
Semuanya mengikuti HRD di belakang , mereka memasuki ruangan rapay, dan mulai duduk di kursi masing masing sambil menghadap ke arah leon, sementara HRD dan albert duduk di samping leon dengan membantu mengecek CV yang di bawa semua kandidat.
...****************...
"Baik saya akan memulai rapat ini, saya harap kalian semua jangan tegang, kalian jawab aja sesuai seperti di CV kalian ini, dan untuk di terima atau tidaknya itu tergantung dari keputusan Tuan muda Leon selaku presdir dari kantor ini." ucap albert yang memulai rapat
"baik pertanyaan ini sama, dan kalian bisa menjawabnya dengan versi kalian sendiri, sebelum itu saya ingin tahu nama kalian satu persatu, kalian bisa sebutkan nama kalian masing masing"
"nama saya indra pak, saya lilo pak, saya nita, saya lisa, saya akmal, dan saya mentari pak"
"kalau dari CV nya tadi, yang paling bagus itu CV milik Lisa pak, jadi kita bisa fokus sama lisa saja terlebih dahulu, kalau yang lain ini biasa biasa saja, bahkan ada yang cuma lulusan SD" bisik HRD pada albert
Namun sama albert tidak di hiraukan, karena albert juga sudah tahu kalau lisa itu keponakan dari HRD, jadi wajar saja kalau sedari tadi dia yang di unggul unggulkan keponakannya.
Albert sudah memberikan beberapa pertanyaan kepada semua calon pekerja itu, dan semuanya juga sudah menjawab dengan jawaban mereka masing masing, sehingga kini tinggal leon yang akan memberikan keputusan.
"oke dari ke 6 calon kandidat, kalian semua sangat bagus dalam menjawab pertanyaan pertanyaan itu, namun tetap, ada beberapa penilaian yang saya ambil dari kalian semua, dan keputusan ada di saya sepenuhnya, walaupun kalian memiliki saudara atau teman yang bekerja di perusahaan ini, itu tidak akan bisa membantu kalian, bisa saja kalian tetap di tolak kalau kalian tidak memiliki kemampuan. Jadi jangan berharap jalan kalian mulus di kantor ini dengan menggunakan jalur orang dalam, yang bisa menolong kalian adalah kemampuan kalian sendiri. dan buat kamu HRD, stop membagus baguskan saudara kami, dan jangan pernah kamu mengulangi kesalahan mu seperti tadi, seenak nya saja mengusir dan menghancurkan mental anak anak ini, kalau sampai kamu ulangi lagi, saya pastikan kamu akan menerima gaji terakhir kamu dan kamu akan susahenerima pekerjaan di perusahaan lain" ucap leon sambil melirik ke arah HRD
"untuk kalian ber lima, saya akan terima kalian bekerja, namun posisi dan devisi kalian berbeda beda, jadi besok pagi kalian lihat papan pengumunan di lantai bawah untuk melihat kalian di tempatkan di mana. Dan untuk kamu mentari, kamu mulai besok langsung jadi asisten pribadi saya, dan kamu akan ikut kemanapun saya pergi"
__ADS_1
Semua orang di ruangan itu sangat terkejut kecuali mentari dan juga albert, karena cuma albert saja yang tahu kalau mentari itu istri dari bos perusahaan.
Rapat pun telah usai, semua orang sangat senang karena dapat di terima bekerja di perusahaan besar ini, namun tidak dengan lisa, karena dia berharap cuma dia sendiri yang di terima dan dapat posisi yang sangat bagus, namun ternyata semuanya keterima, dan yang dapat posisi bagus itu cuma mentari, orang yang dari tadi menentang dia.
Lisa menunggu pamannya di ruangan tunggu yang ada di depan resepsionis, dan saat pamannya itu datang, lisa mengeluh tentang pekerjaannya. Dia sangat menginginkan posisi mentari karena dia ingin dekat dengan leon.
Rengekan lisa itu tidak sengaja di dengar sama bu melinda yang kebetulan lewat di depan lisa, jadi bu melinda sangat penasaran dengan perempuan itu, bu melinda menyuruh suaminya untuk pergi dulu, dan dia ingin mendengarkan semua omongan dari lisa dan pamanya itu.
bu melinda mendengarkan dengan ekspresi wajah yang tidak suka, karena bisa bisa nya dia berencana untuk menjadi keksih putra nya, dan dia ingin menyingkirkan mentari.
"mbak... Kalau bekerja itu lebih baik fokus sama pekerjaan nya aja, jangan memiliki niat mau mendekati bos atau menyingkirkan seseorang. Itu perbuatan yang tidak baik, jika ketahuan mbak nya bisa di pecat" ucap bu melinda pada lisa
"lisa... Jaga sikap kamu di sini, kamu itu membawa nama baik paman jadi jangan cuma karena sifat arogan mu, paman kehilangan pekerjaan" ucap paman lisa
Lisa langsung berpamitan pulang, karena dia sudah sangat kesal dengan hari ini, di tambah dia ingin pergi ke salon dulu, karena mulai besok dia sudah bisa bekerja di perusahaan ini, besok dia harus cantik agar bisa memikat leon
Buelinda hanya diam dan geleng geleng kepala, karena ternyata masih banyak perempuan yang tidak solan dan buruk seperti itu, bu melinda semakin bersyukur karena menantunya memiliki sifat yang sangat baik. Bu melinda langsung pergi ke ruangan leon karena dia kangen ingin bertemu sama mentari.
"mentari nak.... Mama kangen banget" ucap bu melinda saat melihat mentari di ruangan leon
__ADS_1
"mama.... Mentari juga kangen sama mama, lagian mama kenapa malah menyuruh ku tinggal berdua saja sama kak leon, jadinya kan mentari tidak bisa ketemu mama dan papa setiap saat" jawab mentari sambil memeluk bu melinda
"he he he mama melakukan itu demi kebaikan kalian berdua, jadi kalian lebih memiliki waktu untuk berduaan, dan kalian bisa membuatkan kita cucu, iya kan pah..." ucap bu melinda sambil memegang perut mentari
Leon yang mendengar itu langsung tersedak saat meminum kopi, dan membuat semua mata mengarah ke leon sekarang.
"kamu kenapa le.... Apa ada yang salah sama ucapan mama" ucap bu melinda
"ohh tidak tidak ma... Mama tidak salah kok, ini tadi kopinya terlalu panas jadi leon tersedak kaget" jawab leon sambil memberikan senyum palsu
"pah... Nanti ikut leon meeting yah, kaeena sebentar lagi ada meeting bersama rekan bisnis papa dulu, jadi nanti siapa tahu papa bisa reoni sama dia"
"yah sudah nanti papa akan ikut kamu meeting, kamu ngajak papa agar papa bisa bantu kamu kan, jadi kamu bisa mendapatkan proyek itu secara langsung"
"kalau begitu, mama sama mentari pergi dulu yah... Mama mau ngajak mentari pergi ke mall dulu, buat beli beberapa baju dan tas, agar dia besok bisa bekerja dengan menggunakan baju dan tas baru"
"tapi ma... Mentari sudah mulai bekerja hari ini, dia nanti juga akan ikut leon meeting, setelah itu dia akan ikut leon pergi"
"ehhh gak ada yah... Mentari itu baru melamar pekerjaan hari ini, jadi dia besok baru bisa bekerja, kalau sekaramg bukan tanggung jawab mentari, jadi kamu jangan halang halangi mama pergi bersama putri mama yah"
__ADS_1
Mendengar itu, leon hanya bisa pasrah, karena memang mentari mulai bekerja besok pagi, jadi dengan terpaksa leon mengijinkan mentari pergi bersama mamanya. Mentari hanya bisa menahan tawanya saja, karena baru kali ini ada ibu dan anak sedang berantem karena merebutkan dirinya. Di titik ini mentari baru menyadari kalau ada orang yang dengan tulus menyayangi dia.