
Leon hanya senyum senyum saja sambil mendengarkan ocehan mentari, karena dari awal niatnya ingin romantis sama mentari tapi ternyata malah berantakan karena mentari tidak terbiasa makan di restoran mewah sepeti itu.
...****************...
Di dalam mobil mentari minta di anterin leon ke restoran padang yang sedari dulu ingin dia kunjungi, karena dari dulu dia tidak punya banyak uang jadi dia hanya pernah sekali saja makan di sana, itupun harus menghabiskan beberapa celengannya.
Setelah sampai leon langsung memarkirkan mobil nya dan berjalan masuk ke dalam restoran, leon sempat clingak clinguk karena baru pertama kali ini dia masuk ke dalam restoran sepeti ini.
"mentari... Kamu minta ruangan vvip saja yah... Biar kita bisa makan santai tidak di lihati sama semua orang" ucap leon pada mentari
"hahhh mana ada ruangan vvip di siji kak... Makan di sini yah harus berbaur sama semua orang jadi kita duduk di di sana sajah yah..."
Dengan terpaksa leon mengikuti apa kata mentari, dia duduk sambil sesekali mengelap mejah dengan sapu tangan dan menyemprotkan antiseptik yang dia bawa.
Tak lama karyawan restoran itu datang dan menaruh semua piring makanan yang dia bawah, dan tak lupa di sediakan juga sebakul nasi dan satu teko es teh
Melihat itu semua leon hanya bisa terbelalak dan terkejut karena ada banyak sekali makanan yang di siapkan di atas mejahnya, bahkan leon juga masih kebingungan karena di mejahnya itu tidak di sediakan pisau, sendok dan juga garpu.
"kakak kenapa, ayo kuta makan sekarang, aku jamin kakak pasti kenyang makan ini"
"ini bagaimana cara makannya, dan tadi kita kan belum pesan, kenapa ini malah di kasih begitu banyak makanan, dan nasi ini juga terlalu banyak, kita tidak akan bisa menghabiskan semuanya"
"ha ha ha ha kak.... Kakak lihat aku yah aku kasih tahu cara makannya"
Sebelum nya, mentari pergi cuci tangan dan setelah itu Mentari langsung mengambil nasi dan juga beberapa lauk dan sayur yang sudah tersedia di mejah, dan dengan cekatan mentari langsung makan makanan itu menggunakan tangannya. Leon yang melihat itu langsung mangap dan tidak percaya kalau dia juga harus makan menggunakan tangan juga.
__ADS_1
"tidak tidak... Kenapa harus makan pakai tangan, itu tidak bersih, jafi aku mau ambil sendok dululah minimal, setelah itu aku baru bisa makan"
"ehhhh tidak tidak.... Kakak kharus mencoba makan menggunakan tangan, karena ini ity sangat enak, jadi kalau tidak pakai tangan rasanya kurang mantap. Jadi kakak coba dulu, ayo buka mulutnya... Akkkkhhhh" ucap mentari sambil ingin nyuapin leon makanan
"tidak tidak.... Aku mau ambil sendok saja"
"tidak kak... Ayo buka mulutnya.... Plis kak.... Ayo.... Sekali saja yah...."
Dengan terpaksa leon mau membuka mulutnya dan mentari langsung menyuapkan makanan ke dalam mulut leon.
Saat leon memakan makanan itu, dengan mata yang sedikit melotot leon langsung merasakan kenikmatan makanan yang tiada tara, dia mengunyah sambil menikmati perpaduan rasa yang belum pernah dia makan sama sekali.
"Bagaimana kak rasanya.... Pasti enak kan..." ucap mentari sambil memasang senyum di depan leon
"ini terlewat enak tari.... Aku harus mencoba sendiri makanan ini"
Mentari sanagt senang karena ternyata leon juga senang dengan makanan itu, bahkan kali ini leon lah yang paling lahap sendiri.
Setelah makanan di mejah habis, leon baru sadar kalau tadi dia makan terlalu banyak, sampai sampai semua lauk, nasi dan juga es nya habis semua.
"mentari... Ini tadi kita berdua yang makan?"
"iya kak... Mau siapa lagi, uang duduk di mejah ini kan kita berdua, tapi tadi kamu yang paling banyak menghabiskan makanan"
"yah sudah... Kita segerah bayar saja, setelah itu keta pulang, lama lama di lestoran ini bahaya juga"
__ADS_1
Mentari hanya menahan tawanya saja, leon langsung memanggil pelayan untuk menghitung semua makanan yang sudah mereka makan, bahkan pelayan itu sendiri terkejut semua lauk dan nasi habis cuma di makan dua orang.
"mas ini habis berapa yah..."
"ini semua di makan kan bukan di bungkus"
"iya mas ini tadi habis di makan kok"
"woww ini baru pertama kali, ada 2 orang yang mampu menghabiskan semuanya mkanan yang di mejah. Biasanya baru bisa habis jika di makan 4 sampai 6 orang"
"yah sudah mas ini semua di hitung yah..."
Setelah menghitung dan membayar semuanya leon langsung mengajak mentari untuk pergi, karena dia malu sekali, bisa bisa nya dia kalap sampai tidak sadar habis makan sebegitu banyaknya.
"mentari... Ini tadi beneran cuma habis 1 juta saja, pelayan tadi tidak salah hitung kan, kita tadi makan banyak banget loh, masa iya habis cuma segitu. Padahal aku fikir tadi bisa habis 5 jutaan"
"iya benar kok kak... Bagaimana murah dan lezatkan, mangkanya kakak sering sering makan di lestoran pinggir jalan, jangan yang ada di mall ataupun hotel, karena chef di sana itu benar dari luar negeri, tapi yang dari dalam negeri itu juga tidak kalah enak masakannya"
...****************...
Sulis yang masih kefikiran kakak nya, dia jadi tidak bisa tidur, dia ingin sekali bertemu kakak nya untuk minta maaf, dan dia ingin merubah diri menjadi lebih baik lagi. Dia juga ingin lepas dari rumah ibunya, dia tidak betah lagi tinggal di sana, namun sayangnya dia sendiri belum ada uang untuk menyewah rumah.
Bu lastri dan pak joko selalu saja berantem kalau bertemu, mereka sudah tidak menganggap sulis sebagai anak mereka sendiri, jadi mereka lebih mementingkan ego dan diri mereka sendiri. Sulis sendiri sudah mengemas semua baju baju dia yang ingin dia bawa pergi, agar nanti kalau sudah dapat gaji dia bisa langsung pergi dari rumah itu.
Karena capek mendengar orang tuanya berantem, sulis jadi ingin keluar mencari ketenangan sambil berjalan jalan. Saat dia sampai di bibir pantai, dia kembali melihat rumah yang paling besar yang bisa dia lihat dari bibir pantai itu.
__ADS_1
"siapa yah pemilik rumah itu, dari kejauhan saja sudah terlihat bagus dan mewah, apalagi kalau di lihat dari dekat. Kira kira dalamnya itu seperti istana yang ada di TV tidak yah..." ucap sulis pada dirinya sendiri
"kak tari.... Aku berharap besok bisa bertemu kakak di kantor itu, aku ingin sekali minta maaf sama kakak, dan aku ingin cerita tentang semua hal sama kakak. Aku harap kakak bisa memaafkan aku, dan kita bisa hidup seperti kakak adik seperti dulu lagi"