
Melihat mentari yang seperti itu, membuat leon semakin bingung, dan dia merasa bersalah karena kecerobohan dia gaun milik mentari menjadi sobek seperti itu, bahkan leon sendiri terlalu malu dan gengsi untuk minta maaf dan mengakui kesalahannya, jadi leon hanya bisa memegang tangan mentari dan membantunya untuk berdiri, sambil mengucapkan kata kata yang bisa membuat mentari agak tenang.
...****************...
Setelah agak tenang karena bujuk rayu leon, leon langsung membantu mentari untuk melepas gaunnya itu, karena leon yang membuka resleting baju mentari, jadi leon bisa melihat punggung mentari yang sanagt putih mulus dan bersih tidak ada noda apa apa.
Leon yang beljm berkedip melihat itu, tiba tiba mentari langsung teriak kepada leon, sudah selesai atau belum membuka baju nya, dan karena teriakan itu, leon pun langsung mengalihkan pandangannya dan llangsung melepaskan pada resleting mentari.
"yah sudah tuan... Saya mandi dulu yah... Badan saya sudah lngkat semua, " ucap mentari dan dia langsung masuk ke kamar mandi
Leon menatap lucu mentati, dan sebenarnya dia sangat gemas dengan tingkah mentari yang kadang spontan dan bisa membuat leon tersenyum, dan bisa menimbulkan rasa tenang di hati leon, tapi leon sendiri tidak menyadari dan tidak mengetahui rasa itu di karenakan apa.
Mentari mandi dengan berendam agar tubuhnya bisa sedikit segar, dan rasa lelah di Kaki dan badannya bisa sedikit hilang, setelah mandi mentari langsung menggunakan baju handuk yang ada di kamar mandi, karena dia lupa untuk membawa baju ganti ke dalam kamar mandi, jadi dia terpaksa keluar dengan menggunakan handuk saja.
Saat mendekati pintu kamar mandi, memtari tidak sengaja mendengar leon sedang berbicara dengan seseorang di dalam telpon, dan leon dengan nada senang dia langsung menghiyakan untuk bertemu orang yang ada di telpon itu.
Mendengar itu mentari merasa sangat sedih dan kecewa pada leon, bisa bisa nya leon akan meninggalkan mentari sendirian di malam pernilahan mereka, walaupun leon tidak menganggap serius pernikahan ini, tapi setidaknya leon bisa menghargai mentari sebagai istri nya yang sah.
Mentari keluar dari kamar mandi dengan ekspresi yang tidak tahu apa apa, dan tiba tiba saja leon berbicara sama mentari.
"tari... Hari ini saya harus pergi menemui marisa, dan mungkin saya tidak akan kembali malam ini, kamu bisa tidur saja sendiri di sini, kamu tidak keberatan kan" ucap leon pada mentari saat mentari sedang duduk memilih baju dia
__ADS_1
"kalau aku keberatan bagaimana, apa tuan masih akan tetap pergi juga?" mentari bertanya pada leon
"yah ngapain kamu keberatan bukannya kita sudah sepakat yah, kalau kita akan mengurus masalah kita sendiri sendiri, jafi kamu tidak ada hak mengatur saya" jawab leon dengan nada sedikit tinggi pada mentari
"kalau begitu, ngapain tuan minta ijin ke saya, dan kenapa tuan bertanya pada saya tentang keberatan atau tidak. Saya kan tidak memiliki hak untuk berbicara tidak dan saya hanya di wajibkan untuk berbicara iya, jadi tuan tidak perlu lagi meminta pendapat saya" jawab mentari yanh sangat kecewa, dan dia langsung masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa baju ganti
Leon yang tidak mengerti maksud dari mentari, jadi dia lebih pilih pergi keluar kamar, dan meninggalkan mentati sendiri di hotel yang sanagat besar dan sangat asing untuk mentari.
mentari hanya bisa menangis di dlam kamar mandi, dia marah pasa dirinya sendiri, karena bisa berada di dalam posisi yang sangat sulit, dan ini bukanlah impian pernikahan mentari selama ini.
"kenapa ini semua bisa terjadi, bukan ini yang ku mau, dan bukan ini yang ku inginkan. Aku hanya ingin bahagia, kenapa hal itu tidak pernah terjadi di hidupku, banyak orang berkata kalau banyak uang akan bahagia, jadi semua itu salah... Aku bisa mendapatkan segalanya, tapi aku tidak bisa memiliki suamiku sekarang" ucap mentari sambil menangis di dalam kamar mandi
Ponsel leon tertinggal di kamar, jadi dia harus kembali ke kamar itu untuk mengambil ponselnya, saat leon mau mengetuk pintu kamar, tiba tiba dia samar samar mendengar suara perempuan yang menangis dalam kamar. Dengan segera leon mengetuk pintu kamar itu
"tok... Tok... Tok... mentari buka pintunya" ucap leon di depan pintu
Mentari yang mendengar itu, dia langsung menghapus air matanya terlebih dahulu dan dia pergi untuk membukakan pintu kamar. Karena dia berfikiran kalau leon tidak jafi pergi, dan dia mau menemani dia agar tidak ketakutan.
"iya tuan... Sebentar" jawab mentari sambil mengatur nafasnya agar tidak ketahuan kalau habis nangis
_ceklekkkk_ suara pintu di buka
__ADS_1
Leon lanhsung melihat ke arah mentari, dan benar kalau mentari habis menangis, karena terlihat sangat jelas kalau matanya yang sembab, dan masih ada air mata di matanya
"saya kembali cuma mau mengambil ponsel saya" ucap leon sambil langsung nyelonong masuk untuk mengambil ponsel itu.
mentari hanya melihat saja ke arah leon, dia tidak menghubris kedatangan leom, dan dia juga bersikap seakan akan tidak terjadi apa apa. Setelah mengambil ponselnya, leon langsung kembali pergi, menyusuri lorong hotel dan mentari hanya bisa melihat tubuh belakang leon saja.
...****************...
"kenapa mentari menangis yah... Masa di tinggal begitu saja dia menangis, kam enak di hotel mewah dia tidir sendirian" ucap leon pada dirinya sendiri dan dia terus berjalan menuku parkiran untuk mengambil mobil dia
Sat leon berada di dalam mobilnya leon baru ingat kalau mentari memiliki trauma " tunggu... Tunggu... Mentari kan punya trauma jika berada sendirian di kamar ataupun di rumah" pikiran leon mulai bekerja saat akan menyalakan mobilnya
"ohh iya astaga.... Bodoh sekali aku..." ucap leon dan langsung keluar dari dalam mobil dan langsung berlari ke kamar mentari
Leon menunggu lift gak turun turun juga, akhirnya leon memutuskan lewat tangga darurat yang ada di samping leon, dengan cepat dia sudah hampir sampai di depan kamar.
Leon langsung mengetuk pintu kamar namun sama mentari tidak juga di bukakan, bahkan leon juga sudah memanggil nama nama mentari tapi juga tidak ada jawaban dari dalam kamar.
Dengan cepat leon kembali turun ke lantai bawah untuk meminta tolong sama resepsionis untuk membukakan pintu kamarnya, karena dia sudah sangat khawatir dengan keadaan mentari.
Setelah beberapa saat, leon kembali lagi bersama satu orang staf hotel, dan dengan sigap, mereka langsung membuka pintu dengan kartu serba guna milik staf, setelah itu leon langsung masuk, dan teriak teriak memanggil nama mentari.
__ADS_1