TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 49


__ADS_3

Leon hanya mengamati saja, dia tidak membantu mentari apa apa, karena dia sendiri tidak mengerti sama sekali, bahkan leon untuk memegang pupuk saja dia tidak mau, karena dia tahu pupuk itu dari kotoran hewan.


****************


Setelah memperbaiki tanaman milik pak liam, leon mengajak mentari duduk di depan api unggun, dia duduk berdua sambil menunggu albert datang membawa makanan. keadaan malam itu agak canggung karena mereka berdua sama sama diam dan tidak ada yang berani membuka suara.


Dari kejauhan pak liam memperhatikan mentari dan leon, pak liam mulai flashback saat masa masa dia bersama dengan mendiang istrinya. Istri pak liam meninggal sudah lama, hal itulah yang membuat pak liam enggan bersosialisasi dengan banyak orang, hari harinya di habiskan di dalam rumah saja.


Pak liam sangat mencintai istrinya itu, sampai sampai dia meneruskan hobi istrinya untuk meracik ramuan parfum dari tumbu tumbuhan. Racikan dari pak liam sendiri sudah di akui sama banyak orang bahkan perusahaan, karena terkenal memeliki wangi yang khas, dan sangat berbeda dengan wangi wangi yang lain.


Tak beberapa lama akhirnya albert datang membawakan beberapa makanan yang bisa mereka masak sendiri dan ada juga yang bisa lanhsung di makan. Mereka mendirikan 2 tenda, yang satu di gunakan leon dan mentari sedangkan yang satunya di gunakan albert.


Setelah makan, mereka memutuskan untuk langsung tidur dan kembali bertemu pak liam besok pagi, jika memang pak liam masih belum mau berkerja sama, mereka memutuskan untuk pulang saja dan memikirkan beberapa rencana untuk mengembangkan parfum mereka sendiri.


Leon dan mentari masuk di dalam satu tenda yang berukuran tidak terlalu besar namun masih cukup untuk di gunakan berdua, leon menutup pintu tenda itu, dan mereka mengambil pisisi salang membelakangi, namun mereka berdua tidak juga bisa tidur, akhirnya leon memutuskan untuk memulai percakapan pada istrinya itu.


"apa kamu sudah tidur?"


"belum kak... Saya tidak bisa tidur"


mereka langsung saling membalikan badannya, sehingga mata mereka berdua bertemu dan saling bertatap tatapan.


"bagaimana kalau kita pergi ke hotel saja, saya akan carikan hotel, agar kamu bisa tidur lebih nyenyak"


"tidak usah kak, kakak kan masih perlu bertemu sama pak liam besok pagi, jadi kalau kita ke hotel, kita bisa telat bertemu pak liam nya"

__ADS_1


"tidak apa apa, kalau memang itu milik kita, mau bagaimanapun itu akan jadi milik kita, dan begitun sebaliknya"


"tapi apa salahnya kita mencoba hal yabg paling mungkin terjadi, jadi kita di sini saja yah, kakak tenang saja aku masih bisa kok tidur di sini"


"kamu yakin?"


"iya kak.... Saya boleh minta tolong tidak"


"apa itu"


Mentari langsung duduk dan langsung melentangkan tangan kanan leon, dan mentari langsung merebahkan badannya dengan menggunakan tangan leon sebagai bantal, tubuh mentari juga langsung mendekat di tubuh leon, dan mentari juga langsung menenggelamkan mukanya di dada bidang milik leon


Leon hanya bisa pasrah dengan tingkah mentari itu, leon sendiri juga sangat senang karena dia bisa sedekat ini dengan mentari, leon juga langsung menempelkan kepalanya di kepala mentari, kakinya pun langsung menyilang di kaki mentari.


Dengan posisi seperti ini membuat mereka bisa tidur sangat nyenyak, karena udara dingin sedikit berkurang saat mereka saling berpelukan. jantung merrka berdua sebenarnya sangat berdetak cepat, namun mereka mengabaikan itu.


****************


Matahari sudah sedikit naik, dan berhasil menembus cela cela tenda leon dan mentari, mereka terbangun bersaamaan yang membuat matanya bertemu lagi, mentari langsung memalingkan matanya dan dia langsung bangun dan memilih keluar dari dalam tenda.


Tak berapa lama leon juga keluar dari dalam tenda dan dia meregangkan semua badannya, karena tidur dengan model seperti itu membuat tangannya sedikit nyeri, dan badannya sedikit sakit karena tidur di alas yang tidak empuk.


Setelah merenggangkan tubuhnya, leon ingin membangunkan albert dari dalam tenda "woyy bert bangun, sudah pagi ini, kamu kan tahu kalau pagi pagi aku harus ngapain"


Namun sayangnya dari dalam tenda tidak ada balasan, dan mentari baru menyadari kalau pintu tenda sudah terbuka, kalau begitu mereka langsung memutuskan untuk mencari albert yang ada di mana, karena mereka melihat mobil masih terpakir.

__ADS_1


"ini tidak mungkin kalau albert kabur kan dari sini"


"tidak kak, itu tidak mungkin kak, jangan jangan kak albert di culik orang, kaya mentari waktu itu"


"tidak mungkin ahhh, mana ada yang mau menculik si albert, dia itu makannya banyak, orang yang menculik dia pasti akan sangat rugi"


"bisa aja kak, mentari juga makannya banyak, namun saat di culik dulu, mentari tidak di kasih makan apa apa, malah mentari hanya di siksa"


Leon langsung mengalihkan pembicaraan itu, karena jika di teruskan, mentari bisa bisa mengingat kejadian itu dan membuat traumanya kambuh lagi, leon tidak ingin hal itu terjadi.


"yah sudah coba kita cari di dalam mobil, siapa tahu dia tadi malam tidur di mobil, dia ingin mencari tempat yang nyaman"


"yah sudah ayo"


Saat sampai di mobil leon langsung menyadari karena jendela mobil terbuka setengah, leno lngsung memukul mukul kaca mobil agar albert bangun dari tidurnya


Albert yang berasa mobilnya bergoyabg dan ada yang mengetuk, dia langsubg bangun, dan melihat ternyata bos nya sudah ada di luar dengan ekspresi yang kurang bersahabat.


"iya tuan ada apa?"


"ada apa ada apa, kenapa kamu tidur di sini, bukannya kemarin saya suruh kamu tidur di tenda, kenapa malah pindah ke sini, tahu begitu kemarin saya tidur di hotel saja, atau kita pulang"


"maaf tuan kemarin badan saya kedinginana dan punggung saya juga terasa sakit, jadinya saya milih tidur di mobil saja, cari yabg sedikit empuk dan hangat"


"sudah jangan banyak alasan kamu, sekarang lebih baik kamu siapkan makanan, kalau tidak kamu pesankan saja, jangan pakai lama"

__ADS_1


Albert langsung berangkat menxari restoran terdekat, walaupun keberadaan mereka masih di desa, jauh dari pusat kota. Setelah beberapa saat berkeliling, akhirnya albert menemukan satu warung yang masih buka di sebuah pasar, jadi tanpa pikir panjang akhirnya dia beli beberapa macam makanan untuk di bawa ke tenda.


Mentari dan leon mencuci muka mereka menggunakan air sunga yang sangat jernih, bahkan sabgking jerninya mereka bisa melihat ikan ikan yang lagi berenang. Setelah mencuci muka meeka bebenah dan menyiapkan meja untuk makan, sambil menunggu albert datang mentari melihat bunga yang dia perbaiki kemarin, dan mentari di buat terkejut karena bunga itu.


__ADS_2