
Leon dengan terpaksa mengikuti tradisi ini, walaupun sebenarnya ini bukanlah tradisi sebenarnya, cuma bu melinda hanya tidak ingin melihat anaknya masih bertemu dengan marisa dan juga bu melinda takut kalau mentari sampai di sakiti marisa lagi.
...****************...
Leon menggerutu sendiri di dalam kamarnya, karena dia tidak tahu harus ngapain, dia bosen di dalam rumah dan dia juga tidak bisa menggunakan ponselnya karena sedang di sitah "ini kenapa sih ribet banget, yah adat ini lah yah adat itulah... Mangkanya dari dulu aku males nikah itu yah gini, banyak banget yang ngatur ngatur"
leon seharian di dalam kamar, dia sempat berfikir bagaimana nanti kalau dia sampai jatuh cinta sama mentari, dan apakah mentari bisa menerima dirinya dan mau menganggap dia suaminya.
"mentari kira kira masih gadis tidak yah.... Kalau dia masih gadis berarti ini pertama kalinya aku bisa merasakan berhubungan sama perempuan yang benar benar masih gadis" ucapan leon yang sudah mengarah ke area dewasa
Leon semakin melanglang buana dengan pola fikirnya sendiri, sambil terus melamun dia diam diam membayangkan mentari saat malam pertama. Bahkan leon juga membayangkan betapa canggung nya mereka saat malam pertama, pasti mereka akan bingung mau tidur di mana trus mau ngapain dulu.
...****************...
Mentari masih asik ngobrol sama bu melinda, mereka membahas tentang nanti saat menjadi istri leon, seperti makanan apa yang di sukai leon, biasanya leon memakai baju apa, dan kebiasaan kebiasaan leon yang tidak semua orang tahu.
Mentari juga di kasih lihat foto foto leon waktu kecil, dan dia sangat terkejut saat melihat ada foto anak kecil perempuan yang terlihat sangat cantik dengan rambut yang di kuncir dua.
"ma... Ini siapa... Apa leon punya adik perempuan" tanya mentari pada bu melinda
Namun bu melinda bukannya menjawab, tapi malah tertawa sampai perutnya sakit, dan dia langsung clingak clinguk melihat keadaan sepi atau tidak, yang membuat mentari semakin bingung.
"kamu diam diam aja yah... Jangan kasih tahu siapa siapa, ini hanya kamu yang saya kasih tahu. Foto ini adalah leon saat umur 3 tahun" ucap bu melinda sambil tertawa yang di tahan
__ADS_1
Dengan terkejut sepontan mentari langsung teriank "HAHHHH... Beneran ma... Ini leon" tanya mentari untuk mastikan
"sssuuuuttttt.... Kamu jangan keras keras... Karena kalau leon tahu, dia pasti akan marah sekali, dan dia dulu pernah menyuruh mama buat membakar foto foto ini, tapi sama mama tidak di bakar, jadi mama diam diam menyimpan foto ini, nihh... Mama kasih kamu satu, tapi jangan di kasih tahu ke leon, nanti kamu bosa dalam masalah besar" ucap bu melinda sambil terus tertawa kecil
"ahhh tidak tidak ma... Mentari takut nanti sampai ketahuan tuan leon, mentari takut di hukum sama tuan leon ma, mentari dulu pernah di siram air panas ma sama tuan, jadi memtari takut kalau nanti mentari mendapatkan hukuman jauh lebih besar lagi" jawab mentari sambil memgembalikan fotonya
"kamu tenang aja tari... Leon tidak akan pernah berani menghukum kamu lagi, untuk masalah dulu mama sangat dan sangat minta maaf sama kamu, mama janji hal itu tidak akan terjadi lagi, dan kamu bisa hidup bahagia" jawab mama leon
"Beneran ma... Jadi tuan muda leon tidak akan bisa menghukum mentari lagi kan, soalnya mentari takut kalau nanti setelah menikah, tuan muda makin kejam sama mentari, dan mentari akan lebih sering di hukum sama tuan muda" ucap mentari untuk memastikan
Percakapan mereka terjadi lumayan lama, dan mentari akhirnya mau menyimpan foto leon saat jadi perempuan, untuk kenang kenangan.
...****************...
"mentari.... Mentari.... Mentari...." teriak leon dari lantai atas saat memanggi mentari
"iya.... Tuan.... Ada apa...." saut mentari dati lantai bawah
"buruan naik ke atas... Saya ada perlu sama kamu, saya tunggu kamu di kamar" jawab leon
dalam benak mentari langsung bertanya tanya, kenapa tiba tiba leon mengajaknya masuk ke dalam kamar, semua asisten di rumah juga langsung memandang curiga ke arah mentari. dengan ragu rahu dia naik ke atas dan mulai masuk ke dalam kamar leon, dan leon juga langsung mengunci kamar tersebut
"tuan muda.... Ada apa yah... kok pintunya pakai di kunci, lebih baik di buka aja, kan kita belum jadi suami istri, takutnya banyak yang berfikiran negatif sama kita berdua" ucap mentari sambil menunduk dan canggung
__ADS_1
"emang kenapa kalau pintunya di tutup, apa yang ada di fikiran kamu saat, apa kamu berfikir saya akan melakukan sesutu sama kamu" jawab leon sambil membisikan tepat di telinga mentari yang membuat mentari bergidik ngeri
Dengan reflek mentari langsung mendorong tubuh leon hingga punggungnya terbentur Almari "maaf tuan... Tuan jangan macam macam sama saya, saya bisa teriak" ucap mentari sambil masang wajah marah
"ha ha ha ha silahkan saja kamu teriak sekencang mungkin, kamar ini kedap.suara, bukannya kamu sudah tahu hak itu" goda leon pada mentari
(mampus.... Ini bagaiaman aku bisa kabur... Haduhhhh mama melinda... Tolongin mentari dong... jendela juga di tutup rapat lagi... Ini bagaimana, aku mau di apain) suara hati mentari yang sangat ketakutan
"karena kmu sudah berani mendorong saya, jadi kamu harus dapat hukuman dari saya" ucap leon sambil memegang punggung nya yang agak sakit
Mentari semakin ketakutan dengan leon, mentari terus mundur dan leon terus maju ke arah mentari, dengan cepat leon langsung menabrak tubuh mentari dan di jatuhkan di atas ranjang, kininposisi mereka saling mentari di bawah dan leon di atas.
Mentari langsung membelalak dengan mata yang melotot abis, sedangkan leon masuh belum puas umtuk ngerjain mentari.
"mentari.... Apa kamu suka sama saya" tanya leon dengan suara berbisik di telinga mentari
"hahh.... Maksut tuan apa.... " jawab mentari yang sangat terpojok
Leon masih ingin terus menggoda mentari, dari memberikan pertanyaan yang membuat mentari bingung menjawabnya hingga sentuhan sentuhan yang membuat mentari merinding di buatnya.
"saya tanya sama kami, apa kamu mulai mencintai saya, sampai kamu tidak ada penolalan sedikitpun saat di jodohkan sama saya" tanya leon lagi
"bukannya dulu, tuan sendiri yang menyuruh saya untuk menyetujui semua tentang perjodohan ini, kemapa malah sekarang tuan yang mempertanyakan hal itu" jawab mentari yang tak mampu menatap mata leon
__ADS_1
"tapi.... Apa kamu tidak memiliki sedikit perasaan terhadap saya.... Kamu sering diam diam memperhatikan saya, dan saya tahu kamu mencuri curi pandang saat saya lewat di depan kamu" ucap leon lagi
mentari mendengar itu wajahnya jadi memerah dan rasa malunya sampai tidak bisa di benfung lagi, apalagi mata leon terus menatap matanya, bahkan mentari sendiri tidak berani menatap balik leon. Kini mentari menutup mukanya menggukan kedua tangannya, agar leon tidak lagi memandanginya dan agar pipinya tidak tambah merah karena salah tingkah.