
Leon yang mendengar itu dia jadi bingung, ada apa sama mentari sebenarnya, tapi permintaannya tidak ada yang salah, karena dia juga sadar kalau semua perempuan yang sudah menikah pasti menginginkan hak itu dari suaminya, dan leon hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, trus leon langsung pergi meninggalkan mentari karena dia ingin pergi berenang, untuk meringankan semua beban di kepalanya.
Setelah melihat leon pergi begitu saja tanpa sepatah kata apa pun dan hanya anggukan kepala saja, membuat air mata mentari mengalir, namun dengan segera dia hapus dan dia mencoba menyakinkan dirinya sendiri untuk terus mendekati leon, agar leon juga bisa punya perasaan pada dirinya.
Mentari mulai mempelajari di mana saja baju dan semua peralatan leon tersimpan, agar nanti saat leon membutuhkan hal itu, mentari bisa mengetahui semuanya.
Bahkan menyari juga mempelajari semua kebiasaan leon, jam dia berenang, jam dia olahraga, jam dia bekerja, dan juga jam dia istirahat, karena leon tidak pernah menghafal semua jadwalnya itu.
...****************...
Bu lastri kini sudah sngat kehabisan cara bagaiamana lagi cara dia untuk bisa mendapatlan uang, karena semua uang yang dia miliki habis begitu saja, bahkan jika hanya menghandalkan suaminya saja itu tidak bisa mencukupi semua kebutuhan dia.
Mulai dari bayar listri, biaya bensin mobil mereka, dan juga arisan yang di ikuti bu lastri dengan angkah yang cukup banyak, bahkan semua barang barang mewahnya seperti baju, tas dan juga sepatu sudah mereka jual jual untuk memenuhu kebutuhan hidup mereka
Kerjaan bu lastri kini hanya marah marah saja, pada anak dan suaminya, bahkan sulis sudah sangat tidak kuat jika terus tinggal di rumah ibunya itu. Bahkan sulis sudah memiliki rencana untuk mengambil perhiasan yang di miliki ibunya itu untuk di bawa kabur dan mulai hidup mandiri di kota.
__ADS_1
Namun sayang nya dia sudah mencoba beberapa kali namum gagal, karena bu lastri sangat pintar dalam.menyimpan semua barang barang dia, yang ada malah sulis harus menerima hukuman dari ibunya sendiri karena sempat ketahuan membongkar almari milik bu lastri.
Pak joko sendiri sudah mulai malas malasan untuk bekerja sendirian, jadi kini pak joko jarang pulang ke rumah karena dia juga tidak mau kalau harus di marahin sama bu lastri, karrena pulang tak bawa uang sepeser pun.
"sulis.... Sini kami sekarng... Buruan... " teriak bu lastri saat memanggil sulis
"kamu ini sudah sebesar ini masak gini aja gak bisa, mask itlya kamu goreng ikan sampai hitam hitam begini, bukannya kamu sudah lama belajar masaknya, atau kamu sengaja yah biar ibu tidak makan trus kamu yang makan ikan ini sendiri" ucap bu lastri sambil menjewer telinga sulis
Sambil menahan sakit di telinganya, sulis hanya bisa minta maaf dan bilang kalau dia tidak sengaja, karena dia masih harus mengerjakan ini iti sendirian jadi dia meninggalkan ikan di penggorengan sampai gosong
namun bu lastri tidak mau mendengarkan apa pun, dia cuma menyalahkan sulis saja, dan bu lastri langsung memukul sulis pakai pirjng yang akan dia gunakan makan itu, bahkan piring itu di pukulkan di kaki sulis sampai pecah.
"cukup bu.. Ibu kalau tidak mau ikannya gosong, kenaoa tadi bukan ibu saja yang masak, kan dari tadi ibu tidak ngapa ngapain, dan hanya makan kuaci sambil nonton TV saja, sulis capek bu kalau begini terus, sulis itu anak ibuloh, kenapa ibu sekarang suka menyakiti sulis seperti ini. Kalau memtari dulu masih wajar, dia hanya anak angkat sedangkan aku kan bukan anak angkat ibu."
"kamu sudah berani membantah ibu yah sulis, kamu harung ingat ibu itu sudah membesarkan kamu, melahirkan kamu, dan juga ibu sudah mengandung kamu 9 bulan, sekaramg itu waktunya kamu balas budi sama ibu, karena ibu menganggap semuanya utang sama ibu"
__ADS_1
Mendengar omongan ibunya itu membuat sulis sangat tidak mengerti lagi, karena kenapa dia bisa di lahirkan di dunia ini, lewat rahim ibunya, kalau dia dulu bisa memilih, maka dia tidak akan mau memiliki ibu yang sangat pelit, bahkan sanggup menghitung semua biaya yang di perlukan dari hamil sampai membesarkannya.
Karena dia bingung dengan semuanya, akhirnya sulis pergi ke pantai untuk menenangkan diri, dia sudah tidak menghiraukan lagi omongan dari ibunya itu, mau dia akan di marahin atau apalah yang penting dia sekarang mau pergi dulu agar fikirannya bisa kembali rileks.
Saat dalam perjalanan ke pantai, secara tidak sengaja, dia bertemu dengan bapaknya yang sedang teler karena mabuk, sulis hanya melihat sebentar lalu dia langsung pergi begitu saja. Karena dalam hatinya dia sangat sedih, sejak tidak ada mentati semua keluarganya jadi berantakan, walaupun hidup pas pasan tapi dia masih bisa senang senang walaupun mentarinya yang menderita, tapi kini setelah mendapatkan uang yang sangat banyak, mereka malah hancur seperti ini.
Sesampainya di pantai, sulis langsung duduk di batu karang yang ada di bibir pantai, dia melihat ke arah laut, dan mbiarkan ombak membasahi bajunya, karena dengan seperti itu sulis bisa menghibur dirinya.
Sampai sulis berhayal kalau dia menikah sama orang yang kaya, dia pasti akan bahagia, walaupun umurnya masih sedikit, tapi dia mau saja menikah sama orang yang lebih tua asalkan kaya raya, jadi dia bisa pergi dari kehidupan orang tua nya.
Sampai mata sulis berhenti di balkon rumah orang yang sangat bagus, bahkan rumah itu agak jauh dari pantai tempat sulis, namun kemwgahan rumah itu sanagtbterlihat indah, sampai dia terus bertanya tanya rumah siapa itu.
"perasaan dulu rumah itu tidak sebesar itu, tapi kenapa sekarang terlihat sangat besar dan bagus yah, bahkan pembangunannya sangat cepat, orang kaya seperti apa yah yang mampu membangun rumah semegah itu"
"aku harus main main ke daerah rumah itu, siapa tahu bertemu dengan pemiliknya, trus dia tak sengaja melihat ku dan langsung jatuh cinta, lalu mengajaku mai dan masuk ke dalam rumah nya"
__ADS_1
"iya... Walaulun itu hanya ada di sebuah dongeng saja, tapi apa salahnya di coba, siapa tahu aja benar, dan aku bisa menjadi nyonya rumah itu, kalau sampai itu berhasil, maka akan ku tinggalkan orang tua yang tidak berguna itu, ibu yang sangat pelit dan suka marah marah, bapak yang tikang mabuk, tapi malas bekerja" ucap sulis pada dirinya sendiri
Setelah memandangi rumah itu, akhirnya sulis kembali ke jalan pulang, tubuh nya sudah sangat kepanasan karena matahari sedang terik dan bajunya juga sudah basah semua, di tambah angin laut yang sangat cepat, membuat sulis sedikit kedinginan karena bajunya basah. Sesampainya di rumah sulis langsung masuk lewat pintu belakang dan melepas semua bajunya, dan setelah itu mandi lalu dia ingin tidur sambil mengunci pintu kamarnya, dan tidak memperdulikan kalau ibunya memanggil dia.