
Saat leon dan mentari mau keluar ruangan tiba tiba ada seseorang yang membuka pintu ruangan kerja leon, dan tanpa ketuk dulu, dia langsung nyelonong masuk dan langsung memeluk leon dan mencium pipi dan bibir leon. Mentari yang melihat itu di depannya secara langsung, membuat dia mematung untuk sesaat, dia tidak tahu harus berbuat apa.
...****************...
Karena tubuh perempuan itu kecil jadi mentari tidak bisa melihat siapa orang yang sedang memeluk dan mencium suaminya itu, karena posisinya dia tertutupi tubuh leon.
Tanpa di sadari air mata mentari mulai menetes, dan dia langsung menundukan kepalanya. saat tersadar dengan apa yang dia lihat, akhirnya mentari memilih untuk pergi dari ruangan leon tersebut sambil mengusap air mata yang sudah terlanjur menetes.
Di depan ruangan sudah ada mbak kiki dan juga albert yang sudah tahu hal ini akan terjadi, mereka berdua tidak bisa menahan marisa untuk masuk ke dalam ruangan leon, karena itu adalah hal yang biasa dan itu juga sudah di ijinkan sama leon sendiri.
Mbak kiki langsung memeluk mentari dan mengajak mentari pergi dari sana, namun mentari menolak hal itu, mentari memilih pergi semdiri untuk menenangkan dirinya sendiri.
Akhirnya mbak kiki dan albert mengijinkan mentari pergi, mentari pergi masuk ke dalam kmar mandi, dia duduk di atas kloset dan dia juga menahan suaranya sambil menggigit sapu tangan yang dia bawa tadi.
Mentari berusaha menangis tanpa mengeluarkan suara sama sekali, jadi dia tahan sebisa mungkin agar tidak ada suaranya. Mentari menangis terisak isak karena memang kini hatinya sangat sakit melihat orang yang dia cintai sedang bercinta dengan perempuan lain di depan matanya, bahkan kini dia sudah tidak mengerti lagi, leon sedang berbuat apa sama perempuan itu.
Mentari memvayangkan hal hal yang tidak tidak, karena fikirannya sudah kemana mana akhirnya tangisnya semakin menjadi jadi, sampai membuat hatinya benar benar hancu.
...****************...
Di sisi lain leon juga sangat terkejut karena marisa tiba tiba menyerang dia duluan, leon sendiri juga seperti mematung sebentar dan dia kembali sadar, setelah itu dia langsung mendorong tubuh marisa hingga dia jatuh ke lantai.
__ADS_1
"leon.... Kamu kenapa sih... Sakit tau.. Kenapa kamu mendorong ku" ucap marisa
"kamu yang kenapa tiba tiba mencium ku seperti itu" bentak leon balik
"leon... Kamu kenapa sekarang berubah, kan sudah biasa kita berbuat hal seperti itu, jadi apa salahnya aku datang dan langsung mencium kamu, aku kangen sama kamu syang"
"marisa... Semuanya itu sudah tidak sama seperti dulu, aku sudah punya istri, dan aku juga harus bisa menjaga perasaan istri aku, kalau tidak dia bisa terluka"
"bodo amat sama perasaan perempuan itu, kamu itu dulu sudah janji sama aku leon, kamu boleh menikah sama doa, tapi kita tetao seperti yang dulu, atau jangan jangan kamu sudah mencintai dia, sampai kamu berani meninggalkan aku"
"entahlah marisa, sepertinya memang susah ngomong sama perempuan seperti kamu, jafi mulai sekaramg kamu jangan datang ke kantorku lagi, lebih baik hubungan kita cukup sampai di sini saja. Aku baru sadar kalau sebenarnya dati dulu di antara kita itu tidak ada cinta, hanya ada nafsu ************ saja"
"apa kamu bilang... Coba ulangi lagi kamu ngomong apa tadi hah...."
Marisa yang keceplosan sendiri di depan leon , langsung memilih pergi begitu saja, sebelum nyawanya dalam bahaya, apa lagi leon sekarang sudah tidak ada hubungan apa apa lagi.
"heii marisa.... Jangan pergi kamu" teriak leon pada marisa, leon sangat sadar kalau sekarang dia sedang ada di kantor, jadi dia tidak mau membuat kegaduhan yang dapat menyita perhatian semua karyawan, jadi dia lebih memilih membiarkan marisa pergi, dan suatu saat dia akan kembali untuk menanyakan hal yang sama
Meliahat leon dan marisa berantem yang mem buat marisa kabur dengan begitu cepat, membuat kiki dan albert bertanya tanya, mereka tidak pernah melihat hal seperti itu, bhkan leon sendiri juga berlari ingin mengejal marisa dengan tatapan yang sangat marah.
Leon yang baru saja tersadar kalo mentari sudah tidak ada di ruanganya membuat dia sangat khawatir, jadi dia bertanya sama kiki dan albert yang sedati tadi berjaga di depan.
__ADS_1
"kalian melihat mentari pergi kemana?"
"mentari tadi keluar dari ruangan tuan muda sambil menangis sesenggukan, saya tadi juga sudah peluk dia dan mau saya ajak keluar untuk menenangkan dir, tapi memtarinya menolak dan dia ingin pergi sendiri jadi kita biarkan saja dia dulu"
"kenapa kalian tidak tahan dia sih... Seharusnya tadi jangan di biarkan sendiri, bisa berbahaya. Ayo sekarang kita cari dia, pasti dia sudah salah paham"
"tuan bagaimana kalau kita lidat CCTV saja, kita lihat dia berjalan di area mana, agar kita tahu posisi mentari.
Memdengar saran itu, leon langsung pergi ke ruangan control CCTV, dia ingin mengecek mentari ada di mana, saat di telisik ternyata sudah ketahuan kalau mentari terlihat masuk ke dalam kamar mandi, tapi anehnya sudah sangat lama tapi mentari tidak keluar keluar juga dari dalam toilet.
Tanpa pikir panjang leon langsung berlari menuju toilet tersebut, dia berlari ingin segera menemui mentari dan menjelaskan kalau sebenarnya apa yang dia lihat tadi tak sesuai dengan apa yang terjadi, jadi mentari tidak perlu menjauh dari leon seperti sekarang.
Leon tidak memikirkan kalau toilet itu adalah toilet perempuan, dia langsung saja masuk dan mencari toilet yang tertutup. Beberapa orang di dalam toilet cukup terkejut karena tiba tiba saja leon masuk ke dalam toilet. Kiki yang mengikuti leon dari belakang langsung mengisyaratkan beberapa pegawai itu langsung keluar tanpa menanyakan sesuatu pada leon.
"mentari.... Kamu keluar dulu yah... Saya akan menjelaskan semuanya sama kamu, tapi tolong kamu keluar dulu"
Mentari yang mendengar suara leon itu, dia langsung saja menghapus air matanya dan membenarkan penampilannya kembali, dia tidak mau terlihat berantakan di depan leon.
"tuan muda ngapain masuk ke kamar mandi perempuan?" ucap mentari sambil memberikan senyuman palsu srakan akan tidak terjadi apa apa
Mendengar suara itu, leon langsung berbalik badan dan langsung memeluk mentari, dia tanpa sadar melakukan hal itu di depan kiki. Sementara kiki yang terkejut, dia langsung menutup pintu utama kamara mandi, agar tidak ada orang yang tau tentang hubungan leon dan mentari. Mentari yang terkejut, hanya bisa membelalakan matanya saja, dia bingung harus merespon pelukan leon itu seperti apa, karena dia sendiri juga tidak tahu kalau maksut dari pelukan yang di berikan leon itu pertanda apa.
__ADS_1