
Tanpa di duga karena kebanyakan melihat mentari kini gairah leon untuk berhubungan badan mulai muncul kembali, tubuhnya sangat panas dan area bawahnya sudah mulai tegang, dia bingung apa yang harus dia lakukan karena ini masih di kantor dan bukan di rumah.
...****************...
Leon sabgat gelisah, dia bingug mau bagaimana, kini dia mondar mandir kesana kesini. Bahkan leon meminta kiki bolak balik untuk mengambilkan dia minuman, tapi sama saja, keadaan dia belum membaik.
Mentari yang menyadari sikap leon itu, dia mencoba mendekat dan menanyakan kenapa.
"kamu kenapa kak? Apa ada masalah yang besar di kantor"
"mentari lebih baik kamu jangan mendekat ke aku dulu deh, ini kondisinya tidak memungkinkan"
Mentari yang mendapatkan penolakan seperti itu membuatnya bingung dan tidak tahu dia salah apa, dia hanya ingin tahu kenapa leon terlihat gelisah, namun sayangnya dia mendapat penolakan dari leon sehingga mentari langsung keluar dari ruangan leon dan kembali lagi ke ruangannya.
Leon sendiri merasa aneh dengan badannya, dia ingin sekali melampiaskan hasratnya namun dia sangat malu jika langsung menyerang mentari di kantor, jika di rumah, leon tanpa pikir panjang dia akan langsung mengajak mentari ke kamar.
"kak leon kenapa sih, tadi baik, sekarang jahat, bener bener yah aku tidak bisa menebak isi hati kak leon. Lagiankan cuma tanya foang, masa aku langsung di suruh pergi" gerutu mentari
Mentari tidak bisa fokus untuk bekerja, karena dia masih terus melihat ke arah leon yang masih gelisah, bahkan kiki sudah berkali kali keluar masuk ruangan untuk mengambilkan leon air putih.
Mentari mencoba untuk menanyakan hal ini pada kiki, namun kiki sendiri tidak tahu leon kenapa, dia tidak pernah melihat leon seperti ini sebelumnya, bahkan saat menghadapi masalah yang seriuspun leon tidak pernah segelisa ini.
"jangan jangan tuan leon keracunan mbak, biasanya orang keracunan itu suka gelisahkarena tubuhnya sedang tidak enak, dan jantung nya berdebar debar, emang tuan leon habis makan apa sih mbak sebelumnya?"
"setahu ku tuan leon belum makan tar, dia dari datang tadi sampai sekarang belum keluar kantor sama sekali, jadi tuan leon belum makan apa apa"
__ADS_1
"jadi bisa saja tuan leon lapar yah mbak, yah sudah deh kalau begitu, aku coba belikan makanan dulu di cafe depan yah, siapa tahu aja dia lapar"
"iya iya tar, buruan yah...."
Mentari akhirnya keluar kantor dengan tergesa gesa dia sedikit berlari agar bisa cepat sampai di cafenya, mentari ingin memesan beberapa makanan yang ebak enak untuk leon, karena dia sendiri tidak tahu apa kesukaan leon jika di cafe ini.
Setelah memesan banyak makanan, mentari baru sadar kalau dia tidak membawa uang sama sekali, dia lupa kalau selama ini dia tidak pernah di bawain uang sama leon, setiap dia ingin membeli sesuatu selalu menggunakan kartu milik leon.
Akhirnya mau tidak mau, mentari menghububgi ibu mertuannya yaitu bu melinda untuk membantunya dalam membayar makanan ini.
Meinda : hal sayang ada apa, tumben kamu telpin mama
Mentari : ma.... Tari bingung sekarang
Melinda :hahhhh bingung kenapa? Apa leon sedang memarahi kamu sekarang, apa leon berbuat jahat sama kamu, bilanga ja sama mama, nanti biar mama yang kasih dia pelajaran
Melinda : trus karena apa hah....
Mentari : jadi begini ma... Mentari kan lagi memesankan beberapa makanan untuk kak leon, tapi mentari lupa selama ini mentari tidak pernah di kasih uang sama sekali, jadi sekarang mentari bingung mau membayarnya pakai apa. Kalau mentari telfon kak leon, mentari takut kalau nanti malah di marahin kak leon
Melinda : ohhh ya ampun sayang.... Mama kenapa lupa kalau kamu belum mama kasih pegang kartu kredit yah... Leon itu juga kenapa bisa lupa juga sih.... Yah sudah kamu fotokan scan barkot pembayarannya, biar mama yang transfer langsung ke cafe nya
Mentari : makasih yah ma... Maaf mentari selalu ngerepoti mama
Melinda : haduh kamu ngomong apa sih... Mama malah senang kalau kamu mau minta mama, soalnya mama itu tidak pernah punya anak perempuan jadi mama senang banget sekarang mama sudah memiliki anak perempuan yang cantik dan baik hati seperti kamu
__ADS_1
setelah menyelesaikan pembayarannya mentari langsung balik ke kantor lagi sambil membawakan makanan itu, dia sangat tergesa gesa karena dia ingin sampai ke ruangannya leon.
"mbak... Bagaiamana apa tuan leon masih sama seperti tadi?" tanya mentari pada kiki
"masih tar... ini aku capek banget karena dari tadi mondar mandir ngambilin air putih ke ruangan tuan leon, yah sudah sana gantian kamu yang masuk, kasih makanan itu sama tuan leon, aku mau ke bawah dulu"
"ahhh kenapa aku sendirian mbak... Temani aku dong..."
"enggak ah... Sana kamu sendiri saja, lagian kan kamu istrinya, jadi kamu harus bisa menanngkan suami kamu" ucap kiki dan langsung pergi meninggalkan mentari
"ahhhh mbak.... Jangan pergi dulu dong mbak....."
(yah sudah deh gak papa aku masuk sendiri, pasti ini kemungkinannya ada dua, aku masuk langsung di marahin karena sok tahu bawa makanan, dan aku masuk langsung di sambut karena kak leon memang benar benar lapar dan langsung ngajakin aku makan bareng. Yah sudah semangat mentari) suara hati mentari yang mencoba menyemangati dirinya sendiri
Mentaru langsung mengetuk pintu ruangan leon terlebih dahulu, dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam ruangan itu, dan mulai memanggil leon. Namun saat lekn melihat mentari ada di hadapannya, dia tidak bisa menahannya lagi, dia harus melakukannya sekarang juga, demi kelangsungan hidup nya.
Leon langsung berjalan ke arah mentari dengan wajah yang tegas, dia berjalan mendekat ke arah mentari dan langsung mengunci pintu yanga ada di belakang mentari, leon juga tidak lupa merubah pengaturan kaca ruangannya yang awalnya transparan menjadi buram dan tidak bisa di lihat dari luar dan juga menjadi kedap suara.
Dengan begitu leon bisa bebas melakukan apa aja sama mentari, leon langsung mengambil bingkisan yang ada di tangan mentari dan di taruhnya di lantai, lalu mentari langsung di angkat leon dan di taruh di atas mejah kerjanya yang cukup besar.
Mentari yang tiba tiba mendapat perlakuan seperti itu, menjadi ketakutan, dia berfikir kalau leon akan menyakiti dia dan menghukum dia karena sudah berani masuk ke dalam ruangannya leon.
Namun ketakutan itu menjadi kenikmatan yang tiada tara saat leon mulai membelai manja wajah dan tubuh mentari, bahkan mereka melakukan hubungan suami istri di atas mejah kerja milik leon, mereka berdua di bawah hasrat yang sangat besar, sehingga membuat keduanya mandi kringat, dan suara mereka bergema di dalam ruangan itu.
Mereka sangat menikmati permainan demi permainan, leon pun sangat terpuaskan dengan permainan mentari yang sedikit lebih liar di banding malam pertama kemarin, bahkan kali ini lekn di bikin K O sama mentari, dan leon hampir tak berdaya karena sudah keluar lebih dari 2 kali.
__ADS_1
Setelah permainan itu, mereka langsung mandi bersama sama di dalam ruangan leon, bahkan leon masih menggunakan sedikit tenaganya untuk menyerang mentari di dalam kamar mandi. Setelah puas mereka berdua lanhsung menggunakan baju mereka masing masing, dan bertingkah seperti tidak pernah terjadi apa apa, dan mereka juga langsung membereskan ruangan yang berantakan itu, dan tak lupa mereka juga membersihkan cairan yang keluar dan berantakan.