TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 30


__ADS_3

Setelah beberapa saat, leon kembali lagi bersama satu orang staf hotel, dan dengan sigap, mereka langsung membuka pintu dengan kartu serba guna milik staf, setelah itu leon langsung masuk, dan teriak teriak memanggil nama mentari.


Leon mencari kesana kesini namun tidak menemukan mentari ada di mana, dari bawah mejah, kamar mandi, sudut tembok namun mereka juga tidak menemukan mentari ada di mana.


"mentari.... Kamu di mana... Ini aku leon...." teriak leon sambil memanggil mentari


"pak ini sepertinya dia tidak ada di kamar" ucap staf hotel


"tidak mungkin, jelas jelas pintu terkunci dari dalam, lampu nyala, dan ini kamar ada di lantai atas, mana mungkin dia tidak ada di sini" jawab leon yang sudah frustasi


Saat mereka berfikir dan diam sejenak, terdengar sedikit suara orang sedang menangis namun sangat pelan, dan leon langsung mengikuti suara itu, yang ternyata berasal dari dalam Almari.


Saat leon membuka almari itu, "tidak.... Tidak... Jangan... Lepasin aku.... Jangan sakitin aku...." teriak memtari saat pintu Almari di buka


"mentari... Hai... Ini saya.... Leon... Mentari... Buka dulu mata kamu..." ucap leon sambil menggoyang goyangkan tubuh mentari


Mentari yang mendengar suara leon, akhirnya memberanikan diri untuk membuka matanya, dan dia akhirnya melihat ternyata memang benar benar leon yang adandi depan dia


Sambil memastikan kalaubdi ruangan itu tidak ada orang orang yang menyiksa dia dulu, akhirnya mentari memberanikan diri keluar dari almari itu, dan langsung memeluk leon dengan sangat erat, dan leon juga langsung mbalas pelukan dari mentari


"tuan... Saya takut.... Saya takut... Jangan tingalin saya sendirian tuan.... Saya takut kalau mereka datang lagi.... " ucap mentari sambil terus menangis sesenggukan


"sudah sudah... kamu tidak akan sendirian, saya akan menemani kamu di sini, saya akan jaga kamu.... Saya tidak akan meninggalkan kamu sendirian" jawab leon sambil memeluk dan ngelus punggung mentari

__ADS_1


Leon langsung memapah mentari untuk tidur di atas ranjang, dan mentari terus memegang tangan leon dengan sangat erat, seakan akan dia tidak mau jika di tinggal lagi.


Staf hotel langsung berpamitan sama leon, untuk kembali ke ruangan dia, dan leon memberikan isyarat dengan anggukan kepala.


Dengan di peluk leon, mentari akhirnya tertidur, karena tangannya sudah capek akhirnya leon melepaskan pelukan mentari pelan pelan dan dia langsung menyelimuti mentari.


Leon terus memandang wajah mentari yang sedang tidur, dengan ekspresi wajah yang kasian dan iba, yang membuat leon bertanya tanya lagi tentang siapa orang yang menculik memtari waktu itu.


"kenapa kamu setakut ini.... Sebenarnya apa saja yang mereka lakukan sama kamu, kenapa sampai membuat trauma yang begitu parah" ucap leon pada dirinya sendiri


Di tengah tengah lamunannya, tiba tiba leon mendapatkan panggilan telpon dari seseorang yang akan dia temui tadi.


-dret... Dret... Dret- suara ponsel leon bergetar


"haduhhh marisa pasti nungguin aku dari tadi" ucap leon saat melihat ke layar ponselnya


Marisa : leon... Kamu sudah sampai mana... Kenapa lama sekali... Aku sudah menunggu kamu lama banget ini....


Leon : iya sayang.... Tadi aku sudah hampir berangkat, trus aku ke ingat sesuatu, jadi sepertinya, aku tidak bisa menemui kamu malam ini, lain kali aja yahh


Marisa : hahh... Kamu kok begitu sih... Kamu sama siapa emang... jangan jangan kamu mau tidur bareng sama pelayan itu yahh


Leon : iya, aku harus temani dia malam ini, masa iya di malam pertama kami jadi pengantin, aku langsung meninggalkan dia, bisa bisa mama sama papa marah nanti

__ADS_1


Marisa : trus bagaimana sama aku... Kamu mau mengorbankan hubungan kita gitu... Leon... Ingat yah... Aku sudah menemani kamu sudah lama masa cuma gara gara pelayan murahan itu, kamu mau membuat aku kecewa malam ini


Leon : marisa... Kamu harus mengerti aku dong... Mentari itu sudah jadi istriku yang sah, dan kalau ada apa apa sama dia, nanti pasti aku adalah orang pertama yang akan di salahkan, jadi aku tidak mau ambil resiko apa apa. Kita bisa bertemu lain hari saja, dan satu lagi, dia bukan lagi jadi pelayan, tapi dia istriku, dan dia tidak murahan


Marisa : ohhh gitu.... Sekaramg kamu sudah bisa membela pelayan murahan itu, walauoun dia sekaramg sudah jadi istri kamu, tapi di mataku dia tetap pelayan yang murahan, karena dia bisa saja mau di jodohkan sama pacar orang


Leon : sudahlah marisa... aku tidak mau berdebat sama kamu, ini sudah malam, lebih baik kamu tidur sekarang, kalau tidak kamu cari saja laki laki di luar sana yang mau menemani kamu tidur malam ini


Leon langsung mematikan ponselnya, dan dia sangat kecewa dengan sikap marisa yang tidak bisa megerti dia, padahal dia adalah satu satunya orang luar yang mengetahui tentang pernikahan leon, dan dia juga sudah mengijinkan dan menerima namun kenapa silapnya sangat egois seperti ini


Karena pusing dengan marisa, akhirnya leon lebih memilih untuk langsung tidur di ranjang yang sama dengan mentari, namun mentari tidur dengan terlentang namun leon tidur dengan miring ke kanan, karena leon masih belum siap untuk menerima kalau sekarang dia harus setiap hari berbagi tempat tidur dengan seorang perempuan.


Karena menghadap kanan tidak terlalu nyaman, akhirnya leon merubah posisinya dengan tidur menghadap kiri, berharap mentari tetap tidur di posisi yang sama. Namun ternyata salah, mentari juga merubah posisi tidurnya bersamaan dengan leon, mentari menghadap kanan dan leon menghadap kiri, jadi mereka kini berhadap hadapan.


Leon yang belum twrtidur, dia sangat terkejut karena langsung melihat muka mentari dengan sangat dekat dan jelas sekali, walaupun mentari sedang tidur, namun kecantikan dan ketenangan dia sangat terasa, sehingga membuat leon terpaku lama memandang wajah mentari.


(wajah ini yang akan ku pandang setiap hari saat aku bangun dan akan tidur, tidak ku sangka sebelumnya kalau aku bisa menemukan wajah yang sangat tenang seperti ini, yang bisa membuat hati ku terasa damai dan nyaman) suara hati leon sambil terus memandang wajah mentari


Tak berapa lama, akhirnya leon pun juga tertidur, kini mereka saling berhadap hadapan, bahkan saat tidur, mereka tidak sadar saling bergandengan tangan dan saling mendekatkan wajah meeka hingga hidung mereka hampir bersentuhan.


...****************...


Pak deny dan bu melinda langsung mendapatkan info kalau tadi leon akan mwninggalkan mentari di malam pertamanya, saat mengwetahui utu, pak deny sangat marah pada leon namun mereka bisa lega, saat tau kalau leon tidak jadi pergi.

__ADS_1


Bu melinda juga sedikit khawatir karena orang suruhan pak leon juga menginfokan kalau mentari sempat mengalami trauma masa lalu, dan dia ketakutan sendiri saat di tinggal leon.


Pak deny dan bu melinda diam diam memata matain leon dan mentari agar terjauh sementara dari marisa, karena pak deny tidak mau membuat acara pernikahan putra nya berantakan karena ulah marisa. Pak deny berencana membongkar kedok marisa saat suasana sudah tenang dan leon dan mentari sudah selesai dari bulan madu mereka.


__ADS_2