
Pak deny dan bu melinda diam diam memata matain leon dan mentari agar terjauh sementara dari marisa, karena pak deny tidak mau membuat acara pernikahan putra nya berantakan karena ulah marisa. Pak deny berencana membongkar kedok marisa saat suasana sudah tenang dan leon dan mentari sudah selesai dari bulan madu mereka.
...****************...
Marisa sangat tidak terima dengan penolakan dari leon tadi, karena tidak biasanya leon berani menolak dia, namun kali ini leon dengan tegas dia menolak untuk berhubungan badan dengan marisa.
Marisa langsung pergi ke diskot*k, untuk mabuk mabukan dan berencana mencari pria yang bisa membuat dia luoa pada leon untuk malam ini saja.
Marisa minum sangat banyak, dan dia bertemu dengan salah seorang laki laki yang sedang menari bersama cewek, marisa seperti mengenal laki laki itu, jadi langsung dia dekati laki laki itu.
dengan sempoyongan dan mabuk marisa mendekati laki laki itu, dan marisa langsung mengenali, kalau itu adalah Dion kakak dari leon.
"kamu dion kan... Kakak nya leon" tanya marisa sambil terus minum
"kamu siapa... Kenapa kamu mengenal leon apa dia salah seorang teman tidur mu" jawab dion dengan membelai wajah marisa
"leon itu pacar ku, kita sudah berhubungan sanagt lama, kita sudah tidur berkali kali, dan leon itu adalah laki laki terbaik kalau urusan ranjang... Apa kamu juga sama seperti adikmu itu" ucap marisa yang sudah sanagt mabuk
"kamu membandingkan aku sama dia, jelas dia tidak ada apa apa nya di banding aku... Kalau kamu tidak percaya, kita bisa coba itu, kamu berani tidak..." Dion yang menantang marisa
"ayo... Siapa takut... Kamu sebaik leon atau tidak... Ayo... Kita pergi ke lantai atas... Aku ada kamar di sini" jawab marisa sambil menarik dasi dion
Dion yang kesenengan langsubg mengikuti marisa untuk pergi ke kamarnya, sangking seringnya marisa datang ke sana, jadi dia sampai sewa 1 kamar spesial di diskot*k itu, untuk jaga jaga kalau dia tidak bisa pulang karena terlalu mabuk.
__ADS_1
Dion dan marisa langsung melakukan hubungan suami istri di kamar tersebut, marisa dan leon sangat bersemangat dan ternyata Dion lebih jago di ranjang ketimbang adiknya leon, yah walaupun sebenarnya leon sendiri juga sudah jago, tapi kakaknya masih jauh di atas dia.
Marisa sangat senang, ternyata dion bisa mengimbangi permainan nya, dan marisa juga senang karena dion lebih aktif daripada leon. Mereka menghabiskam malam bersama, dan sudah beberapa ronde juga sudah mereka lalui.
...****************...
Matahari pagi sudah bersinar sangat tinggi, hingga cahaya nya menembus cela cela gorden dari kamar leon dan mentari, yang membuat mata mereka berdua ingin terbuka.
Leon dan mentari membuka matanya secara bersama sama, dan mereka langsung adu tatap sejenak untuk mengumpulkan nyawa mereka, setelah itu mereka baru menyadari kalau posisi tidur mereka sangat dekat, bahkan mentari tidur di tangan leon sambil mendekat di dada leon, leon sendiri juga tidur sambil memeluk mentari, dan menyilangkan kakinya di atas kaki mentari.
Saat mereka sadar, mereka langsung bergegas duduk, dan mengatur nafas mereka yang tersengal sengal karena terkejut, bahkan mentari juga mengecek baju dia masih lengkap atau tidak, dan mentari juga mastikan kalau di tubuhnya tidak kurang satu apapun.
"kamu tenang saja... Saya tidak ngapa ngapain kamu tadi malam" ucap leon yang merasa menjadi tersangka
"ohhh syukurlah tuan... Saya masih aman, saya kaget saja tadi, kenapa posisi tidur kita jadi seperti itu" jawab mentari sanbil senyum canggung
"bukannya tadi tuan yah yang memeluk saya, tangan tuan kan merangkul saya, dan kaki tuan juga berada di atas kaki saya, jadi yang benar itu tuan yang memeluk saya, saya sendiri juga tidak sadar kalau dari semalam saya tidur di tangan tuan itu" pembelaan dari mentari
"enak saja... Saya sendiri juga tidak sadar, kenapa kita bangun dengan posisi yang seperti itu, sudah sudah kita lupakan saja, ini saya atau kamu dulu yang ke kamar mandi" ucap leon yang enggan membahas soal semalam
Mentari langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan diri, saat berendam, mentari teringat kalau semalam dia sangat ketakutan dan dia yang tidur di lengan leon untuk memastikan kalau leon tidak pergi meningbalkan dia.
di balik rasa malu yang dia rasakan, dia juga merasa senang kalau leon mulai mau memperhatikan dia, bahkan leon rela tidak bertemu pacarnya hanya untuk menemani mentari tidur, kini mentari merasa punya hutang trima kasih pada leon.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leon yang ada di luar mulai gelisah karena dia sendiri sudsh mulai sakit perut, dia ingin pergi ke toilet untuk buang air besar, namun sayangnya mentari masih mandi dan terdengar mehtari bersenandung di dalam kamar mandi.
Leon berjalan kesana kesini sambil menunggu mentari keluar namun sayangnya mentri tidak juga lelur dari dalam kamar mandi, karena sudah sangat di ujung, dan leon sudah tidak bisa menahannya lagi, jadi leon langsung menerabas masuk ke dalam kamar mandi itu, yang membuat mentari sangat terkejut.
"ohhh astaga.... Tuan lagi ngapain... Saya kan lagi mandi" teriak mentari sambil menutupi dadanya dengan kedua tangan
"saya dati tadi teriakin kamu dari luar, tapi kamu tidak menjawab malah bersenandung tidak jelas, yah sudah saya sudah kebelet jadi saya masuk aja" jawab leon dengan santai dan dia mulai membuka celananya
"tuan.... Tuan ngapain buka celana... Seharusnya tuan malu.... Buka celana di depan perempuan" ucap mentari sambil memalinglan mukanya dari leon
"trus apa bedanya sama kamu, kamu dari tadi berdiri di situ dengan telanjang bulat, dan cuma tangan kamu saja yang menutupi atas, bawah kamu tidak kamu tutupi juga" ucap leon sambil tersenyum dan sedikit menggenjan
Mentari yabg tetsadar akan hal itu dia langsung berteriak dengan sanagt keras dan dia juga langsung tiduran lagi di betap dengan menutupi semua badannya dengan busa sabun
"kamu... Ngaoain sih teriak seperti itu.... Kita ini suami istri.... Sudah wajar dong kalau kita telanjang bersama, tinggal tunggu waktu saja, saya akan mencoba tubuh kamu dan mengambil keperawanan mu" goda leon sambil sedikit senyum melihat mentari
Mentari yang bingung mau menjawab apa, jadi mentari hanya manyun sambil menutup hidungnya karena jarak kloset dengan betab sangat dekat, dan mentari tidak bisa kabur karena dia terlalu malu jika tubuhnya di lihat sama leon.
"kita kan sudah ada di kamar mandi ini, dan kamu sudah melihat barang saya, dan saya juga sudah melihat barang kamu, bagaimana kalau kita bersenang senang di kamar mandi ini," goda leon lagi
"enak saja... Coba saja kalau yuan mendekati saya, saya akan teriak sekenceng mungkin biar semua orang mendengar dan tahu kalau saya mau di perkosa" jawab mentari yang masih tidak bergerak
__ADS_1
"mentari mentari... Kamu itu lucu banget sih... mana ada orang yang datang buat nyelamatin kamu, lagian saya juga tidak memperkosa kamu, saya cuma minta jatah saya aja, kamu kan sudah menjadi istri saya" ucap leon
Mentari masih terus enggan menanggapi permintaan leon, dia masih saha menenggelamkan badan nya di dalam betap, dan leon juga menyelesaikan buang air besarnya dan juga sekalian mandi.