TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 41


__ADS_3

Mendengar itu, leon hanya bisa pasrah, karena memang mentari mulai bekerja besok pagi, jadi dengan terpaksa leon mengijinkan mentari pergi bersama mamanya. Mentari hanya bisa menahan tawanya saja, karena baru kali ini ada ibu dan anak sedang berantem karena merebutkan dirinya. Di titik ini mentari baru menyadari kalau ada orang yang dengan tulus menyayangi dia.


...****************...


Mentari dan bu melinda pergi ke mall dan belanja banyak sekali barang, mulai dari baju, sepatu, tas, hingga make up baru, bahkan mentari di ajak untuk ikut spa dan merawat diri di salon, agar besok mentari bisa bersinar seperti namanya.


Memtari hanya bisa mengikuti saja semua kemauan ibu mertuanya, karena mentari tidak bisa menolak apapun, jika dia bilang tidak maka ibu melinda akan membelikan semuanya lebih banyak.


Saat mentari keluar dari salon, tiba tiba mentari berpapasan dengan lisa, dan mereka sempat berdebat lagi, karena lisa masih tidak terima mentari di angkat sebagai seketaris pribadi dari bos besar.


"ohhh kamu... Ngapain kamu di sini, mau dandan secantik apapun kamu, tetap aja kecantikan kamu tidak bisa menyamai aku, dan jangan harap tuan leon akan melirik ke kamu" ucap lisa


"maaf yah... Lebih baik kita bekerja sendiri sendiri saja, posisi kita kan berbeda beda, dan kalau kamu memang suka sama tuan leon, yah kamu berusaha aja, dan biarkan saya juga berusaha, nanti siapa yang akan menang, itu kita lihat saja nanti" jawab mentari sambil melangkah pergi dari lisa


"lihat saja yah nanti... Saya akan pastikan kerja kamu tidak akan lama, dan tuan leon sendiri yang akan memecat dan mengusir kamu secara tidak hormat" teriak lisa namun mentari tidak menghiraukan


Mentari mengajak bu melinda ke sebuah lestauran untuk menenangkan diri sambil memesan makan dan minum. Saat di lestauran bu melinda sudah sangat dongkol, apa lagi dia mendengar sendiri kalau ada yang menjelek jelekkan putrinya


dari awal perempuan iti bicara ketus ke mentari, bu melinda sebenarnya sudah sangat meradang dan dia ingin sekali menampar mulut perempuan itu, namun mentari meyakinkan bu melinda untuk sabar dan tidak perlu menghiraukan omongan lisa.


"ihhh mama sebel banget deh sama tuh perempuan, sok cantik banget, gak tau apa dia tadi sedang ngomong sama siapa" gerutu bu melinda


"sudah ma... Tidak apa apa, mentari tidak memasukan omongan dia ke hati koo, lagian kan, menyukai seseorang itu kan hak untuk semua orang, jadi mentari tidak mau melarang Larang dia, memtari percaya sama kak leon kok ma"


"kamu itu, jangan terlalu baik kenapa, jika mama tidak kamu cegah tadi, pasti tuh perempuan sudah habis sama mama"

__ADS_1


"ma.... Kalau tari bukan orang baik, pasti mama tidak akan mau memilih tari sebagai menantu mama kan, lagian kak leon juga belum cinta sama tari, jadi ini proses tari membuat suami tari bisa mencintai tari"


"uhhj sayang.... Kamu buat mama terharu deh... Yah sudah, pokoknya mama akan mendukung setiap apa yang kamu lakukan, dan mama juga akan memberi kamu tips tips agar bisa merebut hati leon"


"terima kasih yah ma... Mentari bersyukur banget bisa memiliki mertua yang bisa sayang ke mentari seperti anak sendiri"


"kamu memang anak mama, jadi jangan pernah anggap mama ini mertua kamu, karena mulai dari sekarang kamu putri mama dan sampai kapanpun kamu tetap menjadi putri mama"


Mentari dan bu melinda berpelukan untuk menunjukan rasa sayang nya, dan mentari juga sedikit demi sedikit merasakan punya orang tua kandung sendiri, walaupun bukan orang tua yang melahirkan dia, namun mereka bisa menjadi orang tua yang terbaik buat mentari.


...****************...


Leon di kantor selalu kepikiran tentang mentari, dia sebentar sebentar melihat ponselnya untuk melihat keberadaan mentari dan mamanya ada di mana, karena hari sudah sore, leon ingin segera menyelesaikan pekerjaannya, karena dia tahu kalau malam mentari tidak bisa di tinggal sendirian, dia tidak mau berada di rumah sama orang baru yang dia kenal, jika tidak ada orang lama, mentari akan terus ketakutan dan teriak teriak.


Melinda : iya halo leon kenapa?


Leon : ma... Mama ini sama mentari masih di mana? (tanya leon yang berpura pura tidak tahu keberadaan mereka)


Melinda : ini mama sama memtari mau balik ke rumah, jadi kamu nanyi jemput mentari di rumah mama aja yah, mama takut kalau trauma mentati balik lagi kalau sendirian di rumah kalian


Leon : iya ma... Nanti leon akan pulang bareng papa, sekalian jemput mentari


Melinda : kamu tadi telpon mama cuma mau ngomong itu aja, kamu tidak bertanya pada mama keadaan mentari bagaimana, dan mentari mengalami apa saja


Leon : maksud mama apa, emang mentari kanapa ma... Mentari baik baik saja kan ( leon semakin kefikiran mentari)

__ADS_1


Melinda : mentari baik baik saja sekarang, tadi tuh yah... Ada yang ngajak berantem, jadi ini mama melindungi mentari dulu


Leon : hahhh ngajak berantem gimana sih ma... Siapa yang berani ngajak mentari berantem


Melinda : tau tuh siapa, kayaknya fans kamu di kantor deh, soalnya tadi dia bilang kalau dia ingin merebut hati kamu. Awas aja yah kamu kalau sampai membuat mentari menangis atau sampai sakit hati


Leon : entahlah ma... Leon itu tidak memperdulikan semua hal seperti itu, leon itu tidak mudah mencintai orang, bahkan banyak anak anak kantor yang selalu memberi perhatian sampai selalu membuatkan leon makanan setiap pagi. Tapi kan sampai saat ini leon tidak pernah membalas mereka, jadi mama tenang aja, yah sudah mama dan tari pulang aja, biar gak ada yang macem macem sama kalian berdua


Melinda : iya, sebentar lagi mama dan mentari pulang kok, kamu jangan lupa jemput mentari


Leon : iya ma


Telpon di matikan, bu melinda dan mentari kembali jalan jalan sembari berjalan keluar dari mall, tapi jika ada yang bagus, mereka juga masih mampir mampir juga. Bahkan mereka seperti tidak memiliki rasa capek untuk terus berjalan mengelilingi toko toko.


Sampai akhirnya mereka merasa sedikit capek dan memutuskan untuk pulang, saat kembali ke mobil, mereka melihat pengawalnya sedang tidur, jadi mereka harus mengetuk kaca mobil dulu.


"akhirnya nyonya sama nona kembali juga, saya pikir, kalian sudah meninggalkan saya sendirian" ucap pengawal


"yah tidak mungkin dong pak, kalau kita pulang dulu, sudah ahh... Ayo buruan pulang nanti keburu malam" ucap bu melinda


"tapi sekarang sudah jam 8 malam nyonya, nyonya sangat lama sekali tadi belanja nya" jawab pengawal


"hahh apa... Masa sih pak..."


Bu melinda dan mentari sangat terkejut, karena memang saat mobil itu keluar dari ruang bawah tanah, dan mereka sudah tidak melihat lagi cahaya matahari, dan hanya cahaya bulan, bintang, dan juga lampu lampu yang ada di sekitar jalan. Mentari dan bu melinda hanya bisa bertatap tatapan saja, karena mereka pasti menyadari kalau mereka akan kena marah dari para suami mereka.

__ADS_1


__ADS_2