
Leon juga sangat bersemangat, sampai dia ingin bermain dengan durasi yang lama, sampai dia menahan sekuat tenaga agar tidak keluar terlebih dahulu.
...****************...
Matahari pagi sudah mulai menyapa, mentari yang matanya terkena pantulan dari sinar matahari, memutuskan untuk segera bangun, karena dia hari ini harus berangkat ke kantor tempat dia bekerja.
Mentari langsung mandi dan bersiap siap untuk berangkat ke kantor, saat mentari selesai bermake up, tiba tiba leon memanggil mentari dengan suara yang khas bangun tidur.
"sayang.... Kamu kok jam segini sudah siap siap aja sih?" ucap leon
"yah kan aku karyawan magang baru, masa iya aku datang terlambat, kan jam kerja masuk jam 9, ini sudah mau jam 8 jadi aku harus sudah siap siap dong, beda sama kakak yang datang telat pun tidak akan ada yang melarang. Kita nanti pura pira tidak kenal yah kak... Saat berada di depan banyak orang"
"yah sudah, kamu sekarang sarapan dulu gih, tidak usah tunggu kakak, nanti kamu di antar sama supir saja yah, biar tidak nyasar"
"iya kak siap...." mentari langsung bangkit dari meja riasnya, dan dia langsung mencium pipi leon dan langsung pergi keluar untuk sarapan
leon hanya senyum senyum sendiri dengan tingkah mentari yang seperti itu, dia terus menerus memegang pipinya dan sesekali dia ngaca sambil membenarkan rambutnya yang sedikit berantakan.
"walaupun belum mandi, ternyata aku tetap ganteng yah... Pantesan mentari jadi klepek klepek sama aku, ha ha ha ha" ucap leon pada dirinya sendiri di depan cermin
...****************...
Karena menunggu bus terlalu lama, akhirnya mentari datang ke kantor hampir telat, sampai sampai dia harus lari larian buat masuk ke kantor.
"hufffttt hampir saja telat" ucap mentari sambil terengah engah karena berlari
"hai kamu anak baru yah... Kamu telat denda 200" ucap seorang manager perempuan
"hahhh kantorkan masuk jam 9, dan ini masih ada 2 menit, jadi tidak telat dong aku" pembelaan dari mentari
"kalau aku bilang telat yah telat.... Pokoknya kamu harus bayar denda, kalau tidak saya bisa memecat kamu"
__ADS_1
"sudah sudah... Ini bu manager, biar saya saja yang membayar, dia anak magang baru, mungkin saja dia tidak ada uang" saut salah seorang karyawan yang ingin menyelamatkan mentari
"ohhh kamu mau jadi pahlawan kesiangan yah... Awas saja kalian berdua, aku bakalan ingat wajah kalian itu" ucap manager dan dia langsung pergi meninggalkan mentari dan temannya
"kamu siapa, kenapa kamu mau membantu aku?" tanya mentari
"namaku Lu cxi an, bu manager emang seperti itu, jadi lebih baik kita nurut saja sama dia, kalau kita sampai membuat dia marah, itu bisa berbahaya, bisa bisa kita di pecat"
"terima kasih yah... Aku memang karyawan magang baru di sini, nama aku mentari. Apa kita bisa jadi teman?"
"bisa dong, ayo aku antar kamu di mejah yang kosong"
Mereka berdua berjalan masuk.ke dalam ruangan kantor, dan mentari mendapatkan mejah yang ada di sebelah Lu Cxi An, jadi mentari bisa sesekali ngobrol saat di tengah tengah jam kerja.
"mentari kamu tahu tidak, presdir perusahaan akan datang ke perusahaan kita, buat memantau perkembangan perusahaan"
"ohh iya.... Kapan itu?"
"ohhh... Tapi kamu tahu tidak bagaimana wajah presdir itu?"
"tidak.... Katanya sih ganteng... Trus masih singgel, tapi dengar dengar orangnya tegas dan suka marah marah, jadi nanti kita hati hati saja yah..."
"hehhh.... Kalian kenapa malah ngobrol aja, bukannya kerja ini malah asik bicara terus" saut bu manager yang tiba tiba datang
"tapi kerjaan kita juga hampir selesai bu, emang ada peraturan kantor yah yang melarang karyawannya untuk ngobrol"
"kamu itu yah... Kerjaannya ngelawan terus saja, saya itu atasan kami, seharusnya kamu patuh dengan apa yang saya ucapkan"
Saat mentari akan membalas ucapannya, tiba tiba lu cxi an menarik tangan mentari, agar menyari tidak melawan lagi, karena jika di teruskan bisa bisa mentari akan di pecat sama manager itu.
"ohh iya... Buat kalian semua, karena dua hari lagi saya ulang tahun, jadi kalian harus ngasih aku kado uang 1 juta" ucap manager itu dengan membagikan angpao agar di isi oleh semua karyawan
__ADS_1
"maaf saya tidak ada uang tunai, buat ngisi angpao itu" saut mentari sambil mengembalikan angpao nya
"kalai tidak ada uang tunai, kamu bisa kasih dengan transfer, jadi kamu tidak usah khawatir"
"lagian yang ulang tahun kamu, ngapain kita yang repot, harus kasih kamu uang 1 juta lagi"
"haii kamu itu anak baru, jadi wajib kasih aku uang 1 juta sebagai tanda kamu menjadi karyawan perusahaan ini"
"hemmm emang perusahaan ini milik kamu, main buat peraturan seenaknya saja"
Saat memtari dan manager berdebay, tiba tiba suasana kantor menjadi ricuh karena kedatangan presdir baru mereka, semua karyawan perempuan menjadi sangat histeris karena persdir merekah benar benar tampan.
"tuh... Presdir kan juga orang baru di perusahaan sini, kalian semua juga kan baru melihat presdir perusahaan. Jadi kenapa kamu tidak meminta presdir buat ngasih kamu hadiah uang 1 juta saja"
Mendengar itu manager menjadi panas, karena baru kali ini ada karyawan yang berani sama dia, biasanya tidak akan ada karyawan yang berani menjawab perkataan nya. Semua karyawan juga sedikit senang karena baru kali ini ada orang yang berani melawan manager perusahaan yang terkenal jahat.
Karena presdir akan lewat di depan mereka, jadi dengan sigap mereka semua berdiri dan memberikan salam dengan cara menundukan sedikit kepala mereka sambil menyapa. Leon sengaja berhenti di depan mereka semua sambil sedikit melirik ke arah mentari, tapi karena mentari berdiri di belakang bu manager, jadi bu manager itu yang merasa kepedean karena di senyumin sama leon.
Orang kepercayaan leon di kantor, langsung memperkenalkan semua karyawan ke leon satu persatu.
"maaf tuan leon, ini bu cindy dia sebagai manager di perusahaan ini" ucap orang kepercayaan leon yang mengurus perusahanan cabang china
Cindy langsung memberikan salam dan menyapa leon, tapiLeon hanya mengangguk dan cuek ke pada manager cindy itu, dia tidak membalas salam dari cindy.
Setelah itu leon langsung nyelonong pergi dan masuk ke dalam ruangannya, dan mereka semua juga langsung kembali ke pekerjaan mereka masing masing. Cindy yang masih kesal sama tingkah mentari, jadi dengan membawa kekuasaannya, cindy memberikan semua kerjaannya ke mentari.
"kamu kerjakan ini semua, dan besok harus sudah ngumpul. Kamu harus kasih ke mejah saya, karena jika berkas ini belum selesai, kantor akan rugi besar, dan kamu juga harus angkat kaki dari kantor ini " ucao cindy sambil memberikan beberapa tumpuk berkas
"kenapa harus aku yang ngerjakan, apa kamu sudah tidak ada tangan dan otak buat ngerjakan tugas kamu sensir, apa kamu mau saya lapor ke tuan leon kalau kamu malah memberikan kerjaan kamu ke anak magang" jawab mentari sambil berdiri karena tidak terima mejah nya di penuhi berkas
"laporkan saja, tuan leon tidak akan percaya sama kami, karena aku juga bisa beralasan kalau berkas ini kamu yang memaksa ambil, atau kalau tidak aku bisa saja bilang kalau saya masih rapat, jadi minta tolong kamu membantu pekerjaan saya. Tuan leon tidak akan curiga dan percaya sama kamu, karen kamu cuma anak magang di kantor ini"
__ADS_1