
" sudah kalian jangan bergumam sendiri, ini sudah menjadi keputisan bersama karen mentari sudah terbiasa mengikuti tuan leon dalam perjalanan bisnis jadi semuanya sepakat kalau akan mengajak mentari dalam perjalanan bisnis tahun ini"
...****************...
Semua orang merasa tidak senang dengan keputusan perusahaan yang cuma mengajak mentari untuk perjalanan bisnis ke luar negeri, karena mereka semua juga ingin pergi ke luar negeri juga.
"ehhh mentari.... ilmu apa sih yang loe gunakan, sampai sampai hidup loe itu beruntung banget, kenapa harus loe yang di ajak tuan leon pergi ke china" ucap lisa pada mentari
"aku juga tidak tahu lis... Emang aku yang minta untuk di ajak, tadi itu tuan leon memanggil ku untuk di tawari mau tidak di ajak perjalanan bisnis ke luar negeri, kan bukan aku yang memaksa tuan leon buat ngajak aku"
"alah.... Gak percaya gw, loe pasti menjanjikan tubuh loe kan buat tuan leon, agar tjan leon mau ngajak loe, dasar p*lacur murahan"
"lisa...... Jaga mulut kamu yah... Berani sekali kmu bilang aku sepeti itu"
"kenapa emang.... Emang benar kan, kalau loe gak menjual tubuh loe, mana mungkin tuan leon ngajak lor pergi ke luar negeri"
"aku tidak menyangka yah tar... Ternyata kamu rela menjual tubuh kamu, agar kamu bisa pergi ke luar negeri" saut nita dengan tatapan sinis ke mentari
__ADS_1
"nita... Kamu juga berfikiran seperti itu, aku pikir kamu itu teman ternyata tidak. Apa kalian semua menganggap aku seperti itu, hahh jawab...." ucap mentari yang sudah sangat kecewa sama teman temannya
"sudah deh tar... Jangan sok jadi korban loe itu, kita semua di sini itu tahu loe itu rela jual diri agar bisa mendapat posisi bagus di kantor ini kan, dasar p*lacur" ucap lisa yang sengaja membuat situasi menjadi semakin panas
"pantesan saja kamu menolak aku, ternyata kamu punya orang yang lebih kaya, dan jangan jangan kamu sudah tidak gadis lagi yah... Atau mungkin kamu sudah tidur dengan banyak pria yah"
leon yang dengan sengaja menguping pembicaraan mereka, menjadi sangat emosi dan dengan cepat leon langsung memukul muka indra dengan sangat keras, dan mampu membuat indra tersungkur di lantai.
Semua orang di ruangan itu menjadi terkejut karena tiba tiba leon datang dan langsung memukul indra, semuanya menjadi takut dan langsung menunduk tidak berani ngomkng lagi. Sementara mentari masih menangis tidak percaya karena teman teman yang dia bantu kini malah menyerang dia, padahal menyari sudah membantu mereka untuk masuk ke kantor dan ini yang balasan yang di dapat mentari.
"kalian kenapa sekarang diam hahhh... Tadi saya dengarkan mulut kalian kelihatan renyah saat mengolok ngolok mentari... Apa salah mentari sama kalian sebenarnya... Sampai kalian berani bilang seperti itu ke mentari.... Apa kalian tidak ingat saat mentari membantu kalian dalam menyelesaikan tugas kalian semua, tapi seperti ini balasan kalian sama dia"
Semua orang menjadi sangat terkejut, karena mereka tidak menyangka kalau masalahnya bakalan sepanjang ini, dan konsekuensinya mereka akan di pecat.
"tuan.... Tolong tuan... Jangan pecat saya.... Saya tidak menyalahkan tuan, saya hanya menyalahkan mentari saja, karena bukan salah tuan kalau tuan termakan rayuan mentari, karena tuan laki laki normal" ucap lisa
"iya tuan... Tolong jangan pecat kami, kami masih perlu bekerja tuan, keluarga kami juga cuma mengandalkan kami saja" ucap nita sambil memohon
__ADS_1
"kalau kalian tahu itu kenpa kalian berani berbuat seperti itu, saya tidak akan mentoleransi karyawan yang suka menindas rekannya apa lagi yang kalian tindas itu istri ku" ucap leon sambil berteriak ke arah mereka semua
Semua orang menjadi tercengang karena mereka tidak tahu kalau mentari itu adalah istri pemilik perusahaan, dan mereka sudah berani mengolok ngolok. bahkan mentari sendiri terkejut karena leon berani membuka identitas pernikahannya di kantor, mendengar itu mentari langsung menangis dengan cukup keras, dan leon langsung memeluk istrinya itu untuk menenangkan.
"mentari.... Tolong maafkan kami, jika kami taju kamu istri tuan leon, maka kami tidak akan berani ngomong kasar ke kamu, kamu kan tahu, kami dari keluarga miskin, jika kami tidak bekerja, maka keluarga kami tidak bisa makan" ucap jita sambil menunduk di depan mentari
Sementara mentari hanya membuang muka karena dia sangat kecewa dengan mereka semua, mentari menyerahkan semuanya pada suaminya, dan mentari tidak akan membantu mereka lagi.
"maaf... Saya tidak akan memvantu kalian lagi, saya cukup kecewa dengan kalian semua, saya sudah membantu kalian agar masuk ke perusahaan, saya juga selalu membantu kalian untuk memudahkan dalam bekerja, amsaya menganggap kalian semua iti sahabat, tpi ternyata kalian tidak pernah menganggap saya seperti itu. kak leon... aku serahkan semuanya sama kakak, aku tunggu kakak di ruangan kakak saja, kepala ku pusing banget" ucap mentari dan dia langsung pergi ke ruangan kerja leon
karena keramaian yang terjadi, akhirnya semua orang berbondong bondong melihat pertengkaran itu, dan leon juga langsung menyuruh kiki untuk membuat surat pemecatan secara tidak hormat buat meeka semua, dan mereka harus segera pergi dari kantor ini karena leon tidak mau melihat mereka lagi.
Dan karena kejadian itu, semua orang di kantor tahu kalau leon sudah menikah, dan mentari adalah istri dari leon, termasuk sulis adik mentari, dia sangat dia menyangka kalau kakak nya itu sekarang sudah sukses dan menjadi istri orang yang kaya raya.
Sulis langsung kembali ke pantry, dia menjadi sangat bingunh, dan menjadi tidak berani untuk bertemu kakaknya, karena dia tidak mau kalau di anggap malah mencari keuntungan dengan dekat sama mentari.
Jadi sulis lebih memilih menghindar saja, dan terus bekerja seperti apa yang sudah dia sepakati saat melamar pekerjaan kemarin, dan dia akan melupakan kalau punya kakak yang namanya mentari, karena dia tidak mau sampai merepotkan kakak nya, karena kondisi keluarganya saat ini sangat berantakan sekali.
__ADS_1
Leon setelah menyelesaikan masalah mentari, dia langsung menemui istrinya itu, untuk menenangkan mentari yang masih menangis, dia langsung memeluk istrinya itu dengan sangat erat dan membisikan kalau semalam ada dia di sini, tidak akan ada yang bisa menindas mentari, dan mentari di suruh percaya sama leon kalau semuanya akan tetap baik baik saja.
Setelah mentari sedikit tenang, leon langsung mengajaknya pulang ke rumah, karena leon tahu tempat paling nyaman buat mentari saat ini adalah rumah dia sendiri, jadi leon langsung mengajak albert buat pulang, dan menyerahkan semua pekerjaannya pada kiki.