
Bu melinda dan mentari sangat terkejut, karena memang saat mobil itu keluar dari ruang bawah tanah, dan mereka sudah tidak melihat lagi cahaya matahari, dan hanya cahaya bulan, bintang, dan juga lampu lampu yang ada di sekitar jalan. Mentari dan bu melinda hanya bisa bertatap tatapan saja, karena mereka pasti menyadari kalau mereka akan kena marah dari para suami mereka.
...****************...
Leon dan pak deny sudah sangat lelah menunggu para istri mereka, bahkan leon ingin sekali memarahi mentari jika dia sudah sampai rumah nanti. Para asisten rumah tangga juga sudah tidak berani mengajak dua lelaki itu berbicara walaupun hanya untuk menawarkan minuman atau makanan.
"pah.... Mama ini bagaiamana sih... Tadi itu leon sudah menyuruh mereka untuk segera pulang, tapi ini malah sampai malam belum pulang juga" ucap leon sambil terus mondar mandir di depan papanya
"sudahlah leon... Lebih haik kamu duduk di sini saja, papa semakin bingung karena melihat kamu mondar mandir" ucap papa leon
dengan hati yang dongkol akhirnya leon memutuskan untuk duduk dan melihat ke arah ponselnya untuk melihat keberadaan mentari ada di mana, namun saat dia tau kalau mentari sudah berada dekat dan sudah masuk ke area komplek rumah mereka.
untuk menyambut para istrinya, leon dan pak deny berdiri di balik pintu untuk bersiap memarahi istri istri mereka.
...****************...
"ma... Ini nanti kalau kak keon dan papa tahu bagaimana, kita pasti akan kena marah" ucap mentri yang khawatir
"sudahlah... Kamu jangan khawatir, mama akan menghadapi dua orang itu, kamu nanti perhatikan mama aja yah, biar kamu bisa menghadapi leon kalau lagi marah"
Mendengar itu, mentari jadi sedikit tenang, karena dia juga tahu, pak deny dan leon tidak akan berani kalau mama sudah ngomel, bahkan mama meliki banyak cara untuk membolak balik kan fakta yang ada.
__ADS_1
Mobil yang mereka bawa akhirnya sampai juga ke rumah, dan mereka langsung turun dan menyuruh beberapa pengawal untuk membawakan semua barang belanjaan mereka, bahkan butuh 5 orang pengawal untuk membawakan belanjaan itu. Entah tadi bagaiman cara mereka berdua sampai bisa membawa tas belanjaan sebegitu banyak nya.
mereka dngan santainya melenggang masuk ke dalam rumah dan membuka pintu sambil melempar senyum, saat pintu di buka mereka sangat terkejut karena melihat leon dan pak deny ada di depan pintu.
"ohh astaga... Papa... leon... Kenapa kalian di sini sih" ucap bu melinda yang terkejut
"pulang jam berapa ini... Kenapa kalian jam segini baru pulang, emang harus yah tunggu mall turup dulu baru kalian mau pulang, kalian itu berangkaynya siang loh... Kenapa jam segini baru sampai rumah"
"pah... Papa itu kenapa sih... Emangnya kenapa kalau mama pulang belanja sampai malam hah... Apa emang papa gak pernah pergi kerja berangkat pagi pulang malam, bahkan sering sekali papa tidak pulang ke rumah, emang mama pernah protes, jadi kenapa sekarang papa protes. kamu juga leon, apa kamu mau memarahin mentari juga hahhh"
"kalau papa kan iti kerja ma... Kalau mama apa, cuma menghabiskan uang saja, belanja ini itu, akhir akhirnya tidak di pakai, tuh di di 10 almari besar isinya baju semua, dan itu sudah ratusan tas cuma di pajang aja, yang di pakai cuma satu, jadi kenapa harus beli lagi, itu namanya pemborosan tau"
"pah... Emang papa kerja uangnya buat siapa, apa papa punya selingkuhan, trus uangnya di berikan semua sama selingkuhan papa itu, papa jahat bangwt sihhh sama mama, mama itu sayang banget sama papa, tapi papa rela selingkuhin mama"
"auhhahhh papa nyebelin, masa belanja saja tidak boleh, padahal kan tidak setiap hari, mama pergi cuma seminggu sekali, gitu aja pakai di marahin"
"bukan begitu maksud papa ma yah sudah papa minta maaf sama mama, mama jangan nangis lagi yah... Lain kali papa akan ijinin mama belanja, kalau bisa papa akan temani mama belanjanya"
Pak deny akhirnnya luluh dengan drama yang di perankan bu melinda, dan akhirnya pak deny sendiri yang minta maaf dan tidak jadi marah, sedangkan leon cuma melihat itu dengan ekspresi wajah yang aneh dan jijik, namun mentari hanya bisa senyum senyum sendiri
Pak deny mengajak bu melinda ke kamar untuk istirahat, dan mentari yang di tinggal berdua bersama leon hanya bisa tertunduk dan tidak berani memandang leon.
__ADS_1
"kenapa kamu jadi tertunduk seperti ini, bukannya kamu dari tadi sangat pede sekali" ucap leon sambil memutari tubuh mentari
"maaf kak... bukan maksud ku tadi pulang jam segini, saya dan mama juga tidak sadar kalau kita tadi memutari mall dengan sangat lama sekali" penjelasan mentari
"ayo ikut saya ke kamar, tidak mungkin kita pulang jam segini, ini sudah sangat malam, jafi kita menginap saja di rumah ini"
"iya kak"
Mentari sebenarnya sangat takut untuk ikut ke kamar dan hanya berdua saja, dia masih trauma saat di hukum leon dengan menggunakan air panas itu, dia tidak mau hal itu terulang kembali, apa lagi sepertinya leon memang sangat marah, bahkan tidak ada senyum sedikit pun saat berbicara dengan mentari
saat sampai di kamar, mentari hanya bisa menjauh dan berusaha meminta maaf sama suaminya itu, mau bagaimanapun dia memang slah, dan dia juga tidak bisa melakukan apa yang di lakukan mamanya tadi.
"kak... Maaf yah... Kakak jangan marah sama tari"
Namun leon hanya diam saja, dan dia langsung melempar baju mandi ke arah mentari dan dengan sigap langsung di tangkap sama mentari.
"ngapain kamu diam saja di situ, sana cepat mandi dulu, atau mau saya yang memandikan kamu, saya tunghu kamu di sini, ingat jangan pakai lama, saya sudah menunggu kamu sangat lama tadi, jadi jangan membuat saya menunggu lagi"
"hahhh iya iya kak... Tari mandi sekarang" ucap mentari dan dia langsung lari ke kamar mandi untuk segera mandi.
Leon sebenarnya tidak marah sama mentari, dia juga sangat paham, ini pertama kalinya memtari bisa pergi ke mall, dan ini pertama kalinya juga dia merasakan dunia luar dengan sangat bebas, namun jika dia biarkan mentari bergaul dengan mamanya terus menerus, pasti bukan tidak mungkin kalau dia nanti akan bersikap seperti papanya tadi, yang salah siapa, yang minta maaf siapa
__ADS_1
Saat selesai mandi mentari langsung pergi menemui leon yang sudah menunggunya, dengan hati hati mentari memberanikan diri untuk minta maaf sama leon dan dia berjanji hal itu tidak akan terulang kembali.