TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 22


__ADS_3

Tapi semuanya itu butuh proses yang tidak bisa singkat, karena untuk melupakan kejadian itu juga sangat susah, mentari sudah berusaha ingin tidur malam, namun saat dia memejamkan matanya, gambaran dia di siksa dengan sangat kejam itu selalu muncul, hingga keringat di keningnya bercucuran, dan nafasnya tersengal sengal.


...****************...


Waktu telah berjalan kini mentari sudah bisa pulang dari rumah sakit, dia di sambut sama semua pelayan dan juga pengawal, mentari di perlakukan dengan khusus, karena dia akan segera menjadi nyonya muda di rumah ini.


Banyak pelayan yang irih sama nasib mentari, karena dia bisa di angkat menjadi menantu di keluarga yang sangat kaya raya dan juga terpandang. Mentari di perlakukan bagaikan putri raja, semua kebutuhannya di siapkan dan mentari hanya tinggal terima beres saja.


"mentari... Kamu jangan banyak bergerak dulu yah... Kamu jaga tubuh kamu, supaya minggu depan kamu bisa fress kembali, karena minggu depan adalah acara pernikahan kamu dengan leon" ucap bu melinda


"apa ma.... Minggu depan... Kenapa semuanya serba mendadak sih... Menikah itu butuh proses ma... Tidak bisa mendadak seperti itu" saut leon yang tidak setuju


"kan kamu sendiri leon yang minta menikah secara diam diam, kalau menikah secara diam diam, ngapain menunggu lama lama kan tidak ada perayaan apa apa, yah jadi jukup pemberkatan daja, dan itu yang datang cuma keluarga inti saja, jadi mau di lakukan kapan pun bisa, untuk surat surat pernikahan, papa kamu sudah mengurusnya, jadi minggu depan kamu tinggal datang saja, gaun juga mama sudah mengurusnya, kalau mama tidak menunggu mentari badannya agak enakan, malah mama mau nya itu di lakukan besok" jawab bu melinda


"tapi ma... Leon kan juga perlu menyiapkan diri, ......" bantah leon yang terpotong omongan bu melinda


"menyiapkan apa... Sudah kamu jangan banyak membantah, kamu sudah setuju untuk menikah jadi kamu jangan banyak alasan" bentak bu melinda


Lalu leon langsung meninggalkan kamar mentari dengan ekspresi marah, karena sebenarnya dia tidak ingin menikah sama perempuan yang tidak dia cintai, dia tidak ingin memiliki komitmen yang seumur hidup bersama satu perempuan, apa lagi itu terikat di negara juga.


Mentari sebenarnya juga takut kalau menikah sama leon, dia takut kalau leon akan lebih sering marah marah, dan dia juga tidak mau kalau nanti dia tidak bisa menjadi istri yang baik untuk leon, apalagi harapan dari orang tua leon yang mengandalkan mentari untuk bisa merubah sifat leon yang pemarah jadi lebih lembut.


"nyonya... Tuan... Sepertinya tuan muda memang tidak mau menikah sama saya, mungkin tuan muda sudah sangat mencintai kekasihnya" ucap mentari

__ADS_1


"kamu tenang aja.... Jangan kamu fikirkan... Walaupun dia mencintai marisa, kami sebagai orang tuanya, tidak akan pernah menyetujui hal itu, dan leon tidak akan bisa menolak keinginan kami" jawab bu melinda


"yah sudah... Kamu istirahat aja dulu yah... Hari ini kami maunpergi untuk mengurus pernikahan kalian, dan juga mengurus marisa, kamu baik baik yah di sini, besok H-5 kami akan kembali lagi" ucap pak deny


"iya nyonya tuan.... kalian hati hati yah..." jawab mentari sambil tersenyum


Pak deny dan bu melinda berjalan keluar dari kamar mentari, dan mereka pergi ke ruangan kerja leon, karena biasanya kalau leon banyak fikiran dia akan pergi ke ruang kerja nya untuk merenung dan sedikit minum.


Leon di berikan pengertian sama orang tuanya, dan dia akhirnya mau tidak mauenghiyakan apa aja yang di ucapkan sama orang tuanya. Leon juga di ingatkan untuk menjauhi marisa, karena marisa hanya memberi pengaruh buruk di kehidupannya nanti.


bu melinda dan pak deny, menyuruh leon untuk merawat mentari, dan memulai pendekatan sama dia, karena sebentar lagi mentari akan tidur di kamar leon, dan mereka akan sering bertemu, jadi orang tuanya tidak ingin melihat kecanggungan pada mereka berdua.


Setelah ngobrol banyak hal, bu melinda dan pak deny berpamitan sama leon, karena hari ini mereka akan pulang dan akan kembali lagi jika urusan mereka telah selesai, bu melinda berpesan, saat dia balik nanti, hubungan mentari dan leon sudah akrab dan tidak canggung lagi.


...****************...


Dengan sempoyongan dan menahan rasa sakit di badannya, mentari terus berjalan hingga tanpa sadar lanhkahnya kini mulaibtak beraturan, dan akhirnya dia terjatuh. Namun di waktu yang tepat, leon sedang berjalan di dekat mentari, saat leon sadar kalau mentari akan jatuh, dia dengan cepat langsung menangkap tubuh kecil mentari dan kini mereka saling adu pandang, mata keduanya seperti bersinar saat melihat satu sama lain, hingga mereka terpatung beberapa saat, sampai leon dan mentari sadar dan seketika wajah mereka menjadi sama sama merah. untuk mengubah suasana agar tidak canggung, leon langsung memapah mentari untuk duduk di kursi.


"kamu.... ngapain di luar kamar" tanya leon pada mentari


"saya... Saya... Saya mau pergi ke taman tuan" jawab mentari sambil tertunduk


"kamu kan masih sakit, mama sama papa tadi juga bilang agar kamu istirahat saja, ini kenapa malah jalan jalan sendiri" ucap leon sambil memarahi mentari

__ADS_1


"iya tuan maaf... Saya bosen di kamar terus, saya sudah 1 minggu di rumah sakit hanya makan tidur saja, jadi saya ingin mencari udara bebas di taman tuan, sambil ngecek bunga bunga saya bagaimana" jawab mentari


"yah sudah ayo saya antar kamu ke taman" ucap leon sambil langsung berdiri dan mengulurkan tangannya untuk mentari


"hahhh..... Tidak usah tuan... Saya bisa sendiri kok, saya akan berusaha untuk bisa jalan sendiri tuan" jawab mentari yang merasa tidak enak


"yakin kamu bisa sendiri"


"iya tuan, saya yakin"


"yah sudah... Sana pergi" jawab leon sambil melihat mentari yang kesusahan untuk berdiri dan berjalan, beberapa kali mentari hampir terjatuh, hal itu yang secara tidak sengaja membuat leon tersenyim melihat tingkah mentari


Tanpa pikir panjang, leon langsung berjalan dan langsung menggendong mentari dari belakang, kini mata mentari hanya bisa terbelalak lebar melihat ketampanan wajah leon dari dekat. Mentari tidak bisa berkata apa apa, karena dia hanya terfokus sama pemandangan wajah leon yang begitu sempurna.


Leon pun juga sesekali mencuri pandang ke arah mentari, saat mata nya tertangkap sama mata mentari, kini leon pun juga tidak bisa teralihkan lagi hingga mata mereka saling bertemu dan bibir mereka juga saling tersenyum.


Parah pengawal dan juga pelayan melihat hal itu menjadi sangat iri dan tidak menyangka, kalau tuan muda mereka yang terkenal tegas dan kejam, kini bisa berbuat semanis itu sama perempuan yang awalnya cuma pelayan.


Karena leon terus memandang mata mentari sambil berjalan, sehingga dia tidak melihat jalan yang dia lewati.


"BRAKKKK..... AUUUWWW" leon menabrak pintu kaca yang mengarah ke tamn, dan mentari pun tergencet antara pintu dan leon


Semua orang yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya saja, dan langsung kembali ke kerjaan mereka masing masing, mereka semua berpura pura tidak melihat kejadian apa apa, agar leon tidak merasa malu.

__ADS_1


__ADS_2