
Mentari hanya bisa menahan teman temannya agar tidak berantem di kantor, karena tidak baik kalau sampai di lihat sama atasan mereka, jadi lebih baik mengala saja, biarkan dia mau bilang apa aja. Sambil menunggu sesi foto, mentari ijin untuk bersih bersih dan mandi sebentar, karena dia ingin wajahnya lebih fress saat di foto nanti.
...****************...
Mentari pergi ke ruangan leon, dia ingin megambil baju yang di pesan leon tadi, dan dia juga ingin menumpang mandi di kamar mandi milik leon, karena kalau mandi di kamar mandi karyawan malah takut mengganggu.
"mbak kiki... Tuan leon ada di dalam?"
"iya ada kok, masuk aja, tuan leon dari tafi belum keluar"
mentari langsung mengetuk pintu ruangan leon, dan dia langsung masuk setelahengetuk pintu, tapi saat masuk ke dalam ternyata leon tidak ada di tempatnya, mentari terus memanggil manggil nama leon, tapi tidak ada jawaban.
"ini kak leon ada di mana sih, kata mbak kiki ada di dalam"
*krekkkkk* pintu ruangan lain di ruangan leon terbuka, mendengar itu mentari langsung berbalik ingin melihat siapa yang membuka pintu itu
"ahhhhh" teriak mentari saat melihat leon keluar dari sana dan kemeja nya belum tertutup
leon sangat terkejut, dia langsung menutup mulut mentari agar tidak terdengar dari luar, posisi mata mentari kini berada di dada leon, mentari hanya bisa menelan slavina nya saja sambil mengetap ngetipkan matanya karena dia sangat terkejut
"kamu ngapain sih pakai teriak segala" ucap leon dan sambil terus menutup mulut mentari dengan tangannya
"hemmmm hemmm hemmm" ucap mentari yang tidak jelas karena mulutnya masih ditutup sama leon. Mentari memukul mukul tangan leon agar bisa cepat di buka karena dia sendiri sudsh tidak bisa bernafas.
__ADS_1
"ohhh iya lupa, lupa. yah sudah kamu jangan teriak lagi, kalau aku buka"
"ihhh hampir mati tau tidak, ngapain sih pakai nutup mukut segala"
"yah habisnya kamu teriak kencang banget, nanti kalau terdengar dari luar bagaimana"
"yahh habisnya kakak keluar, ngagetin orang, lagian itu baju di pakai dulu kek yang rapi habis itu keluar, lah ini baju masih kebuka semua, dan celana juga belum di kancing"
"yah kan emang kenapa, lagian kan kamu sudah pernah melihat, jadi kenapa kamu masih terkejut"
"kan aku melihatnya baru sekali, jadi masih bagaimana gitu, aku belum terbiasa melihat hal Hal yang seperti itu"
"ohhh jadi kamu mau untuk yang ke dua kali agar kamu lebih terbiasa, yah sudah nanti malam aku kasih lagi, aku sih ayo ayo aja, cuma tinggal tunggu kamunya siap atau tidak"
"ihhh kak leon, yah sudah mana baju yang kakak pesan buat aku tadi, aku mau ada sesi foto buat ID Crad baru, jadi aku ingin mandi dan berhias sebentar"
Mentari mengangguk tanda mengerti, dia langsung membuka almari baju yang cujup besar, dan betapa terkejutnya kalau isinya sangat banyak dan bajunya juga cantik cantik, bahkan bukan hanya baju saja, di sana leon juga menyiapkan beberapa sepatu dan tas, dan tak tertinggal beberapa set alat makeup yang bisa mentari gunakan semuanya.
Mentari senyum senyum sendiri sambil melihat semua itu, bahkan dia tidak tahu kalau leon sampai menyiapkan semua ini untuk dia, tanpa pikir panjang mentari langsung mengambil satu baju dan juga sepatu yang cocok untuk dia gunakan hari ini.
Mentari langsung bergegas mandi dan sedikit merapikan makeup nya, dan membenarkan rambutnya, mentari terlihat sangat cantik hari ini dengan baju yang super cantik ban sepatu tinggi yang membuat dia sangat anggun.
Mentari berjalan menghampiri leon untuk mengucapkan terima kasih. Saat mentari mendekat ke arah leon yang sedang minum, seketika leon langsung menyemburkan minumnya hingga membasahi beberapa berkas yang ada di atas mejah.
__ADS_1
Yahh leon tersedak karena melihat kecantikan mentari yang sangat natural, dengan di balut sedikit makeup tipis, dan rambut panjangnya yang dia biarkan terurai dengan sedikit dijepit ke arah belakang.
Mentari membuat semua mata tertuju pada dia, bahkan kiki sendiri sangat kaget kalau itu mentari yang barusan keluar dari ruangan leon. Mentari berjalan ke ruang tunggu untuk melakukan sesi foto.
"mentari ya ampun.... Kamu cantik banget, dan baju ini juga sangat cantik, pasti mahal yah.... " tanya nita sambil melihat ke arah mentari
"apaan sih nita, ini mah karena aku habis mandi saja dan menambah makeup ku sedikit agar lebih fress. baju ini harganya biasa saja kok, tidak mahal."
"ya ampun tar.... Kamu sudah punya pacara tidak sih tar... Aku mau deh jadi pacar kamu" ucap indra
"yeyyy mana mau mentari jadi pacar kamu, jangan mimpi yah kamu indra"
"memang kenapa sih... Siapa tahu aja mentari mau"
"kalian berdua itu bisa tidak sih diam aja, jangan kampungan napa, kamu juga gitu indra, cewek kaya gini apanya yabg cantik, lagian baju mentari ini aku juga sudah punya terlebih dahulu, pasti mentari mengikuti aku" saut lisa dengan sangat sombong
"ehh lisa... Tidak baik iri sama orang, lagian kamu tidak pernah pakai baju ini, yah mana mentari tahu kalau itu sama seperti punya kamu, dan kalau mang benar kamu punya, besok pakailah, biar kita lihat kalau kamu memang punya"
"ehemm... Sudah cukup, kecilkan suara kalian ini kantor bukan pasar" ucap albert yang baru saja datang
Seketika semuanya menjadi diam dan hening, lalu albert mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam studio foto, dan mereka satu persatu duduk dan di foto dengan di awasi albert. Setelah itu mereka semua kembali ke devisi masing masing, dan mentari kembali ke ruangannya leon, karena mejah dan kursinya berada satu ruangan dengan leon, dan hannya di halangi dinding kaca saja.
Leon tidak bisa berhenti memandang mentari, sementara mentari sendiri masih mengerjakan berkas tentang parfum yang di serahkan leon ke dia, bahkan mentari juga di beri ruangan parfum sendiri di lantai bawah.
__ADS_1
(ternyata dia sangat cantik yah... Bahkan kecantikan dia tidak pernah aku temui di perempuan perempuan lain, kini sangat susah untuk berpaling dari dia, mentari kamu tenang saja, kamu akan menjadi perempuan yang paling bahagia bersama ku, dan aku juga janji kalau sekarang hatiku hanya milik kamu, walaupun aku masih belum bisa mengatakannya, tapi dengan sikapku ke kamu aku berharap kamu sedikit bisa merasakannya) suara hati leon
Tanpa di duga karena kebanyakan melihat mentari kini gairah leon untuk berhubungan badan mulai muncul kembali, tubuhnya sangat panas dan area bawahnya sudah mulai tegang, dia bingung apa yang harus dia lakukan karena ini masih di kantor dan bukan di rumah.