TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 61


__ADS_3

(haduh mampus deh gw, uang dari mana coba buat beli baju ini, coba deh nanti pulang kerja gw jalan jalan ke mall, gw ingin cari baju yang modelnya sama persis dengan yang di pakai mentari) suara hati lisa


...****************...


nita dan teman temannya, beberes sambil ngomongin lisa yang semakin hari semakin ingin berkuasa, dan mereka juga tidak pernah menyangka kalau sampai bertemu rekan kerja yang sengeselin lisa.


"sudah sudah kalian jangan bergosip aja, ayo kita siap siap untuk pergi ke euangan rapat, kita tidak boleh telat, bu ketua kita juga sudah menunggu di sana" ucap mentari sambil membawa bebeeapa berkas di tangannya


"hahhh bu ketua? Siapa yang kamu maksud dengan sebutan bu ketua?" tanya rekan kerja mentari


"yah siapa lagi, orang yang mengangkat dirinya sebagai ketua kita, yah dia lah orangnya yang aku maksud"


"kamu mengakui kalau dia itu ketua tat?"


"yah mau bagaimana lagi, aku orangnya males ribut, yah sudah sih, siapa tahu aja dia benar benar bisa memimpin devisi ini"


"tapi kami masih tidak yakin dengan dia yang jadi ketua, kenapa tidak kamu aja sih tar yang jadi ketua, kamu kan dekat dengan tuan muda, jadi gampanglah untuk minta bantuan ke tuan muda agar devisi kita bisa sukses"

__ADS_1


"yah walaupun aku tidak jadi ketua, tapi nanti aku juga akan minta tolong ke tuan muda untuk turut ikut campur dalam devisi ini"


"okelah kalau begitu, yah sudah ayo kita berangkat bersama"


Teman teman mentari sangat bersemangat untuk mengikuti rapat, mereka berjalan bersama untuk memasuki ruangan rapat, dan benar saja dinsana sudah ada lisa yang belaga telah menyiapkan ruangan rapat itu.


Semua orang tidak memperdulikan dengan apa yang di buat lisa buat menarik perhatian leon namun walaupun mentari belaga sok cuek, tapi sebenarnya di dalam hatinya sedang perang besar, dia sangat tidak terima kalau suaminya sampai di goda perempuan lain apa lagi dengan sangat terang terangan perempuan itu menggoda di depan mentari.


Tak beberapa lama akhirnya leon, albert dan kiki masuk ke dalam ruangan rapat, mereka langsung membicarakan tentang acara peresmian departeman pengembangan parfum dengan mengundang semua kolega perusahaan, termasuk mengundang semua pimpinan di beberapa kantor cabang.


"acara peresmian ini termasuk acara bermsar yang akan di adalakn kantor, dan harus memakai beberapa uang dengan jumlah besar, jadi kalian semua di sini harus bekerja dengan sungguh sungguh, kalau sampai acara ini gagal, itu akan membawa dampak buruk di perfoma perusahaan yang sudah saya bangun dengan sangat baik, dan devisi kalian akan bisa di tutup dan kalian bisa di pecat saat itu juga. Jadi kalian harus mengerahkan semua kekuatan yang kalian punya untuk menyelesaikan semua ini"


"saya tuan ketuanya" jawab lisa dengan sangat percaya diri


"yah sudah terserah siapa ketuanya, dan untuk kamu ketua... Saya harap buat seminggu terkhir ini kamu bisa lembur setiap hari dan menyelesaikan tugas yang belum selesai dari anggota kamu, karena kalian harus menyelesaikan kerangka parfum ini untuk di bagikan ke semua tamu undangan"


"jadi kerangka ini harus sudah menjadi sampel di hari ke 3, dan di hari ke empat kalian kasihkan itu ke saya buat di uji ketahanan, dan wanginya" setelah itu hari ke 5 kalian bisa mengembangkan sampel menjadi bibit parfum yang sangat banyak, setelah itu kalian harus isi parfumnya di sebuah botol premium kita, di situ ada 3 ribu botol dan kalian harus isi semua, jika kalian kesusahan kalian bisa minta tolong sama beberapa anak dari devisi lain"

__ADS_1


"tapi tuan apa ini tidak terlalu mepet, kita cuma di kasih waktu satu minggu, untuk sampel sebanyak 3000 orang. Kita kan cuma ber 6 di sini" ucap lisa


" yah kamu sebagai ketua bagaimana, untuk satu kerangka parfum di buat menjadi sampel itu 3 hari terlalu lama buat saya, kalian semestinya 1 atau 2 hari itu sudah cukup, mangkanya kamu sebagai ketua jangan ngenak ngenak, ini itu bukan kehidupan sinetron, kalau kamu merasa diri kamu ketua, dan kamu bisa bertindak semena mena, kamu keluar saja dari kantor saya, saya tidak butuh orang seperti mu"


"siapa yang di sini keberatan dengan rencana tadi"


Semua orang tidak berani mengangkat tangan, karena mereka semua percaya kalau kantor sudah menentukan satu minggu, itu pasti akan bisa terselesaikan dalam waktu satu minggu, jika tidak itu akan membawa pengaruh buruk terhadap kantor. Jadi mereka semua sepakat dengan ucapan leon. Lisa sendiri sangat jengkel karena anggotanya tidak ada yang menyanggah, atau pun keberatan, mereka semua diam saja.


(gila yah ini semuanya, kenapa tidak ada yang menyangga atau apa kek gitu. Ini sama saja mempermainkan aku sebagai ketua, aku yang seharusnya bisa menyuruh nyuruh mereka, kini malah aku harus juga bersusah payah kerja, kalau tidak ancamannya pakai pecat lagi, resek banget sih mereka semua) suara hati lisa


Karena memang semua orang sudah setuju, jadi rapat hari itu di bubarkan, semua orang kebagian tugas masing masing yang harus di kerjakan, dan harus di selesaikan dalam waktu yang sesingkat mungkin. Semua orang kembali ke ruangan masing masing, termasuk mentari dan rekan kerja nya, mereka langsung merancang semua kerangka itu menjadi satu.


yang sangat paham dalam bidang ini adalah mentari, dia dari tadi bekerja dengan sungguh sungguh, dia bisa menyelesaikan kerangkanya dengan sangat cepat, dan tinggal menunggu kerangka dari teman temannya agar bisa di satukan menjadi sampel. Mentari terus membantu teman temannya yang kebingungan, dia mengajarkan ke pada temannya yang masih belum mengerti, tapi dia tidak membantu mengerjakan, cuma ngasih tahu cara cara nya saja, agar temannya bisa mengerti dengan cara mencoba sendiri.


Waktu terus berjalan, dan beberapa teman mentari juga sedikit demi sedikit mulai faham dan bisa mengerjakan sendiri, tapi tidak dengan lisa, dia dari tadi marah marah karena gagal terus dam merancang tugasnya, dia juga enggan bertanya pada mentari dan dia juga sangat keras kepala tidak mau di tawari bantuan, yang ada malah lisa menyuruh mentari mengerjakan tugas dia.


Mentarai tidak mau dan semua anak juga tidak mau, jadi mau tidak mau lisa mengerjakan sendiri dan minta bantuan pamannya yang HRD itu. karena semua rancangan dari teman temannya juga sudah selesai, jadi kini mereka semua berusaha untuk segeran menyatukan menjadi satu rancangan. Karena tinggal milik lisa saja yang belum ada, jadi mereka berpamitan pulang dan mereka menitipkan rancangannya pada mentari, mentari membawa ancangannya itu ke ruangan leon untuk di coba, apa bisa jika tanpa rancangan milik lisa.

__ADS_1


Lisa sendiri belum balik ke ruangan, sampai jam pulang sudah tiba, mentari sengaja lembur dengan di temani leon agar mentari tidak sendirian. Leon juga sedikit banyak membantu itu, dan karena lisa belum kembali, akhirnya leon menyuruh mentari buat menambahkan rancangan terbarunya yang sudah di kerjakan.


Jadi kini mereka berdua mencampur semua bibit wewangian menjadi satu dengan arahan rancangan yang sudah tersedia. Sampai sampai waktu telah menunjukan kukul 10 malam dan mereka masih asik kerja bersama, walaupun muka ngantuk sudah ada di wajah mereka masing masing jadi mereka istirahat sejenak sambil minum kopi di sebuah sofa, leon banyak sekali cerita pada mentari yang membuat mentari semakin ngantuk dan tanpa sadar dia telah menjatuhkan kepalanya di bahu milik leon dan suara dengkuran tipis mulai terdengan sayup sayup dibtelingah leon.


__ADS_2