TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 33


__ADS_3

Leon langsung menutup telpon itu, dan leon sangat kesal dengan semua hal yang di buat sama orang tuanya itu. Mentari tidak tahu apa apa mengenai rencana dari orang tua leon, dia yng melihat leon marah marah hanya bisa diam, Menunggu waktu yang pas buat ngomong sama leon.


Leon mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, sambil memasang GPS di mobilnya, karena dia tidak tahh alamat rumah baru dia bersama mentari, kini mereka sudah sampai di daerah pantai pantai yang lumayan jauh dari rumah leon.


Tapi tempat itu tidak asing bagi mentari karena dia seperti mengenal jalan pantai itu, tapi dia belum sepenuhnya ngeh kalau daerah itu dekat sama rumah orang tua angkatnya dulu.


"pasar itu... Yahhh benar pasar itu tempat aku jualan dulu" ucap mentari yang sangat bersemangat


"apa kamu mengenal tempat ini tari... Sepertinya kamu sangat bersemangat sekali" tanya leon


"iya kak... ini jalan yang bisa mengarah ke rumah orang tua angkatku dulu, dan di pasar itu dulu saya pertama kali bertemu sama mama melinda" jawab mentari sambil terus melihat ke arah jalan


"yahh bagus deh kalau begitu, jadi kamu tidak akan bosan saat saya tinggal kerja, kamu bisa jalan jalan ke pantai dan ke pasar itu, untuk bertemu teman teman kamu. Mungkin itu jadi rencana mama juga biar kamu bisa jalan jalan menemui orang orang yang kamu kenal, tapi kamu harus ingat, jangan bongkar sama sumua orang kalau kita sudah menikah" ucap leon dengan nada yang dingin


Setelah beberapa lama di perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumah yang sangat indah dan mewah, bahkan rumah ini bisa di bilang 2 kali lebih besar dari rumah leon sendiri, dan langsung mengawah ke pantai, jadi mereka bisa menikmati pantai langsung dari kamar mereka.


Semua pengawal dan asisten rumah tangga langsung menyambut kedatagan mereka berdua, ada yang membukakan pintu, ada juga yang mengambil koper mereka dan ada juga yang sudah menyiapkan minuman dingin dan hangat untuk leon dan mentari.


"dimana kamar saya?" tanya leon pada salah satu asisten rumah tangga


"kamar tuan dan nona ada di lantai dua, yang ada pot bunga besar di kanan dan kirinya" jawab asisten rumah tangga

__ADS_1


Setelah mendengar itu, leon langsung nyelonong masuk ke dalam kamarnya, dan mentari yang mencoba menjelaskan pada semua orang tentang hal hal yang tidak di sukai leon, agar mereka tidak mendapatkan hukuman dari leon.


"untuk bibik dan mbak yang ada di sini, saya mau kasih tahu yah... Kalau pagi hari kalian sudah harus menyiapkan satu cangkir kopi dan tea hijau susu tanpa gula, biar nanti tuan sendiri yang memilih dia mau minum apa, trus kalau makananya, kalian bisa siapkan roti isi, atau roti tawar sambil di siapkan slai, susu, dan mesis. Setelah itu kalian bisa mengerjakan semua yang perlu di kerjakan" ucap mentari sambil menjelaskan ke semua nya


"untuk bapak bapak semua, yang penting mobil sudah dalam keadan bersih semua, mau di pakai atau tidak, kalian haruz selalu mencuci mobil itu, bisa kalian bawa ke tempat cuci mobil atau mau kalian cuci sendiri"


"iya nona... Terima kasih sudah ngasih tahu kita semua, kalau begitu kit mau kembali ke pekerjaan kami masing masing"


"iya baiklah, kalau begitu, jangan lupa yah rutinitas paginya, kalau masalah makanan saya, itu terserah kalian mau masak apa, tapi kalian benar benar harus lebih baik dan sabar sama tuan muda, walaupun dia memiliki temprament yang buruk, tapi aku merasa itu tidak akan mengganggu kalian kalau beliau tidak sedang marah yang penting kalian jangan membuat dia marah kalian akan aman"


"baik nona... Kami akan mengat semuanya"


"Yah sudah saya ke kamar dulu yah... "


Karena memang itu sudah menjadi kesepakatan mereka sebelum menikah, mencintai leon itu di luar rencananya, dan itu harus di tanggung mentari sendiri, karena memang cinta dia adalah cinta bertepuk sebelah tangan, walaupun begitu mentari tetap menahan rasa itu, dan mencoba mendekati leon sebagai istri yang baik, siapa tahu dengan cara itu mentari bisa menimbulkan rasa di hati leon.


Saat mentari masuk ke dalam kamar, dia melihat leon sedang ada di balkon sedang menghubungi seseorang, dan benar saja dia sendang menghubungi marisa pacarnya.


Leon : sayang tolong kamu mengerti posisi aku yah... Jujur aku juga kangen sama kamu, tapi mama dan papa masih mengawasi semua gerak gerikku


Marisa : trus bagaimana... Aku juga tidak mau terus mengerti kamu, sementara kamu tidak mengerti aku sama sekali, aku cuma mau dekat sama kamu saja leon, aku dari kemarin frustadi mikirin kamu sama pembantu itu

__ADS_1


Leon : iya saya tahu... Saya janji besok saya akan cari cara untuk bisa menemui kamu, kita besok ketemu di rumah kesayangan kita oke


Marisa : oke... Besok aku akan datang temui kamu di sana,


Leon : oke, terima kasih yah sayang, besok aku tunggu kamu


Tanpa di ketahui leon, mentari mendengar itu semua, walaupun mentari tidak bermaksut menguping pembicaraan leon dan marisa, namun di posisi mentari duduk itu sudah bisa terdengar dengan sangat jelas tanpa haris menguping.


setelah mematikan ponsel nya, leon lanhsung masuk ke dalam kamar, dan dia sangat terkejut saat melihat menyari sudah ada di dalam kamar ternyata.


"sedari kapan kamu ada di sini" tanya leon yang terkejut


"cukup lama, dan maaf kak... Tadi saya bisa mendengar kakak ngomong apa aja sama pacar kakak" jawab mentari


"tolong kamu jangan lapor sama mama dan papa, ini aku sudah kangen ingin sekali bertemu sama dia, agar dia juga tidak marah, kalau sampai dia minta putus, aku akan bingung nanti"


"iya kak... Saya tau kok... Kakak tenang aja, saya tidak akan lapor sama mama melinda dan papa deny kok, lagian itu sudah menjadi kesepakatan kita dulu, yang penting kakak masih mau menerima aku di sini itu sudah cukup. Tapi saya boleh minta sesuatu sama kakak tidak?"


"kamu mau minta apa, kalau saya bisa kasih saya akan kasih itu langsung"


"saya mau minta ke kakak, tolong biarkan saya menjadi istri kakak, jadi tolong jangan larang saya untuk melayani kakak, walaupun kakak tidak mau menyentuh saya itu tidak apa apa, tapi tolong biarkan saya menyiapkan baju kakak saat mau pergi kerja atau ke manapun, dan menjadi sandaran kakak saat kakak lelah dalam kerja, dan kakak juga bisa menjadikan saya teman curhat kakak kalau kakak butuh" ucap mentari dengan sangat tulus dan senyum kecil di bibir nya

__ADS_1


Leon yang mendengar itu dia jadi bingung, ada apa sama mentari sebenarnya, tapi permintaannya tidak ada yang salah, karena dia juga sadar kalau semua perempuan yang sudah menikah pasti menginginkan hak itu dari suaminya, dan leon hanya menjawab dengan anggukan kepala saja, trus leon langsung pergi meninggalkan mentari karena dia ingin pergi berenang, untuk meringankan semua beban di kepalanya.


__ADS_2