
Kiki langsung mengatur semua karyawan, mereka semua di suruh kembaki ke ruangan mereka masing masing, mereka di suruh mengerjakan berkas mereka yang harus selesai hari ini, jika memang tidak ada maka mereka bisa pulang, karena hari ini jam kerja di percepat sama tuan leon, jadi mereka semua juga bisa pulang cepat jika pekerjaan mereka sudah selesai.
...****************...
albert dengan segera menyiapkan mobil nya, untuk mengantar leon dan mentari ke rumah sakit. Di perjalanan leon terus saja memanggil nama mentari dan sembari di pukul ringan pipinya, agar mentari bisa cepat siuman, namun tetap saja mentari tidak bisa siuman.
Setelah sampai di rumah sakit, lbert langsung berteriak memanggil perawat untuk membawakan brankar agar bisa di buat membawa mentari, para perawat yang mendengar itu dengan cepat mereka mendorong brankar pasien, dan leon langsung meletakkan mentari di atas brankar itu, dan mentari langsjng di bawa ke ruangan UGD untuk segera di periksa.
Leon dan albert menunggu mentari di luar karena mereka tidak di perbolehkan masuk, terlihat sekali wajah khawatir leon dan dia juga sangat gelisah saat menunggu kabar mentari dari dokter.
"tuan lebih baik anda duduk dulu di sini, tuan jangan terlalu gelisah seperti itu, saya yakin nona mentari akan baik baik saja, "
"saya tidak bisa tenang saat ini bert, bagaimana saya bisa tenang, kalau istri saya sedang tidak sadar di dalam sana, saya takut dia kenapa napa"
"saya yakin tuan, nona mentari itu orangnya kuat, kita bisa lihat dulu waktu noba mentari di culik, dia kan bisa bertahan dan sehat sampai sekarang"
"tunggu tunggu, saya jadi ingat, sebelum mentari pingsan, dia berteriak pada marisa, kalau dia takut sama marisa, dan dia juga bilang kalau jangan sakitin aku, jangan bunuh aku, dan dia bilanh marisa orang jahat" apa menurutmu yang menculik mentari dulu adalah marisa
"satmya tidak tahu tuan karena saya tidak ada di kejadian mentari tadi, tapj jika dari cerita tuan, maka saya sangat yakin kalau nona marisa yang menculik nona mentari dulu. Karena nona mentari tidak akan takut berlebihan seperti itu jika tidak ada apa apa di antara merka berdua"
"iya kamu benar juga, dulu saya sempat curiga sama marisa, tapi saya mencoba memendam kecurigaan itu dalam dalam. Tapi saya yakin sekarang kalau mang dia dalang dari semua ini, jadi saya akan mulai mencari bukti bukti itu"
__ADS_1
Leon sangat emosi mendengar itu, dia ingin sekali membuat perhitungan sama marisa, bahkan kini leon sudah tidak perduli kagi kalau marisa adalah kekasihnya, karena yang ada di fikiran leon saat ini adalah tentang keselamatan mentari.
Kiki menghubungi pak deny papa dari leon, dia mengabarkan kalau mentari pingsan di kantor karena melihat marisa, pak deny menjadi sangat khawatir, dia langsung menyusul ke rumah sakit yang di datangi leon.
Pak deny dari kantornya lanhsung berangkat, dia tidak memberitahukan masalah ini pada istrinya karena dia takut kalau istrinya nanti khawatir berlebihan, dan siapapun akan kena marah juga. jadi lebih baik dia menunggu di rumah leon dan mentari saja, dan biar ymtahu saat mentari sampai rumah.
"leon bagaimana keadaan mentari" ucap pak deny yang membuat leon dan albert jadi terkejut
"papa kok bisa tahu kami ada di sini yah, ini pasti kerjaan kiko yang mengabari papa" jawab leon
"sudah kamu jangan banyak berfikir masalah yang tidak penting, sekarang bagaimana keadaan mentari, kenapa dari tadi dokternya belum keluar juga"
"leon juga beum tahu pa.... Bagaimana keadaan mentari sat ini, soalnya dokternyapun belum keluar, jadi kita tunggu saja di sini"
"keluarga pasien mentari"
"iya dok saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya dok"
"pasien masih belum sadarkan diri, tapi kalian tidak perlu khawatir, kita tunggu saja tidak akan lama lagi dia pasti bangun. Tapi sepertinya pasien memiliki traumatik yang sangat besar di kepalanya, jadi jika dia dihadapkan dengan sesuatu yang membuat dia takut, kejadian pingsan seperti ini akan sering terjadi, dan itu juga tidak bagus untuk kondisi kesehatannya. Jadi saya mohon tolong hindarkan pasien dengan hal hal yang membuat dia takut, apalagi ketakutan terbesarnya, kalau bisa kalian bisa bawa pasien untuk terapi di psikolog agar bisa di obati"
"iya dok baik, saya faham"
__ADS_1
"baik, pasien sudah bisa di jenguk, nanti kalau dia sudah sadar, pasien bisa langsung pulang, dan ini resep beberapa obat yang bisa di minum pasien saat dia mengalami kecemasan"
Setelah itu leon langsung menemui mentari, dan pak deni dan albert yang menebus obatnya di apotik, sekaligus membayar adminstrasi rumah sakit.
Leon sangat kasian melihat mentari yang terbaring tidak berdaya seperti itu, dia ingin sekali memeluk mentari, tapi rasa gengsinya selalu lebih besar dari pada rasa mau nya, jadi leon selalu mengurungkan niatannya itu.
(tari... Maafkan saya yah... Jika saya llbisa lebih perhatian sama kamu, maka hal ini tidak akan terjadi, dan kamu tidak akan merasakan semua ini. Tari... Walaupun saya masih belum sepenuhnya mencintai kamu, tapi sepertinya perasaan itu sudah mulai muncul, jadi kamu tenang saja, saya akan menjaga kamu lebih keras lagi) suara hati leon
Tak beberapa lama, akhirnya mentari sadarkan diri, di wajahnya masih menunjukan ketakutan dan kecemasan akan sesuatu hal, tapi leon tidak akan mengungkit masalah itu di depan mentari, dia takut kalau sampai mentari ketakutan lagi.
"kak... Mentari takut.... Ayo kita pulang aja yahh"
"kamu yakin sudah kuat?"
"iya kak, mentari sudah tidak apa apa kok, ayo kita pulang saja"
Melihat mentari yang memohon seperti itu, membuat leon tidak tega, dan akhirnya dengan di bantu leon, mentari bangkit dari tempat tidur nya, dia langsung menggendong mentari dan membantunya untuk duduk di kursi roda.
Semua perawat dan dokter melihat itu, membuat mereka saling berbisik karena iri melihat keromantisan pasangan itu, yang suami tampan dan istrinya cantik jadi mereka terlihat sangat cocok.
Leon mendorong mentari untuk pergi ke apotik buat menyusul albert dan papanya yang masih menebus obat. Dengan kondisi yang masih pusing mentari mencoba menguatkan dirinya sendiri agar tidak membuat semua orang khawatir dengan keadaannya.
__ADS_1
Sampainya di apotik, pak deny langsung menghampiri mentari untuk menanyakan keadaannya, karena melihat mentari masih sempoyongan jadi pak deny tidak mau menanyakan terlalu banyak, setelah mendapatkan obat, mereka semua memutuskan segera pulang dan pak deny juga ikut ke rumah leon untuk sekalian menjemput istrinya.