TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 27


__ADS_3

Mentari mendengar itu wajahnya jadi memerah dan rasa malunya sampai tidak bisa di benfung lagi, apalagi mata leon terus menatap matanya, bahkan mentari sendiri tidak berani menatap balik leon. Kini mentari menutup mukanya menggukan kedua tangannya, agar leon tidak lagi memandanginya dan agar pipinya tidak tambah merah karena salah tingkah.


Berhubung mentari sudah seperti itu, akhirnya leon menghentikan tingkahnya itu, kini mereka sedang duduk berdua di atas kasur, dan mentari hanya diam sambil menyilangkan tangannya di atas dadanya, dan mentari masih enggan melihat ke arah leon.


Leon yang melihat tingkah mentari itu, membuatnya ingin menanyakan sesuatu yang sangat intim dan mungkin sangat tabu di tanyakan sama seorang perempuan, namun leon mash sangat penasaran dengan hal itu.


"mentari... Saya boleh tanya tidak sama kamu?" ucap leon


"yahh silahkan tuan... Emangnya tuan mau tanya apa ke saya, yang penting tuan jangan mengintimidasi saya dengan pertanyaan seperti tadi" jawab mentari sambil sewot dan mukanya masih manyun karen kesal dan malu sama leon


"pertanyaan ini boleh kamu jawab dan boleh juga tidak, saya tidak akan memaksa kamu untuk menjawabnya, namun jika kamu mau dan merasa hal itu wajar di tanyakan, maka bisa kamu jawab" ucap leon


"iya tuan... Saya akan berusaha menjawab kalau saya mengetahui jawabannya, tapi kalau hal tadi saya tidak punya jawaban untuk tuan, karena saya tidak tahu perasaan saya sendiri bagaimana" jawab mentari sambil sedikit melirik ke arah leon


"jadi begini... Apa kamu selama ini masih gadis, atau dengan kata lain kamu belum pernah berhubungan badan dengan pria lain?" tanya leon yang sedikit takut salah, karena pertanyaan itu sangat sensitif


Mentari diam sejenak dan berfikir tentang apa yang akan dia katakan nanti, walaupun dia masih gadis tapi dia bingung mau menjawabnya bagaimana.

__ADS_1


Melihat mentari yang diam dan kebingungan lalu leon bilang lagi "kalau kamu tidak mau menjawab tidak apa apa kok, saya bisa terima itu" ucap leon


"tidak tuan... Saya akan menjawabnya, karena memang sangat wajar jika tuan mempertanyakan itu, dari pada nanti menjadi salah paham. Selama ini saya merasa kalau diri saya masih gadis, karena saya tidak pernah sekalipun berhubungan badan dengan siapa pun, tapi kalau nanti selaput darah saya tidak ada, bukan berarti saya tidak gadis, bisa saja selaput darah saya robek sendiri karena hal tertentu" jawab mentari dengan serius


"berarti kamu belum pernah berhubungan dengan orang lain, kenapa? Apa kamu tidak tertarik dengan hal itu?" tanya leon yang penasaran


"iya tuan memang saya tidak pernah berhubungan badan dengan orang lain, jangankan hubungan yang seperti itu, di cium pipi pun saya tidak pernah, tapi bukan beratti saya tidak tertarik dengan laki laki. Cuma saya lebih ke prinsip aja, saya akan serahkan diri saya sepenuhnya dengan suami saya nanti, saya tidak akan membuat suami saya kecewa karena hanya bisa menikmati sisa dari orang lain" penjelasan mentari yang membuat leon sedikit tersentuh


"jadi kamu menjaga itu semua demi saya, tapi maaf mentari saya tidak bisa membalas itu semua, kamu akan menikmati sisa orang lain, karena saya sudah sering sekali tidur dengan banyak sekali perempuan, bahkan saya memiliki ruangan ngusus untuk saya menyewa jasa PSK" jawab leon yang sedikit malu


Mendengar jawaban mentari itu leon hanya bisa diam saja, bahkan jawaban itu sudah menjadi cambuk yang sangat keras pada diri leon. Ini pertama kalinya leon bisa merasa bersalah dengan apa yang dia sepakati sendiri, sebenarnya leon ingin membatalkan kesepakatan itu, namun leon terlalu malu untuk mengucapkan apa yang ada di dalam hatinya.


"yah sudah... Berarti saya tidak perlu lagi menjelaskan hal tersebut, dan kamu tidak perlu sakit hati saat nanti banyak perempuan yang keluar masuk kamar saya" ucap leon


"iya baik tuan... Saya tidak akan cemburu, karenakan kita menikah hanya karena paksaan bukan karena cinta, jadi saya akan suka rela keluar kamar jika tuan sedang mengundang perempuan lain" jawab mentari sambil berjalan ke arah pintu kaca yang ada di balkon kamar


Tanpa mentari sadari, saat berbicara hal itu, air mata nya keluar dengan sendirinya, dan memtari lanhsung bergegas menghapus air matanya itu.

__ADS_1


"tuan... Apa saya boleh keluar dari sini, karena saya sangat capek, dan dada saya agak terasa sakit, mungkin luka bekas operasinya masih belum benar benar sembuh" ucap mentari dengan nada yang tenang dan membuat senyum sedikit di bibirnya.


Leon langsung mengijinkan memtari keluar dari kamarnya, mentari langsung pergi masuk ke dalam kamarnya dengan muka yang sedih, perasaan mentari kini sangat tidak karu karuan, bahkan dia langsung menangis dengan sesenggukan karena memang dia sudah mencintai leon, tapi dia tidak berani mengungkapkan, bahkan hatinya sangat sakit sekarang jika mengingat perkataan leon tadi


Sempat terfikir oleh mentari jika leon sudah memiliki sedikit perasaan pada dia namun sayangnya tidak, leon tetap saja suka jajan perempuan di luar sana, mentari sendiri tidak tahu nanti seberapa sakit hatinya saat benar benar melihat leon membawa perempuan lain untuk masuk ke dalam kamar dia.


Yang di rasakan mentari juga ternyata juga di rasakan sama leon, setelah mentari pergi dari kamarmya, leon langsung mengunci pintu itu kembali, dan dia sedang bergejolak dengan dirinya sendiri dan meratapi hatinya yang sangat susah untuk mengalah .


Leon duduk di lantai di samping tempat tidur , kerena situasi batin nya kini belum baik baik saja, sebenarnya leon ingin menikah sama mentari dan belajar untuk mencintai mentari, tapi dia sudah terlanjur bilang hal yang salah pada mentari dulu.


Kini dia ingin minta maaf, dan sebenarnya leon tidak akan menyakiti hati mentari dengan membawa perempuan lain ke dalam kamar mereka setelah mereka menikah nanti, leon sebenarnya ingin kalau mentari mau membimbing dia untuk bisa berubah lebih baik lagi, dan dia bisa meninggalkan semua hal buruk yang menjadi kebiasanya saat ini.


Leon dan melatih sama sama memiliki gengsi yang sangat tinggi, mereka tidak mau mengatakan perasaan yang mereka rasakan saat ini, mereka lebih memilih diam dan memendam itu semua walaupun hati dan perasaan mereka harus tersakiti. Leon sendiri juga tidak mau mendahuluin bicara sama mentari, dan mentari juga sedang menunggu leon yang mendahului ngomong.


...****************...


Tanpa terasa kini hari pernikahan leon dan mentari tiba, semua orang sedang bersiap siap untuk ikut pemberkatan di acara tersebut. Semua pelayan dan pengawal menggunakan baju yang seragam dan bu melinda dan pak deny juga menggunakan baju yang indah dan sangat terlihat mewah. Tak kalah pengantinnya, leon memakai setelan taksedo, dengan bunga mawar di sakunya, dan mentari memakai gaun putih yang sangat mewah dan cantik.

__ADS_1


__ADS_2