TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 43


__ADS_3

Saat selesai mandi mentari langsung pergi menemui leon yang sudah menunggunya, dengan hati hati mentari memberanikan diri untuk minta maaf sama leon dan dia berjanji hal itu tidak akan terulang kembali.


Leon hanya diam dan menyuruhnya untuk segera tidur, karena mulai besok mentari harus bekerja. Mentari hanya menuruti kemauan leon saja, sebenarnya leon ingin sekali menyeramai mentari, tapi hatinya tidak sampai kalau nanti ada kata kata kasar yang tidak sengaja melukai hatinya.


Saat mentari tidur di kasur, tiba tiba leon menghampiri dan mulai memandang wajah mentari yang sedang tidur, tangannya tiba tiba mengelus halus kepala dan rambut mentari.


(entah kenapa kini saya tidak bisa marah sama kamu, padahal ingin sekali saya mengomeli kamu tadi, tapi hati dan otak saya sedang berbeda pendapat, jadi kamu masih aman hari ini) suara hati leon


setelah puas memandang wajah mentari, leon langsung pergi ke ruangan dia bekerja untuk mengecek data data yang dia perlukan besok.


Waktu terus berlalu, namun leon masih beljm juga istirahat, dia masih sibuk dengan pekerjaan dia, karena memang itu sudah menjadi kebiasaan leon dari dulu untuk bekerja sampao begadang di malam hari.


Mentari tiba tiba terbangun karena ingin buang air kecil, namuN setelah dari kamar mandi, dia baru sadar kalau leon suaminya sedang tidak ada di kamar, saat mentari melihat ke arah jam, dia juga bingung, kenapa sudah sangat larut begini leon belum juga tidur. Sampai mentari berfikiran kalau leon tidak mau tidur satu kamar apalagi satu ranjang.


Mentari memutuskan untuk keluar kamar dan mencari tahu leon ada di mana, jika ketahuan mama dan papa, hal itu akan memjafi pertanyaan besar, kenapa mereka tidak tidur satu kamar.


Saat keluar dari kamar, mentari melihat lampu di ruang kerja leon sedang menyala, jadi dia bisa mengambil kesimpulan kalau leon ada di sana, karena tidak ada yang berani masuk ke ruangan kerja itu kecuali leon dan orang tua nya, bahkan saat membersihkan ruangan itupun leon selalau menyuruh Albert untuk menyalakan semua CCTV agar tidak ada yang berani macam macam di ruangan itu.


Mentari mengintip sedikit di pintu itu, dan benar saja, mentari melihat leon ada di dalam ruangan itu, namun terlihat kalau leon sedang suntuk, mentari ingin sekali menghampiri tapi dia tidak memiliki cukup keberanian buat mengganggu leon.


(haduh bagaimana yah... Ini sudah sangat malam, tapi kak leon masih saja kerja, besok dia juga harus berangkat ke kantor, jika begini terus kak leon bisa saja sakit) suara hati mentari


Mentari langsung memberanikan diri untuk masuk ke dalam ruangan itu, dangan mengetuk pelan pintu kaca itu, dan langsung di sauti leon dari dalam ruangan.


"masuk" ucap leon

__ADS_1


"kak... Maaf ini saya tari"


"kamu kenapa jam segini masih belum tidur, ini sudah jam 1 malam loh"


"tari tadi sudah bangun, tapi tari lihat kakak tidak ada di samping tari, jadi tari coba cari kakak di sini"


"yah sudah sana tidur lagi, atau kamu mau menemani saya di sini"


"tari temani kakak saja di sini yah, saya tidak berani tidur sendiri kak, saya akan duduk di sini saja, kalau tidak mentari bantu kakak saja yah"


"sudah tidak ada, kamu duduk aja dulu di sana"


Mentari duduk di depan bangku leon, dia dapat melihat leon dengan sangat puas, namun karena ini terlalu malam, dan mentari sendiri tidak terbiasa untuk begadang, jadi hawa ngantuk sudah menyerang dia berkali kali tapi dia tetap menahan agar matanya tidak tertutup.


Sampai tanpa sadar mentari duduk sambil menutup matanya, dan membuat badannya bergoyang hampir jatuh tersungkur, tapi saat dia sadar, mentari langsung membuka matanya lagi, dan begitupun terus berulang.


Leon sebenarnya tau kalau mentari sudah mengantuk, tapi dia lebih memilih diam dan sesekali memperhatikan mentari yang berusaha terjaga sambil menertawakan tingkah dia.


(apa ini rasanya punya isyri, kalau kita tidur malam karena pekerjaan, pasti ada yang menemani, dan ada pula yang mengantarkan kopi, tapi.... Apa semua istri seperti ini, jika aku dulu menikah sama marisa, apa marisa juga akan memperilakukan aku seperti ini) suara hati leon sambil melirik ke arah mentari


...****************...


Waktu sudah menunjukan pukul 3 pagi, tapi leon masih saja terus berkutat di depan komputernya.


"mentari.... Ambil kan saya air minum lagi dong..." ucap leon tanpa melihat ke arah mentari, namun lentari tidak juga merespon leon

__ADS_1


"mentari.... Saya minta tolong sama kamu, ambilkan saya minum" Namun mentari tidak juga merespon omongan leon, sehingga leon melihat ke arah mentari


"hemmm pantes saja di ajak ngomong tidak menjawab, lah dia sedang tidur seperti ini, yah sudah deh... Di lanjut di kantor saja nanti, sekarang tidur dulu, lumayan masih ada waktu beberapa jam" ucap leon pada dirinya sendiri


Leon langsung beranjak dari kursinya, dan dia langsung berjalan mengarah ke mentari, dan dia langsung mengangkat tubuh mentari dan membawanya ke dalam kamar agar bisa tidur dengan nyaman.


(kenapa jantungku jadi berdegup kencang begini yah... dan kenapa seluruh tubuhku jadi panas dan berkeringat juga, prasaan semua ac masih nyala, kenapa aku meraa panas) leon sedang ngoming sedndiri dalam hati


(ini aku kenapa sih... Apa karena kebanyakan kopi tadi, atau jarena aku melihat wajah mentari yang tidur ini, gilasih ini kenapa aku jadi nafsu banget sama mentari,)


Leon menaruh tubuh mentari di atas kasur, karena mentari memakai baju tidur yang lumayan pendek jadi tubuh putihnya sangat terlihat, dan membuat leon menelan slavinanya berkali kali.


Leon benar benar ingin sekali melepaskan nafsunya pada mentari, namun mentari masih tidur jadi dia ragu untuk membangunkan mentari. Tapi dia sendiri tidak bisa menahan nafsu yang sudah di ujung, tanpa pikir panjang leon langsung menghujani ciuman demi ciuman di seluruh tubuh mentari.


Mentari yang merasa tubuhnya di sentuh berkali kali akhirnya membuat mentari terbangun dari tidur nya, dia sangat terkejut karena leon sudah ada di atas tubuh nya dan terus membelai dia dan menciumnya.


"kak leon ngapain kak" ucap mentari


"kamu diam saja yah... Ini akan sedikit terasa sakit, kamu istriku, sudah kewajiban kamu melayani ku di atas ranjang"


"kakak benar mau melakukan hubungan suami istri sama saya"


"kamu diam saja, ikuti prosesnya, dan nikmati semua yang ku berikan sama kamu, aku sudah tidak kuat lagi menahan ini semua, jadi saya harap kamu jangan menolak saya hari ini"


Mendengar itu mentari hanya bisa pasrah dan memejamkan matanya, dia merasakan sentuhan demi sentuhan dari leon, yang membuatnya meraskan panas juga, dan mentari mulai membalas sentuhan yang di berikan leon.

__ADS_1


__ADS_2