
Mendengar itu bu lastri langsung terdiam dan tidak bisa bicara apa apa lagi, mentari langsung pergi meninggalkan rumah itu. Sementara sukis sangat ingin ikut pergi bersama kakaknya, namun dia juga tidak ingin meninggalkan ibunya.
...****************...
Sebenarnya di dalam hati mentari dia tidakbtega melihat kondisi orang tua dan adiknya yang seperti itu, namun dia juga tidak bisa berbuat apa apa, mentari tidak mungkin mengajak mereka tinggal bersama karena sifat mereka yang tidak bisa berubah, dan mentari juga takut sama keluarganya leon.
Mentari kembali ke sepeda motornya dan dia berniat untuk kembali pulang ke rumah karena dia takut kalau nanti sampai leon sampai mencari dia, sebab mentari pergi dari rumah tidak berpamitan sama leon.
melihat mentari yang menuju jalan pulang, leon langsung mengencangkan motornya, agar tidak di dahului sama mentari, karena dia tidak mau ketahuan kalau sedari tadi RS zhq UI
Mentari membawa motor dengan santai santai aja, dia masih ingin menikmati jalan desa yang dulu sering dia lewati. setelah sampai di rumah mentari langsung membawa motornya kembali ke garasi agar tidak ketahuan leon dia habis pergi sendiri.
"lohh motor ini kok sama seperti motor yang ngebut tadi yah... Iya ih... Sama dua duanya, atau hanya kebetulan saja yah..." ucap mentari saat melihat ada dua motor di garasi
Tapi mentari tidak memperdulikan hal itu, dia berfikir mungkin hanya kebetulan sama saja, karena pabrik tidak akan membuat motor itu hanya cuma satu, jadi wajar saja leon memiliki motor yang sama seperti yang di pakai orang tadi
mentari masuk ke dalam rumahnya dan langsung di sambut leon dengan tatapan sinis di depan pintu, mentari tahu kalau dirinya salah karena pergi tanpa pamit dan tanpa pengawalan, mentari langsung mencoba menjelaskan hal itu pada leon
"kak leon... Maag yah... Kakak marah yah sama aku" ucap mentari pada leon
"kamu tahu kan kesalahan kamu itu apa? Tapi kamu kenapan masih melakukan itu, pergi sendirian itu sangat berbahaya, dan apa.lagi kamu pergi menggunakan motor saja, tanpa pengawalan, jika nanti kalau kamu di cegat sama preman bagaimana, ini itu di kampung bukan di komplek perumahan, jadi saya minta kamu hati hati lagi"
Mentari hanya diam saja dan mendengarkan semua omongan leon, karena dia sangat tahu itu hal yang sangat salah. Setelah memarahin mentari leon langsung pergi ke kamar dan meninggalkan mentari yang masih terpaku berdiri di ruang tamu.
__ADS_1
...****************...
"ohhh astaga... untung saja mentari tidak curiga sama sekali, berarti dia benar benar tidak tahu kalau aku tadi mengikuti dia"
"tapi kenapa yah aku jadi lebih penasaran sama mentari ketimbang marisa sekarang, bahkan tadi aku lebih pilih mentari ketimbang kerja di kantor, apa aku sudah mulai ada perasaan yah sama dia, tapi perasaan ini aku bingung sebagai apa, sebagai istri, teman atau yang lainnya, " ucap leon sendiri di dalam kamar
...****************...
Singkat cerita, hari sudah malam, mentari dan leon langsung masuk ke dalam kamar untuk tidur, namun mentari bingung mau tidur di mana, dia takut kalau nanti leon tidak nyaman saat tidur bersama dia.
akhirnya mentari memilih untuk duduk di sofa sambil menonton TV, siapa tahu aja dia nanti bisa ketiduran di sofa jadi tidak harus mengganggu leon di kasur.
"kamu belum ngantuk? Kok nonton TV"
"tidak kak... Aku masih belum ngantuk"
Mendengar ituentari langsung mematikan tv nya dan dia minta maaf sama leon, dan mentari langsung menyuruh leon tidur duluan, karena besok dia masih harus pergi berkerja, sementara mentari memilih tidur di sofa sambil main hp
"kamu tidak mau tidur satu ranjang sama saya?"
"hahhh bukan begitu... Saya hanya belum ngantuk saja,"
"kamu jangan bohong, mata kamu sudah merah, dan itu menandakan kalau kamu sedang ngantuk tapi kamu tahan itu"
__ADS_1
"saya tidak mau mengganggu tidur kak leon, saya juga tidak mau kalau nanti kak leon merasa tidak nyaman saat saya ada di situ"
"kamu itu istri saya, walaupun kamu belum saya sentuh sama sekali, tapi tetap kamu itu istri saya, kamu bisa dengan bebas tidur di samping saya kalau kamu mau, jika kamu bisa merubah saya menjadi cinta sama kamu, saya akan dengan senang hati menyentuh kamu, tapi selama saya belum bisa mencintai kamu, saya tidak akan menyentuh kamu lebih dalam, karena saya tahu kamu bukan seperti perempuan perempuan yang pernah saya tiduri, kamu gadis baik jadi saya akan memperlakukan kamu dengan baik."
"kalau begitu, ijinkan saya mendekati kakak, agar kakak bisa suka dan cinta sama saya, karena sangat sakit sekali, kalau suami kita tidak pernah mencintai kita. Kakak tidak keberatan kan jika saya berusaha membuat kakak jatuh cinta sama saya"
"iya saya tidak akan keberatan, kamu mau melakukan apa saja bisa, yang penting jangan di luar batas"
"iya kak terima kasih... Oh iya kak besok kakak kan ke kantor, saya boleh tidak kerja di kantor kakak, saya bosan kak jika hanya di rumah saja, tapi kakak tenang saja, saya akan merahasiakan hubungan kita, dan nanti kita akan berangkat sendiri sendiri"
"yah sudah kamu besok langsung masuk aja ke kantor, kebetulan besok ada beberapa orang yang mau melamar kerja, dan kamu bisa melamar bersama orang orang itu, tapi nanti saya yang akan memutuskan orang nya masuk atau tidak"
"jadi nanti kakak akan memasukan saya, dan akan menolak orang orang itu"
"iya... Karena posisi yang kosong itu cuma satu, jadi nanti kalau kamu masuk orang orang itu tidak akan masuk"
"yahhh kalau begitu tidak usah deh kak, kadian sama orang orang itu, mereka lebih membutuhkan pekerjaan itu, jadi saya tidak jadi deh"
"hemmm oke oke, kalau begitu, nanti kamu akan menjadi seketaris saya, jadi salah satu dari mereka tetao bisa masuk di perusahaan... Puas kamu"
"he he he he makasih kak... Saya janji saya tidak akan mengecewakan kakak, di kantor"
Setealah ngobrol lama, akhirnya mereka tidur di satu ranjang yang sama, mentari sangat senang sekali karena dia di beri kesempatan sama leon untuk bisa merebut hatinya, walaupun itu agak susah, namun mentari tetao semangat dan tidak pantang menyerah, agar dia bisa menempati posisi sebagai istri di rumah dan di hati leon.
__ADS_1
...****************...
sinar matahari sudah menerobos masuk ke dalam cela cela gorden kamar mentari dan leon, yang membuat mata mentari menjadi silau dan akhirnya terbuka. Mentari langsung melihat pemandangan yang aangat indah di depannya membuat pagi nya sangat segar dan menyenangkan, dan tak lama akhirnya mata leon juga terbuka dan langsung melihat ke arah mata mentari.