TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 36


__ADS_3

Leon menggunakan baju yang biasa, sehingga tidak mencolok kalau dia adalah orang kaya, dan pengawalnya juga menggunakan baju biasa agar tetap bisa menyamar, namun di motor mereka masing masing sudah di beri GPS sehingga mereka bisa menentukan arah mentari pergi tadi lewat jalan mana.


...****************...


Leon dan anak buah nya mulai pergi dengan mengikuti arah yang di tunjukan GPS nya, akhirnya leon sampai di sebuah perkampungan yang padat penduduk, dan dia kini dia sedang melihat mentari berhenti dan sedang bicara sama orang lain. Saat mau di samperin sama leon, mentari kembali lagi berjalan keluar masuk kampung, sehingga leon dan pengawalnya mengikuti terus.


"tuan... Kenapa tidak mendekat saja, agar nona tahu kalau kita sedang mengikuti dia"


"jangan... Nanti dia bisa jadi terganggu dengan kedatangan kita, yabg penting kita ikutin saja dia dulu, kalau dia baik baik saya yah sudah, tapi kalau dia sedang ada masalah baru nanti kita tolong"


Saat mengikuti mentari tiba tiba ponselnya bergetar dan ternyata itu adalah panggilan dari seketarisnya


Leon : iya ki halo kenapa


Kiki : iya tuan ini saya mau kasih kabar kalau hari ini tuan di suruh datang kekantor untuk membicarakan bisnis


Leon : haduhhh ki... Kamu urus saja sendiri dulu yahh, ini saya masih ada hal yang penting, atau kalau tidak ... kamu bilang ke papa untuk gantikan saya dulu, karena saya masih ada urusan yang sangat penting


Kiki : baiklah tuan, saya akan hubungi tuan deny kalau begitu


Leon langsung memutuskan percakapan tersebut, dan dia kembali mengikuti mentari kemana pun mentari pergi.


Leon menemukan mentari sedang melihat ke arah satu rumah yang lumayan bagus namun tidak besar, dan di situ sedang ada seorang gadis yang sedang mengepel lantai.


Leon yang sangat penasaran akhirnya dia menyuruh anak buahnya untuk bertanya tentang siapa pemilik rumah itu, dan siapa gadis yang sedang mengepel lantai itu

__ADS_1


Setelah bertanya ke beberapa orang yang ada di jalan tersebut, pengawal leon kembali dan menginfokan kalau gadis itu bernama sulis, anak dari pemilik rumah, dan pemilik rumah itu bernama lastri dan joko, mereka baru beberapa bulan tinggal di rumah itu.


Leon yang langsung mengenal nama nama itu, dia langsung ngeh kalau itu adalah nama nama keluarga mentari yang dengan tega menjual mentari dan mereka menikmati uang itu sendiri.


...****************...


Setelah tidur sulis langsung di suruh ngepel lantai sama ibunya, karena ibunya ingin pergi sebentar, dan saat sampai rumah ibunya ingin melihat rumah sudah rapi dan sudah di pel.


Sebenarnya sulis sangat malas untuk melakukan pekerjaan rumah tangga itu, yang kerjaannya tidak ada berhentinya, dan ada saja yang harus di kerjakan. Namun dia hanya bisa menuruti, karena dia tidak ingin di usir dari rumah, sebab dia belum berhasil mencuri perhiasan dan juga uang dari ibunya.


Saat Sulis sedang ngepel lantai rumah nya, dan bu lastri tiba tiba pulang dan langsung masuk ke dalam rumah dengan menggunakan sandal nya, tanpa permisi dia langsubg nyekong saja, melihat itu sulis langsung meradang, karena dari tadi dia ngepel dan ini masih basah sudah di injak injak.


Bu lastri yang tidak terima langsung memarahin sulis kembali, sambil mendorong tubuh sulis hingga terbentur lantai, dan di situ sulis terlihat sangat kesakitan, namun bu lastri tetap memarahin sulis dan menyuruhnya untuk terus ngepel sampai benar benar bersih.


Sulis hanya bisa menangis karena dia tidak pernah membayangkan kalau hidupnya bakal se menderita ini, bahkan dia dari pagi tadi belum makan, dan cuma mengisi perutnya dengan timun dan sambal saja, karena hanya itu yang di sisakan sama ibunya.


"ibu itu kenapa sih... GW itu hanya mau istirahat sebentar saja, tapi ini apa baru juga terlelap sudah di teriakin untuk segera membersihkan rumah, makan saja belum di kasih ini malah di suruh kerja lagi" gerutu sulis saat ibunya kembali ke dalam rumah


Akhirnya sulis kembali membersihkan lantai rumah itu lagi, dan setelah ngepel sulis langsung berpindah ke tanaman untuk memotong tanaman agar terlihat lebih bagus dan menarik.


...****************...


Mentari yang melihat adiknya seperti itu, dia sangat tidak tega akhirnya dia memberanikan diri untuk mendekat ke arah sulis dan mencoba mengajak sulis ngobrol jika dia mau.


"dek" ucap mentari

__ADS_1


Sukis yang merasa ada ornag yang memanggilnya dia langsung berbalik dan melihat ke arah mentari, dan sulis langsung terkejut karena dia melihat mentari alagi yang sudah lama dia tidak kembali


"kak tari...?" jawab sulis


"iya dek... Ini kakak, kakak kangen banget sama kamu dek" ucap mentari


"ngapain kakak ke sini lagi, bukannya kakak sudah enak, bisa bebas dari rumah jni, kalau kakak dulu menolak untuk di jual, sulis tidak akan berhenti sekolah, dan sulis juga tidak akan melakukan pekerjaan ini"


"dak... Kamu tidak tahu apa yang kakak rasakan duku, kakak sudah menolak, tapi ibu sama bapak tetap aja memaksa kakak untuk pergi ke sana"


"aku benci kakak, ini semua salah kakak, dulu ibu sangat baik sama sulis, namun sekarang ibu menjadikan sulis oembantu, kerjaan ibu cuma judi dan beli lotre itu saja"


"ibu kan dulu di kasih uang 2 miliar, tapi kenapa kamu sampai berhenti sekolah, 2 miliar itu sangat banyak dan kenapa hal ini bisa terjadi"


"uang itu sudah di belikan rumah, mobil, dan motor sama ibu, trus ibu dan bapak suka judi, mabuk, dan taruan, tiba tiba saja uang itu habis, dan ibu sangat marah sama bapak dan aku. Bapak di suruh kerja terus, bahkan sekarang bapak jarang pulang karena takut sama ibu"


Saat mereka berdua asik ngobrol, tiba tiba bu lastri keluar dari rumah dan melihat ada mentari, membuat dia terkejut dan langsung menghampiri mentari yang sedang ngobrol sama sulis


"hei... Kamu ngapain ada di sini... Kamu kabur yah dari rumah tuan muda, sana gih pergi... Saya tidak mau menanggung akibat gara gara kamu kabur yah... Saya di sini sudah kekurangan uang, jadi kamu jangan menambah beban kami lagi"


"buk... Bukanya kemarin ibuk dapat uang banyak banget yah dari hasil menjual aku, kenapa sekarang ibu bilang kekurangan uang, dan walaupun rumah kalian sudah lebih bagus, tapi sepertinya kalian tidak bahagia sama sekali yah"


"sudah sudah... Saya sudah tidak butuh kamu yah... Lebih baik kamu pergi sekarang, dan kembali sana ke rumah tuan muda. Tapi.... Di lihat lihat dari baju yang kamu gunakan, kamu tidak seperti pembantu di sana, dan ini apa... Dari mana kamu dapat cincin dan kalung ini, kamu nyolong yah.... Sini buat saya aja"


"mau saya nyolong atau apa itu bukan urusan ibu, karena saya bukan anak kalian lagi kalian sudah tega menjual saya hanya demi uang, jadi saya sudah lepas dari keluarga kalian, dan satu lagi saya sangat bersyukur bisa berada di rumah sana, karena hidup saya jauh lebih terjamin, tidak seperti di sini"

__ADS_1


Mendengar itu bu lastri langsung terdiam dan tidak bisa bicara apa apa lagi, mentari langsung pergi meninggalkan rumah itu. Sementara sukis sangat ingin ikut pergi bersama kakaknya, namun dia juga tidak ingin meninggalkan ibunya.


__ADS_2