
Mendengar suara itu, leon langsung berbalik badan dan langsung memeluk mentari, dia tanpa sadar melakukan hal itu di depan kiki. Sementara kiki yang terkejut, dia langsung menutup pintu utama kamara mandi, agar tidak ada orang yang tau tentang hubungan leon dan mentari. Mentari yang terkejut, hanya bisa membelalakan matanya saja, dia bingung harus merespon pelukan leon itu seperti apa, karena dia sendiri juga tidak tahu apa maksut dari pelukan yang di berikan leon itu dan pertanda apa.
...****************...
Leon sangat bersyukur karena dia bisa melihat mentari lagi, dan mentari sendiri tidak marah sama dia. Leon tanpa sadar sudah meluluhkan hatinya sendiri pada mentari, walaupun dia masih bingung tentang perasaan dia, karena ini baru pertama kalinya leon merasakan perasaan seperti ini.
"tuan... Lebih baik jangan melakukan hal yang terlalu intim di kantor, karena jika ini di teruskan maka akan menjadi rumor dan lama kelamaan semuanya itu bisa terbongkar" ucap kiki
"trus kalau semuanya terbongkar memang kenapa, lagian saya menikahi mentari juga sah, mentari bukan selingkuhan saya, dia istri saya, jadi semuanya bukanlah aib" jawab leon
"tapi kak leon... Kita sudah sepakat kalau pernikahan ini harus kita rahasiakan sampai kapan pun, jadi jika ini terbongkar itu akan menjadi berbahaya untuk kita"
"itukan kesepakatan kita dulu, jika sekarang saya ingin merubah itu semua bagaimana, apa kamu keberatan, atau kamu malu sudah menjadi istri saya"
"bukan begitu kak, saya hanya ingin menjaga nama baik kakak saja, nanti apa kata orang kalau seorang tuan muda leon menikah dengan pambantu seperti saya"
"saya tidak pernah bilang kalau saya malu menikah sama kamu, walaupun kamu dulu pembantu saya, tapi sekarang kamu sudah menjadi istri saya, karena memang dari awal kamu bukan pembantu, kamu hanya gadis yang kurang beruntung, karena orang tua kamu yang jahat hingga tega menjual kamu. Kamu anggap saja kalau uang yang saya berikan ke orang tua kamu itu, termasuk mahar yang saya berikan untuk pernikahan kita"
Kiki sangat tersentuh melihat pasangan ini, dan dia tidak pernah melihat sisi leon yang sangat lembut ini, yang dia tahu, leon itu orang yang memiliki temprament yang meledak ledak, bahkan leon bisa marah pada hal yang biasa saja
Mentari juga semakin tersipu dan tersentuh mendengar omongan leon yang seperti itu, jadi dia semakin yakin kalau dia mencintai orang yang tepat, bahkan mentari juga berfikiran kalau kini leon mulai mencintai dia, walaupun itu tidak pernah di ungkapkan sama leon.
__ADS_1
Kini perasaan mentari mulai agak damai, karena dia bisa sedikit lega, dia juga tidak perlu khawatir dengan perempuan perempuan itu, karena dia sangat yakin bahwa leon bisa mencintai dia.
Leon dan mentari akhirnya memutuskan untuk pergi perjalanan bisnis, mereka pergi bertiga bersama albert untuk menemui seorang petani pembuat parfum yang sangat ahli dalam bidang mengelola parfum dari bahan bahan alami, walaupun orang itu terkenal sangat sulit untuk di ajak kerja sama dengan perusahaan besar, namun leon tidak mau menyerah sebelum menyerang, jadi leon akan berusaha keras buat meyakinkan petani itu agar mau berkerja sma dengan kantornya.
Mobil leon memasuki daerah pegunungan yang jalannya berbelok, naik dan turun, bahkan kanan atau kiri nya ada jurang yang sangat curam. Mentari bingung kenapa di ajak di tempat yang seperti itu karena leon sendiri tidak menjelaskan apa apa sama mentari. Setelah berjam jam berkendara akhirnya mobil mereka sampai di sebuah rumah yang indah namun tidak besar.
Rumah itu walau terbuat dari kayu, namun itu terlihat sangat indah, bersih, dan sangat terawat. Bahkan terdapat kebun bunga yang sangat luas di belakang rumah itu, dan di depan, samping rumah juga banyak sekali tanaman yang sangt indah dan wangi.
Mentari sangat senang berada di area rumah itu, sementara leon sedang menyiapkan dirinya untuk bertemu dengan pemilik rumah yang terkenal pemarah dan sanagat tida walcome dengan tamu dan orang baru.
"permisi" ucap leon sambil menyiapkan dirinya
Sementara mentari masih adik dengan para bunga bunga yang ada di depan rumah itu, mentari mencium berbagai macam bunga sampai dia berfikiran kalau aroma bunga itu di campur akan menjadi aroma seperti apa.
"siapa kalian, kenapa kalian ada di rumah saya" ucap seseorang yang baru saja tiba dan membawa beberapa belanjaan di tangan nya
orang itu langsung masuk ke dalam rumah dan menaruh beberpa kantong kresek yang dia pegang tadi, lalu orang itu keluar untuk menemui leon.
"ngapain kalian ada di sini, saya kan sudah berkali kali bilang, saya tidak mau kerja sama dengan perusahaan manapun, jadi kalian akan sia sia jika datang kesini"
"tolong dengarkan saya sebentat saja tuan Liam, saya hanya ingin menyampaikan proposal dari perusahaan kita saja,jika tuan liam nanti tertarik, tuan bisa mempertimbangkan ini semua"
__ADS_1
"tidak.... Saya tidak tertarik dengan proposal kamu, jadi kamu bisa pergi sekarang, saya tidak ingin kalian ada di sini, jika kalian belum pergi juga, saya akan melaporkan kalian pada pihak berwajib"
Pak Liam langsung masuk dan menutup pintu rumah nya dengan sangat keras, bahkan pak liam tidak mau mendengarkan penjelasan dari leon .
Leon sangat frustasi, karena cuma pak liam saja yang bisa membantu perusahaannya untuk pembangunan devisi barunya, yaitu divisi yang bergerak di pengembangan parfum. saat leon berfikir dengan keras, tiba tiba pak liam keluar dari rumah nya lagi, tapi kali ini dia hanya ingin menyiram bunga kesayangan dia, dan di rumah itu cuma ada satu, dan kelihatannya sudah tidak sehat juga.
Setelah melihat itu, mentari tiba tiba memiliki ide yang sangat bagus, namun hanya mentari sendiri yang bisa memahami ide itu, sementari leon dan albert hanya bisa melihat saja.
Akhirnya leon memutuskan untuk bermalam di pinggir sungai yang ada di depan rumah pak liam, sementara mentari masih sibuk dengan bunga milik pak liam, leon mengambil peralatan kemping dia yang selalu ada di mobil.
"kak albert, dan kak leon, kalian berdua pergilah dulu, untuk mengambil pinus, dan juga kayu bakar yah, agar nanti kita bisa membuat api unggun, aku nanti bantuin kalian kok, habis ini selesai"
Albert dan leon setuju, mereka berfua mencari katu bakar di hutan pinus yang ada di dekat rumah pak liam, setelah terkumpul lumayan banyak leon menyuruh albert untuk pergi mencari makanan agar mereka bisa makan malam.
"kamu ngapain sih, ngotak ngatik bunga itu, nanti kalau sampai pak liam tahu, dia akan lebih marah nanti, karena pak liam sangat sayang dengan bunga bunga itu"
"begini kak, bunga ini itu hampir mati, karena media tanamnya yang kurang bagus, dan tidak semestinya bunga ini di taruh di tanah yang seperti ini, mangkanya tadi aku sedang mencampur tanah, pupuk dan beberapa kelopak bunga yang sudah kering, untuk bisa menghasilkan tanah yang pas buat bunga ini"
"kamu dari mana tahu tentang tanaman seperti ini"
"saya dulu kan besar di desa, dan saya sangat suka sama tanaman, jadi sedikit banyak saya mengerti tentang bunga bunga seperti ini"
__ADS_1
Leon hanya mengamati saja, dia tidak membantu mentari apa apa, karena dia sendiri tidak mengerti sama sekali, bahkan leon untuk memegang pupuk saja dia tidak mau, karena diabtahu pupuk itu dari kotoran hewan.