
Leon terus menatap ke arah pegawai yang sudah menghina istrinya itu, dengan perasaan yang marah karena istrinya di rendahkan, leon ingin sekali mencabik cabik mulut pegawai itu dan membuatnya bersujut untuk minta maaf sama mentari.
...****************...
mentari tahu sekarang leon sangat marah, dia bisa melihat dari raut muka leon dan kalau di biarkan pegawai perempuan itu bisa bisa habis dan masalah ini semakin panjang. Jadi mentari ingin mencari cara untuk meredam amarah dari suaminya itu.
"mbak tolong bungkus lupstik ini, bedak ini ahh sudahlah bungkus saja ini semua, dan bawa ke mejah kasir nanti saya akan bayar" ucap mentari pada karyawan toko yang sedari tadi membantu dia
"kak leon... Sudah ayo kita bayar dulu yah... habis itu kita pergi cari makan, aku sudah lapar" ucap mentari sambil berdiri di depan leon dan berusaha mengalihkan fokus leon dari pegawai sombong itu.
"kamu pergi dulu ke sana, dia harus aku kashh pelajaran, selama ini belum ada yang berani menghina ku, dan dia sudah berani menjadi orang pertama yang menghina seorang leon"
"sudah kak.... kita biarkan saja... Kakak sabar yah... Tenangin diri kakak.... Aku takut kalau melihat kakak seperti ini" ucap mentari yang langsung memeluk tubuh leon dengan sangat erat
"kak.... Sudah yah.... Mentari takut kalau kaka leon marah seperti ini, kakak sudah lama tidak pernah marah ini kenapa kakak marah marah lagi... Mentari akan terus peluk kakak seperti ini sampai kakak bisa merasa tenang"
Leon yang mendapat pelukan yang sangat erat dari mentari membuatnya bisa berfikiran tenang lagi... Dia mulai merasakan ketenangan dan kenyamanan saat di peluk mentari, semua amarah leon yang memuncak tadi lama kelamaan mulai padam.
Leon mulai membalas pelukan dari istrinya itu, dia mulai mencoba mengontrol emosinya. Tapi sekarang ganti gelora tubuh leon mulai memuncak, karena pelukan dari mentari itu juga membuat kejantanan leon mulai menegang dan ingin segera di ajak bertempur.
Karena leon tidak bisa menahan gelora itu, akhirnya leon langsung mengajak mentari untuk masuk ke dalam ruang ganti VVIP yang ada di toko itu.
Mentari hanya mengikuti saja, dan dia tidak tahu kalau leon akan berbuat yang tidak tidak pada dia di hari itu juga.
Setelah sampai, leon langsung mengunci pintunya dan dia langsung menyerang habis bibir mentari dan leon tidak membiarkan sejengkal kulit mentari yang lolos dari absenan mulutnya.
__ADS_1
Mentaru hanya bisa pasrah, menikmati dan mengikuti setiap arahan yang di berikan leon untuk nya, sampai dia harus melakukan hubungan suami istri di dalam kamar mandi ruang ganti itu.
Setelah permainan yang cukup panas akhirnya leon merasa sangat puas dan tubuhnya mulai bisa di kendalikan lagi, dengan terus memeluk tubuh mentari leon mengucapkan terima kasih dengan sangat lirih karena cuma sama mentari saja dia bisa menahan amarahnya. Yah walaupun akhir akhirnya harus sambil berhubungan badan, agar leon bisa menjernikan pikirannya kembali.
Leon dan mentari langsung membereskan tubuhnya dan merapikan kembali pakeannya, dan bertindak tidak pernah terjadi apa apa. Mereka juga keluar dari ruangan itu dengan santai dan berjalan ke arah kasir untuk membayar apa yang sudah di beli mentari tadi.
Sebelum meninggalkan kantor leon tidak lupa untuk memperingatkan pegawai toko itu, untuk pergi sendiri atau tunggu dipecat secara tidak hormat.
Mentari hanya bisa senyum senyum sendiri melihat tingkah leon yang sedari tadi melindunginya, bahkan tangannya sendiri sedari tadi gak di lepas sama sekali.
"kita mau kemana kak sekarang"
"bukannya kamu tadi bilang kalau lapar, kita pergi makan dulu, trus setelah itu kita pulang"
Leon yang mendengar itu jadi senyum senyum sendiri, dan berusaha setenang mungkin agar dia tidak terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta.
saat sampai ke restorannya, leon langsung memanggil pelayannya dan mulai memesan beberapa makanan, mentari sendiri masih sibuk membolak balikkan buku menu tersebut seperti orang yang sedang kebingungan
"kamu mau pesan apa tar... Buruan sudah di tunggu sama pelayannya"
"bentar kak... Aku tidak faham sama sekali dengan apa yang di tulis di buku ini, bahkan aku sendiri tidak bisa membaca tulisannya, aku bingung mana yang makanannya dan mana yang minuman, di sini tidak ada tulisan es nya" ucap mentari sambil menggaruk kepalanya yabg tidak gatal
"sudah sudah... Kamu kembalikan saja buku menunya, kamu pesan makanan yang sama saja sepeti aku"
Akhirnya mentari setuju, kalau dia pesan makanan yang sama seperti yang di pesan leon. Setelah menunggu beberapa saat makanan yang di pesan tadi akhirnya sampai juga, di mejah tersebut ada dua 4 piring makanan dan ada dua gelas minuman.
__ADS_1
Tapi setelah makanan itu datang, yang ada mentari semakin kebingungan saat melihat makanan tersebut karena ini pertama kalinua dia melihat makanan seperti itu.
"kak... Ini kenapa mejahnya full sama piring semua, makanannya cuma dikit sekali bahkan ini makanannya di jadikan 1 piring sudah bisa, tidak perlu piring lagi" ucap mentari yang masih terkejut karena melihat makanan yang datang cuma sedikit
"ini itu makanan mewah, dan hanya di lestoran bagus saja yang bisa menyiapkan makanan seperti ini, ini juga rasanya sangat enak, coba kamu makan"
leon langsung mencontohkan mentari bagaimana cara makannya, leon terlihat sangat anggun saat menyantap makanan itu, dengan garpu dan pisau di tangannya, tapi hal itu tidak sama seperti mentari, mentari langsung menusuk daging itu dan memasukan ke mulutnya dengan sekali suap.
Leon sempat tertegun melihat cara mentari makan, bahkan leon juga menahan tawanya karena tingkah mentari yang seperti itu.
(haduh ini makanan emang enak sih... Tapi kenapa cuma sekali hap sudah habis... Padahal aku masih lapar, pokoknya habis ini aku mau makan makanan padang aja, sama es jeruk) suara hati mentari
"kak kamu sudah selesai belum makannya, setelah ini jangan pulang dulu yah... Anterin aku makan lagi yah... Aku masih lapar"
"kalau kamu masih lapar, pesan lagi aja tidak apa apa, mumpung masih di sini"
"tidak tidak... Aku mau ngajak makan kakak ke rumah makan terenak menurut ku, jadi kakak habiskan dulu saja"
"oke...." leon lanhsung megangkat tangannya untuk meminta bil pada pelayan
Saat pelayan itu memberikan bil makanan, mentari terkejut kembali karena makanan yang dia makan tadi sangat mahal. Mentari hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil memasang senyim tidak ikhlas karena leon harus mengeluarkan uang yang sangat banyak hanya untuk makanan sesuap tadi.
"kak kenapa kakak ngajak makan di sana sih, sudah makanannya cuma sedikit, mahal pula, pokoknya aku tidak mau datang lagi ke restoran itu, lebih baik makan di pinggir jalan, makanannya dapat banyak dan murah"
leon hanya senyum senyum saja sambil mendengarkan ocehan mentari, karena dari awal niatnya ingin romantis sama mentari tapi ternyata malah berantakan karena mentari tidak terbiasa makan di restoran mewah sepeti itu.
__ADS_1