapi berbeda dengan mentari, dia malah menahan tawanya karena dia tahu kalau papanya itu cuma ekting.
"maaf tuan saya yang akan mewakili mereka semua, kita dari kemarin itu lembur sampai jam 6 malam untuk menyelesaikan kerangka kami, dan teman teman saya juga menuruh buku belajarnya di bangku mereka masing masing"
"tapi ini kenapa ketua kalian bilang kalau kalian itu malas, dan tidak mau di ajak kerja bersama"
"tidak tuan kami sudah menyerahkan jiwa raga kami untuk terus bekerja di sini, saya sngat senang bisa bekerja di perusahaan terbesar"
"tapi ini buktinya ada tiga parfum yang sudah di buat lisa sendirian"
"itu bukan milik lisa tuan, itu milik kami, dan untuk membuktikannya, kami bisa menjelaskan ke tiga parfum itu. Lagian itu bukan parfum utama, itu hanyalah sample uji coba, dan ini adalah sample yang asli." ucap mentari sambil menyerahkan 1 botol parfum
Lisa yang melihat itu dia semakin terkejut karena dia telah mengambil sample yang salah, lisa ingin mencoba lari dan keluar dari ruangan leon namun lngsung di tahan sama albert dan di minta untuk tetap berada di posisinya saat ini, karena meeting ini belum selesai.
__ADS_1
Dengan terpaksa, dia hanya bisa melihat teman temannya menjelaskan parfum yang mereka bikin, sedangkan lisa yang memang dari awal dia tidak mengerjakan akhirnya dia tidak tahu dengan apa yang di ucapkan teman temannya itu.