
Lisa terus memohon kepada pamannya itu, sampai lisa mengancam kalau tidak di bantu dia akan melapor kepada orang tuannya, agar mereka berantem dan hubungan kekeluargaannya bisa hancur. namu paman nya tetap tidak bisa membantu lisa lagi, karena kalau sampai ketahuan mereka akan langsung di pecat tanpa uang pesangon sama sekali.
****************
Mentari dan leon bangun secara bersamaan, mata mereka bertatapan saat terbuka, yang membuat mentari langsung memalingkan wajahnya, dan dia lanhsung berdiri dari tempat tidur, saat hendak melangkahkan kakinya, mentari tiba tiba merasakan sakit di area sensitifnya hingga membuatnya berdiri dengan sempoyongan dan jatuh ke lantai.
"kamu kenapa sa... Eh... tari" tanya leon yabg terkejut melihat mentari terjatuh
"tidak apa apa kak... Cuma di situku masih terasa sakit" jawab mentari
Leon langsung bangkit dari tempat tidurnya, dan dia membantu mentari untuk bangun, mentari langsung di papah leon buat duduk di sofa.
"itu hal sangat lumrah, jika area sensitifmu terasa sakit, karena kamu baru pertama kali melakukan hubungan itu, tapi nanti jika ke dua, ke tiga dan seterusnya, itu akan terasa nikmat, bahkan tidak terasa sakit sama sekali"
Mentari langsung melototkan matanya, karena dia terkejut mendengar jawaban dari leon, dari sebelum menikah, mentari tidak pernah terfikirkan kalau omongan itu akan keluar dari mulut leon.
"mentari" panggil leon karena mentari seperti bengong sambil memikirkan sesuatu
"iya kak kenapa"
"kamu harus janji yah sama saya, kalau kamu tidak akan melakukan hubungan suami istri sama laki laki lain, karena saya tidak akan terima hal itu, kamu istri saya, jadi kamu milik saya sepenuhnya. Saya janji saya juga tidak akan melakukan hubungan suami istri dengan perempuan lain lagi, dan saya akan mencari cara buat memutuskan hubungan dengan marisa"
"kenapa kakak bilang begitu, apa kak leon sudah mulai mencintai saya?" tanya mentari
__ADS_1
"entahlah tari... Saya tidak bisa berkomitmen sekarang, karrna saya sendiri juga bingung dengan perasan saya sendiri, saya minta kamu bersabar yah, kamu tunggu saya sampai saya bisa mencintai kamu sepenuhnya"
"iya kak... Saya akan tunggu kakak, saya akan selalu membuat kakak jatuh cinta sama saya" jawab mentari sambil malu malu
"yah sudah sana kmu mandi dulu, ini sudah sangat siang, kita harus ke kantor sekarang. Kamu jangan sampai telat, nanti kamu berangkat saja duluan biar saya belakangan, agar nanti kamu tidak kena masalah"
"iya kak, nanti tari berangkat naik bis saja yah, atau naik ktaksi saja, biar tidak mencolok"
"jangan jangan, kamu pergi dama supir saja, nanti biar kamu di drop di kantor saja, biar orang lain fikir kmu naik taksi online. Se enggaknya saya bisa pastikan kalau kamu berangkat dengan aman"
"yah sudah terserah kakak"
Mentari langsung mandi dan bersiap siap, untuk pergi ke kantor, dia di antar sama pengawal, dan langsung di tinggal setelah sampai kantor. Untuk pulngnya nanti biar mentari bareng sama leon, dengan alasan pergi miting bersama, agar tidak ada yang curiga kalau mentari itu istri dari leon.
Saat mentri masuk ke dalam ruangan leon, dia sangat terkejut saat melihat ada bekal makanan yang ada di dalam ruangan suaminya itu, dan bekal itu ada tulisannya untuk pak leon.
Karena mentari penasaran dari siapa, akhirnya mentari tanya sama kiki yang duduk di depan ruangan leon.
"mbak, bekal di dalam iti dari siapa yah mbak?" tanya mentari kepada kiki
"hahhh bekal apa non...?" kiki malah balik tanya sama mentari
"ehh mbak... Panggil mentari saja, jangan non, nanti semua orang tahu lagi siapa saya, saya dan kak leon itu berencana merahasiakan semuanya, jadi mbak kiki manggilnya sbiasa saja yah"
__ADS_1
"ohh iya non saya lupa, ehh maksud saya mentari. Memang di ruangan tuan muda ada bekal yah"
"iya mbak... Tadi saya beres beres bekal itu ada di meja kerja tuan leon, saya lihat tidak ada namanya, jadi saya tanya mbak kiki, siapa tahu tahu"
"tidak tar... Saya tidak tahu apa apa, lebih baik kamu buang saja, atau kamu kasih ke orang lain, karena nanti kalau tuan muda tahu, dia bisa marah, dan nanti semua orang bakalan kena, jafi lebih baik kamu singkirkan itu demi keamanan kita bersama"
"ohh begitu yah mbak, yah sudah saya kasihkan ke OB saja yah... dari pada di buang gak baik"
"iya terserah kamu aja tar"
Mentari langsung membawa bekal makanan itu ke lantai bawa, dan langsung di berikan ke OB laki laki yang dia temui pertama kali, setelah memberikan bekal itu mentari langsung pergi ke pantry untuk mengambil kopi dan juga air putih.
Saat berada di pantry tak sengaja mentari bertemu dengan lisa yang juga sedang membuat minuman.
"ehh kampung, masih berani yah loe datang ke kantor ini, sudah jam berapa ini hah... Kenapa loe baru sampai"
Mentari hnya diam saja, dia tidak ingin mengambil pusing omongan lisa, karena dia tahu kalau lisa hanya cemburu sama dia, karena posisi yang dia inginkan di berikan ke pada dia.
"loe tuh yah segarusnya selalu ada di samping tuan leon, bukannya malah datang terlambat, loe itu cuma pekerja rendaham jadi jangan berani berulah di sini"
"haduh mbak lisa... Kenapa sih kamu selalu mengganggu saya, saya tidak pernah mengganggu kamu loh, bahkan saya jugatidak memiliki masalah apa apa sama kamu, tapi kenapa kamu selalu cari masalah sama saya. Mau datang telat atau tidak, itu terserah saya, karena kamu tidak tahu apa apa, saya datang telat itu juga atas permintaan tuan muda leon, karna dia sendiri juga datang terlambat, dia tidak mau saya menunggu terlalu lama, jadi saya di suruh datang jam 9. Kalau kamu tidak percaya, silahkan tanyakan sendiri sama resepsionis yang menjaga absen pegawai, tapi kalau kamu masih tidak percaya kamu bisa tanya langsung sama tuan leon nanti kalau dia sudah datang" penjelasan mentari dan dia langsung meninggalakan lisa di pantry sendirian
Lisa sangat kesal dan emosi karena mentari berani mbalas dirinya, dan sepertinya mentari tidak takut dan gentar dengan dirinya. Lisa memikirkan rencana untuk menfitnah mentari agar leon bisa sedikit berpaling pada dirinya.
__ADS_1
Lisa terus berfikir sambil berjalan menuju ke ruangan dia bekerja, saat di jalan dia tidak sengaja papasan dengan OB yang sedang makan di sudut lorong, dia merasa kalau dia mengenal kotak bekal yang di pakai OB tersebut. Lisa langsung menghampiri sang OB dan bertanya mengenai bekal yang dia makan, saat tahu termyata bekal itu di kasih sama mentari, lisa semakin memanas dan kebakaran jenggot, dia semakin marah dan kesal pada mentari, karena mentari berani memberikan bekal itu kepada OB.