
Setelah pertemuan itu pak deny langsung pergi ke rumah nya untuk memberi info ke istrinya, dan mereka sepakat untuk tidak mengundang dia. dan bu melinda juga sudah mempunyai cara agar mulai besok mentari dan leon tidak boleh pergi kamana mana, agar tidak mendekati merisa.
Karena hari pernikahan leon dan mentari adalah lusa, jadi bu melinda dan pak deny kembali ke rumah leon. Seperti biasa jika pak deny dan bu melinda datang, semua asisten rumah tangga sangat sibuk membereskan rumah, dan mentari hanya bisa melihat, karena dia tidak di ijinkan untuk ikut beberes rumah.
Mentari lebih senang duduk di ayunan yang ada di taman, sambil melihat ke langit dan memandang bunga. karena di rumah leon dia tidak memiliki teman, jadi mentari banyak menghabiskan hari harinya dengan sendirian.
...****************...
"di mana mentari" tanya bu melinda kepada salah satu asisten rumah tangga
"mentari biasanya di taman nyonya" jawab asisten tersebut
Bu melinda langsung menemui mentari di taman sementara pak deny langsung menemui leon yang ada di kamarnya, mereka sama sama membujuk mentari dan leon untuk tidak keluar rumah dan tidak menghubungi siapa siapa, dan ponsel mereka juga akan di ambil untuk di amankan.
"mentari...." panggil bu melinda
mentari langsung tersontak kaget, karena tiba tiba ada yang memanggil namanya "ehh iya... Nyonya...." jawab mentari
"maaf maaf... Saya mengganggu kamu yahh" ucap bu melinda sambil duduk di samping mentari
__ADS_1
" tidak nyonya... Saya malahbsenang kalau nyonya sudah kembali ke rumah ini, jadi saya ada temannya lagi" jawab mentari sambil tersenyum
"kamu itu... Jangan panggil saya nyonya lagi, kamu bukan lagi asisten di rumah ini, kamu akan menjadi menantu saya, jadi panggil saya mama saja yah... Jangan panggil nyonya lagi" ucap bu melinda
"he he he.... Maaf nyonya, saya belum terbiasa, jadi saya lebih nyaman panggil nyonya,"
"yahh mangkanya, kamu belajar dari sekarang, panggil saya mama... Karena saya dari dulu ingin sekali punya anak perempuan, mangkanya saya seneng banget kalau sekarang ada seorang gadis yang mau memanggil saya mama, jadi kamu mau yah... Panggil saya mama... Pliss..." ucap bu melinda sambil memohon ke mentari
"iya deh nyonya.... Ehhh... Mama maksut nya, mulai sekarang mentari akan mencoba memanggil mama, terima kasih yah nyo.. eh.. Ma... Sudah mau menganggap mentari sebagai putri mama sendiri dan mau menyayangi mentari seperti anak mama sendiri" jawab mentari sambil matanya berkaca kaca melihat ke arah bu melinda
"heyy kenapa ini... Kenapa kamu jadi nangis seperti ini, kan sekarang memang sudah kewajiban saya sebagai mertua kamu untuk menyayangi kamu seperti anak saya sendiri, kenapa kamu malah berterima kasih" ucap.bu melinda sambil menghapus air mata mentari yang sudah jatuh
Bu melinda yang kasian mendengar cerita mentari, dia langsung memeluk mentari dan menguatkan mentari agar tidak sedih lagi, dan bu melinda juga memberitahu ke mentari kalau dia di rumah ini pasti banyak yang sayang, dan dia akan mendapatkan limpahan kasih sayang dari keluarga besar, saat mereka tahu kalau kamu adalah istri leon.
...****************...
Pak deny dan leon berada di balkon kamar leon, dan mereka mendengarkan semua omongan mama nya bersama mentari. Dan leon sangat simpati sama mentari, namun hatinya selalu bergejolak untuk memilih mentari atau pacarnya marisa, sebenarnya leon tidak ingin menyakiti mentari dengan terus berhubungan dengan marisa, namun dia juga tidak bisa memutuskan marisa karena dia sangat mencintai marisa.
"leon... Papa harap kamu jangan buat mentari menangis lagi, papa sama mama sudah sangat sayang sama mentari, jika kamu sampai sakiti dia papa dan mama tidak akan segan segan mengambil kembali warisan itu" ucap pak deny
__ADS_1
"tapi pa... Leon cinta sama marisa pah... Leon tidak ingin kehilangan marisa, marisa itu segalanya buat leon pah... Papa tahu kan rasanya mencintai orang, dan tidak ingin meninggalkan orang itu" bantah leon
"leon... Kamu yakin perasaan kamu itu cinta... Sepertinya kamu belum bisa membedakan mana cinta dan mana yang cuma nafsu ingin tidur bareng aja, kalau kamu benar benar mencintai marisa, kamu tidak akan membiarkan dia untuk tidur dengan orang lain, dan jika dia juga mencintai kamu, dia tidak akan rela melihat kamu, bermain di ranjang sama para PSK itu"
"yang kamu rasakan pada marisa itu sebenarnya bukan vinta leon, tapi itu cuma nafsu yang ingin kamu puaskan dengan marisa, karena hanya bersama marisa kamu bisa memuaskan hasrat kamu, tapi nanti jika kamu bisa menemukan orang yang juga bisa memuaskan kamu, maka kamu akan berpaling dari marisa"
"dengan menikah sama mentari, papa yakin kamu bisa merasa puas, dan tidak ingin berpaling dari mentari. karena mentari itu istri kamu, orang yang akan kamu lihat saat kamu menutup mata dan membuka mata, orang yang selalu bisa mendengarkan isi hati dan keluh kesa kamu, orang yang dengan suka rela memberikan bahunya untuk kamu bersandar jika kamu merasa lelah. Papa yakin tanpa adanya marisa dan hanya cukup mentari saja kamu bisa terpuaskan, dan perasaan kamu akan berubah menjadi cinta, bahkan kamu tidak akan rela melihat mentari di dekati orang lain"
Leon hanya diam mendengarkan omongan papanya itu, dia sempat berfikir kalau yang di bilang papanya itu ada benarnya, karena selama ini dia tidak memiliki perasaan cemburu dan marah saat marisa tidur sama orang lain, dan juga marisa sendiri lebih terkesan cuek saat tahu leon sedang tidur sama perempuan lain.
"entahlah pah... Leon tidak tahu.... Yang penting sekarang leon sudah siap untuk menuruti permintaan mama sama papa untuk menikah sama mentati, dan leon juga tidak janji mentari bisa bertahan lama saat menjalin hubungan dengan leon, leon tidak akan mencerai kan mentari, kecuali mentari sendiri yang minta cerai ke leon" ucap leon dan dia langsung berjalan menuju mejah kerja yang ada di kamarnya
"leon... Kata mama kamu, hari ini kamu di rumah saja, tidak usah keluar rumah, apa lagi pergi bekerja, bahkan ponsel kamu sementara papa ambil dulu, kamu tidak boleh berkomunikasi dengan dunia luar, dan tidak boleh bertemu sama orang lain di luar rumah, kalau kamu mau bekerja di rumah tidak apa apa silahkan" ucap pak deny sambil mengambil 3 HP leon yang ada di atas mejah
"enggak pah... Enggak bisa begitu... peraturan baru macam apa itu.... leon tidak setuju, leon masih banyak kerjaan pah... kalau papa ambil ponsel leon, nanti bagaimana leon bisa menghubungi para investor, dan kalau leon tidak pergi ke kantor, nanti kalau ada berkad penting yang harus di tanda tangani segera bagaimana pah..." protes leon
"ini bukan peraturan baru, tapi ini tradisi lama kita, dulu waktu papa dan mama menikah juga begitu, mangkanya mama ingin kamu melakukan tradisi ini, dan mama tidak mau di bntah, jadi mau tidak mau kamu harus mengikutinya" jawab pak deny sambil membawa semua pnsel leon dan dia pergi dari kamar leon
Leon dengan terpaksa mengikuti tradisi ini, walaupun sebenarnya ini bukanlah tradisi sebenarnya, cuma bu melinda hanya tidak ingin melihat anaknya masih bertemu dengan marisa dan juga bu melinda takut kalau mentari sampai di sakiti marisa lagi.
__ADS_1