
Pak deny sendiri tidak ingin memenjarakan marisa, dia hanya mau membuat ancaman atas kesalahannya, karena dengan begitu marisa akan merasa hidupnya tidak pernah aman dan nyaman, setiap harinya dia akan di penuhi rasa ketakutan dan sampai dia sendiri yang akan mengaku dan menyerahkan dirinya ke polisi.
...****************...
Matahari pagi sudah menyapa setiap umat, mentari dan leon juga sudah bersiap siap untuk pergi ke kantor, walaupun leon sudah melarang mentari untuk pergi ke kantor, tapi mentari masih saja tetap ingin bekerja, jadi dengan terpaksa leon menyetujui hal itu.
Mentari pergi dulu dengan di antar supir, dia tidak ingin berangkat bersama leon, karena jika sampai ketahuan anak anak di kantor, maka mentari bisa bisa di musuhin sama para fans dari suaminya itu, dan kerjanya tidak akan tenang.
"kak aku berangkat dulu yah.... Aku tidak mau telat" ucap mentari dan dia tergesa gesa untuk berangkat
Leon hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya dengan melihat tingkah mentari, leon tidak bisa memungkiri karena istrinya itu masih muda, tapi leon tambah senang karena terkadang sifat mentari bisa membuat leon gemas dan manjanya mentari membuat leon candu.
......................
Sesampainya di kantor mentari langsunginta di drop di depan pintu masuk dan mentari juga langsubg menyuruh supirnya itu pulang, agar orang orang tahu nya mentari berangkat ke kantor dengan menggunakan taksi online.
"mentari tunggu" ucap nita sambil sedikit berlari
"heyyy jangan berlari, nanti kamu keringetan loh, kita nantikan mau pergi keluar untuk mencari sampel bunga yang bisa di buat bibit parfur"
"ohh iya... Aku lupa, ohh iya kenapa kantor malah milih aku yah, padahal kan aku karyawan baru, dan belum tahu tentang banyak hal"
"itu aku yang minta sama tuan leon, soalnya tuan leon menyuruh aku memilih anak anak baru buat ikut andil di bagian parfum ini, jadi kita nanti akan bekerja sama untuk membangun dan membesarkan devisi baru kita"
__ADS_1
"yang benar kamu tar... Aku seneng banget kalau nanti kita bisa berkerja sama bareng, apa nanti bersama indra, lilo, dan akmal kan, trus nanti apa lisa juga akan ikut"
"kalau sama mereka sih iya, tapi kalau lisa aku tidak tahu, nanti tunggu persetujuan dari tuan leon aja, kalau emang harus sama dia yah sudah tidak apa apa, kan kita juga sama sana kerja, tapi kalau dia tidak masuk yah syukur, artinya hidup kita nanti bakalan lebih tenang"
"jadi nanti kita tunggu pengumuman itu di tempel yah, habis itu kita bisa langsung pergi. Tapi kamu kan asistennya tuan leon, trus urusan tuan leon bagaimana"
"yah... Itu bisalah di atur, kan masih ada mbak kiki, jadi nanti bisa di handel mbak kiki semua"
Setelah absen, mentari dan nita langsung pergi ke ruangan mereka masing masing, mentari juga langsung membereskan ruangan leon, dan mengecek kembali semua berkas yang ada di atas meja kerja leon.
Setelah mengecek dan semua nya sudah rapi, mentari memilih pergi ke pantry untuk mengambil minuman agar dirinya lebih segar dan tidak mudah ngantuk.
"ehhh mau kemana" tanya kiki saat mentari berjalan di depannya
"ayo bareng aja deh, tuan leon juga belum datang, jadi kita ke bawa aja dulu"
Mentari dan kiki berjalan bersama menuju pantry karyawan yang ada di lantai bawah, karena jika di pantry lantai atas, itu tidak lengkao dan tidak bisa di buat ngobrol santai sambil duduk duduk
saat mentari dan kiki ngobrol di pantry tiba tiba ada lisa yang datang sambil mengacau mentari dengan menuangkan sirup di baju mentari.
"ahhh lisa kamu kenapa sih... Sehari aja tidak menggangu aku apa tidak bisa" ucak mentari yang marah dan mencoba membersihkan bajunya namjn tidak bisa
"ihh apaan sih kamu santai aja dong, jangan seperti itu, perempuan kok suka marah marah, aku kan tidak sengaja. Tanya deh mbak kiki, dia tahu kalau aku tidak sengaja"
__ADS_1
"apaan... Sudah sangat jelas kalau kamu dengan sengaja menuangkan air sirup ini ke baju mentari, saya tidak akan segan segan melaporkan kamu ke atasan kamu yah, apa kamu lupa yah di sini itu ada CCTV yang bisa merekam semua kejadian tadi" ucap kiki yang sudah muak dengan tinggak lisa
"ihh mbak... Ngapain sih kamu membela anak ini, dia sudah terang terang menentang, jadi ngapain sih masih di pertahankan"
"sudah sudah... Dari pada kalian berantem, lebih baik kalian bersaing dengan sehat, jika siapa yang kerjanya bagus maka gaji kalian akan di kasih bonus"
lisa sangat tergiyur degan ucapan kiki tadi, karena dia ingin mencari perhatian sama leon , jadi dengan ambisinya yang ingin menjadi nyonya leon, lisa meraa telah di bukakan jalan agar sedikit lebih bisa dekat dengan calon suaminya itu.
Saat pukul 10 menjelang siang pengumuman itu di keluarkan dan benar saja semua karyawan baru telah resmi masuk ke dalam devisi pengembangan parfum, saat itu mereka senang dan ada sedikit perasan tidak tenang saat tahu ada nama lisa yang masuk di antara nama nama mereka.
Dengan sombongnya lisa datang untuk mendekati mereka semua, dan benar benar menunjukan seolah olah dialah yang berkuasa di kantor ini.
"kalian sudah melihat tulisan ini kan, jadi aku akan mengangkat diriku sendiri untuk menjadi ketua kalian semua, dan kalian tidak boleh membantah perintahku MENGERTI" ucap lisa dengan sangat percaya diri
"emang siapa kamu, main angkat jadi ketua saja, kita itu di sinin sama, tidak ada ketuanatau bawahan, kita kerja sesuainkemampuan diri masing masing, dan kita sama sama anak baru jadi jangan sampai ada buly di kelompok kita" jawab mentari sambil melihat aneh ke arah lisa
"enggak pokoknya aku ketua kalian semua, jadi kalau aku mau apa apa kalian harus penuhi, kalau tidak aku bisa bilang ke OM ku yang di sini, agar kalian dapat SP atau kalau bisa sekalian di pecat"
"lisa.... Lisa apa kamu lupa aku itukan asisten pribadi tuan leon, jadi aku tinggal laposlr saja sama tuan leon, kalau kamu dan OM kamu itu bersekongkol, dan pasti kamu akan tahukan kalau kalian bakala berakhir bagaimana"
"semua itu butuh buktu, dan kamu tidak punya bukti apa apa, jadi kamu akan dinketawakan dan akan di kira adu domba, aku dan OM ku tidak akan tinggal diam sama kamu"
"heyyy lisa... Kamu tidak sadarkah... Kalau selama ini kantor kita memiliki banyak CCTV yang bisa merekam setiap gerak gerik kita mau di sudut manapun. Jadi kita bisa saja menunjukan hasil rekaman ini, di tambah di sini juga ada nita, indra, lilo, dan akmal, mereka juga bisa menjadi saksi"
__ADS_1
lisa yang benar benar terpojok dan dia sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, akhirnya memilih untuk pergi dan meninggalkan mereka semua dengan mujka yang jengkel dan memerah karena kesal dengan omongan mentari yang tidak mau mengalah dengan dia.