TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 63


__ADS_3

Saat mentari melihat kesekelilingnya mentari sangat terkejut karena di sofa ada baju yang dia gunakan kemarin malam ,dan saat dia melihat ke arah tubuhnya, dengan refleks mentari berteriak sekencang mungkin karen dia melihat bajunya sudah berganti.


...****************...


"AKKHHHHHHAAAA" teriak mentari saat bangun tidur, leon yang ada di sampingnya langsung refleks terbangun karena terkejut dengan suara mentari


"kamu ngapain sih teriak se pagi ini" ucap leon yang sedikit kesal


"ini.... Ini kenapa baju aku berubah, siapa yang gantikan aku baju, bukan kamu kan kak"


"yah aku lah... Emang kamu pikir siapa lagi yang berani gantikan kamu baju, lagian biasa aja lagi gak usah se kaget itu, aku sudah berkali kali lihat tubuh kamu tanpa sehelai benang pun, jadi sudah biasa saja"


Dengan nafas yang terngah engah sambil memegangi dadanya, mentari melihat ke arah leon yang kembali tidur di sampingnya. Ingin sekali mentari menimpuk leon dengan bantal, tali dia sadar kalau dia tidak berani berbuat seperti itu.


"sudah.... jangan menatapku seperti itu, tatapan mu serem kaya kuntilanak, lebih baik kamu tidur lagi sini, atau kamu mau pijitin aku, soalnya aku tadi malam gendong kamu dari kantor sampai rumah loh"


"apa... Kakak gendong aku dari kantor sampai rumah, kenapa kak...."


"yahh karena kamu tidur di kantor, jadi aku gendong kamu dari kantor sampai rumah, capek tau tangan ku"


"enggak.... Bukan gitu maksud nya, kakak kenapa gendong aku dari kantor sampai rumah, kenapa tidak pakai mobil saja, bukannya mobil kakak ada banyak yah... Kenapa harus kakak gendong aku dari kantor sampai rumah"


mendengar jawaban mentari yang seperti itu, leon yang tadinya merem langsung membelalakan matanya sambil melotot, dan langsung bangun, sambil melihat ke arah mentari.


Posisi mereka kini berhadap hadapan, leon yang kesal dan mentari yang masih kebingungan. Leon langsung mencium sekilas bibir mentari dan membenturkan kepala mentari ke kepalanya dan langsung di tinggal pergi ke kamar mandi dengan muka yang masih kesal.

__ADS_1


"ihhh kak leon sakit.... Gak jelas banget, orang tanya bener bener malah di begituin" ucap mentari sambil ngelus keningnya


...****************...


beberapa orang sudah berada di kantor untuk menyelesaikan kerjaan yang masih belum terselesaikan, termasuk lisa, nita, indra dan beberpa anak dari devisi parfum.


Mereka semua melihat rancangan yang sudah terselesaikan, dan sudah ada beberpa sampel parfum yang sudah jadi, dan siap untuk di berikan ke leon untuk di uji coba.


dengan adanya sampel itu, ruangan kerja mereka sangat wangi dan aromanya sangat membuat nyaman dan tidak membuat pusing sama sekali.


"ini kemana sih mentari, kita itu tidak boleh telat tau... Aku sudah bersusah payah membuat sample sample ini dan ini harus segera di berikan ke tuan leon sekarang juga" ucap lisa yang sangat percaya diri


"tunggu tunggu.... Kamu bilang apa, rancangam kamu, kamu kemarin aja gak tau pergi kemana, ini iti hasil kerja sama kita dan mentari, dan kamu itu tidak ikut andil apa apa di sini, jadi kamu jangan mengakui hasil yang bukan dari diri kamu sendiri"


"ehhh nita... Kamu itu diam saja kenapa sih... Kamu mau saya keluarkan dari kantor ini, di sini itu aku ketuanya jadi aku bilang apa aja yah itu urusan aku, kalau ini aku bilang aku yang mengerjakan, itu berarti yah aku, kalian mau tidak mau harus setuju, jangan membantah"


"tau tuh sih lisa... Jangan kamu pikir, di sini ada paman kamu yang menjabat sebagai HRD jadi kamu berani macem macem di sinu, paman kamu itu cuma HRD bukan pemilik kantor, jadi kita semua itu masih ada kemungkinan untuk di pexat kalau kerjanya tidak sesuai, termasuk paman kamu yang HRD itu"


lisa masih tetap dengan keputusannya, dia tidak mau mendengarkan saran dari teman temannya, jadi nanti kalau leon sudah sampai, dia berencana ingin langsung memberikan sampel itu pada leon sendiri.


Nita yang semakin kesal dengan tingkah lisa, dia langsung menghubungi mentari untuk segera sampai di kantor sebelum tuan leon datang, karena lisa mau mengakui sample yang mereka buat itu adalah milik dia sendiri dan hanya dia yang membuat sempel itu.


Mentari mencoba untuk menenangkan nita dan teman temannya, mentari ingin meyakinkan mereka kalau usaha tidak akan menghianati hasil, dan mentari juga memberi tahukan kalau sample yang utama ada di dia, dan sekarang dia dalam perjalanan menuju kantor.


Semua anak menjadi sedikit tenang mendengar itu, dan mereka jadi membiarkan saja lisa berbuat apa pada sampel sample itu, dan tak lama mobil tmyang di naiki mentari sampai juga di kantor, seperti biasa mentari langsung menyuruh supirnya untuk langsung pergi, agar semuanya mengira kalau mentari naik kendaraan online.

__ADS_1


Mentari lanhsung naik ke ruangan nya, dan dia langsung bertemu dengan teman tannya yang ada di sana, namun lisa tidak ada di rungan itu, dan sample uji coba nya kemarin juga masih di bawa lisa.


"tar sample yang ada di mejah kamu sudah di ambil sama si liaa, entah di bawa kemana sample itu" ucap nita dan langsung menghampiri mentari


"sudah biarin aja, lagian itu bukan sample utama kita, ini sample utama kita, kemarin habis lembur aku langsung bawa, biar gak hilang, tapi masih perlu di racik untuk terakhir kali, agar bau nya bisa awet" ucap mentari sambil menunjukan 1 botol parfum kecil


Mentari dan teman temannya lanhsubg mencampirkan beberapa tetes ekstrak yang hanya mereka saja yang tahu, agar bisa membuat parfum itu awet dan tidak mudah hilang saat di gunakan.


Setelah selesai mereka langsung pergi bersama sama ke ruangan leon untuk memberikan parfum itu pada leon, namun sesampainya di depan ruangan itu, ternyata lisa sudah berdiri di sana sambil memba beberapa botol sampel uji coba mentari tadi malam.


"hai mbak kiki" sapa mentari


"hai tar... Apa sudah selesai sample nya, kok kalian semua datang ke sin"


"sudah mbak... Tuan leon apa sudah datang?"


"belum tar... Mungkin sebentar lagi, yah sudah kalian tunggu di situ aja dulu"


Mentari dan yang lainnya langsung duduk di ruang tunggu yang ada di depan ruangan leon, dan lisa yang tidak senang langsung memarahin mereka semua.


"kalian itu ngapain sih ikut ke sini, udah gak ikut kerja, kalian mau mengakui hasil yang aku buat ini, sudah deh... Kalian semua pergi saja sana"


"lis... Kamu jangan gitu dong, kita ini kelompok loh... Kenapa kamu ingin di pandang sendiri sih... Kamu jangan keterlaluan kalau kamu tidak mau menyesal"


"menyesal apanya yang ada kalian semua yang akan menyesal karena, aku yang akan di percaya tuan leon buat mengembangkan devisi parfum"

__ADS_1


Mendengar itu mentari langsung mengajak yang lainnya untuk pergi dari situ, karena dia tahu suaminya tidak suka jika melihat orang bertengakar di depan ruangannya, karena itu akan membuat dia seharian dengan perasaan yang tidak bagus. Jadi mentari membiarkan lisa untuk masuk terlebih dahuku ke ruangan leon, dan setelah itu mereka akan masuk.


__ADS_2