TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU

TUAN MUDA KEJAM ITU JODOH KU
BAB 35


__ADS_3

Setelah memandangi rumah itu, akhirnya sulis kembali ke jalan pulang, tubuh nya sudah sangat kepanasan karena matahari sedang terik dan bajunya juga sudah basah semua, di tambah angin laut yang sangat cepat, membuat sulis sedikit kedinginan karena bajunya basah. Sesampainya di rumah sulis langsung masuk lewat pintu belakang dan melepas semua bajunya, dan setelah itu mandi lalu dia ingin tidur sambil mengunci pintu kamarnya, dan tidak memperdulikan kalau ibunya memanggil dia.


...****************...


Karena lekn sedang berenang, mentari mau membuatkan sedikit cemilan yang ada di dalam kulkas, untuk di makan saat sudah berenang. Mentari mulai mencari sesuatu yang bisa di masak, dan dia juga ingin membuatkan tah hijau hangat untuk leon.


karena terlalu banyak frozen food yang ada di dalam kulkas, mentafi langsung mengambil beberapa untuk dia goreng, dan dia juga tak lupa membuatkan sedikit salad buah kesukaan leon.


Setelah itu dia langsung menemui leon yang ada di kolam renang, dan dia menunggu leon sambil duduk di kursi yang ada di depan kolam berenang.


Leon yang melihat mentari datang, dia langsung menyudahi berenang nya, dan dia keluar dari kolam renang dengan menggunakan bokser pendek dan telanjang dada, mentari yang melihat itu langsung menelan ludah di mulut nya.


"kenapa kamu melihat saya seperti itu" tanya leon


"ehh tidak kak... Ini silahkan kak di makan dan di minum" jawab mentari sambil memalingkan mukanya


Leon sudah tahu kalau mentari tidak mau melihat ke arah dia karena dia sedang tidak pakai baju, namun leon sendiri senang jika mentari tertarik sama tubuhnya, jadi nanti kalau dia khilaf ingin mengajak mentari berhubungan suami istri, memtari sudah tahu setiap lekuk tubuh dia, dan seberapa besar bunya dia saat mengecap di bokser tersebut.


Mentari semakin panas, dan dia tidak tahan saat leon seperti itu, jadi mentari memilih untuk segera pergi saja dari sana dan kembali ke kamar dia.


Namun saat mentari berjalan di depan leon sambil menunduk, leon langsung menarik tangan mentari sehingga mentari jatuh di pelukan dada leon, tangan mentari tidak sengaja memegang otot dada leon yang sangat kekar, mentari sedikit meremas dada leon sambil senyum senyum di bibirnya, sambil membayangkan hal hal yang lainnya


"kamu ngapain mentari?" tanya leon yang berhasil membuat mentari tersipu malu


Mentari yang malu, dia langsung bangun dan menutupi mukanya yang memerah karena ulah leon, leon sendiri sangat puas sudah berhasil menggoda mentari.


Mentari kengomel ngomel sambil keluar dari rumah, dia tidak mau masuk ke dalam kamar karena dia tahu leon pasti juga akan masuk ke kamar untuk mandi dan berganti baju.

__ADS_1


"maaf nona... Nona mau kemana" tanya penjaga rumah


"saya mau jalan jalan sekitar sini aja, apa kalian ada motor?" jawab mentari


"jangan nona, nona jangan pergi sendiri, nanti kami yang akan di marahi sama tuan muda nona, bagaimana nanti kami akan kawal nona dengan menghunakan mobil" ucap pengawal


"tidak usah pak, saya dulu sering kok berada di daerah sini, karena saya dulu besarnya di sini, jadi saya sangat hafal dengan daerah sini, sudah kalian tenang aja" jawab mentari sambil langsung pergi


"tapi nona... Nanti kalau tuan muda marah bagaimana" ucap pengawal yang was was


"tidak... Kak leon tiak akan marah, jika dia tanya bilang aja aku lagi ke pantai" jawab mentari sambil yang langsung ngegas motor nya dengan kencang


Para pengawal hanya bisa menuruti saja, karena dia juga tidak berani menghalangi kemauan majikannya, mentari yang sangat rindu suasana di daerah situ, dia langsung pergi ke pantai untuk jalan jalan dan menyapa beberapa nelayan yang masih sibuk di pantai itu.


Sesampainya mentari di pantai, dia langsung memarkirkan motornya dan berjalan jalan menghampiri para nelayan yang dia kenal dulu, dan mentari juga ingin mengunjungi rumah paman nelayan yang selalu membantu dia.


"selamat siang paman...." ucap mentari pada salah satu nelayan


"selamat siang juga... Lohh kamu mentari kan?" tanya salah seorang nelayan


"iya paman ini mentari... Bagaimana kabar paman semua di sini...."


"kita seharusnya yang tanya sama kamu nak... Bagaiaman kabar kamu tinggal di sana, dengar dengar tuan muda di sana sangat kejam, dia bisa saja menyiksa semua pelayannya hanya karena hal sepele"


"tidak paman... Itu hanya rumor saja, tuan muda di rumah itu sangat baik, bahkan kita semua bisa hidup dengan terjamin"


"yang benar kamu nak... Tapi kenapa dia rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar hanya untuk membeli pembantu"

__ADS_1


"yahh kalau masalah itu saya tidak tahu paman, yang jelas rumor rumor itu tidak benar semuanya, buktinya saya bisa bebas jalan jalan keluar rumah sampai di sini"


"iya juga yahh nak... Yah sudah mentari kamu betah betahin yahh tinggal di sana, itung itung enak kamu sekarang bisa bekerja di dalam ruangan ber AC tidak bauh amis dan panas kaya di pantai ini"


(yahh bagaimana tidak betah... saya sekarang sudah menjadi istri sah dari tuan muda itu, dan saya harus melayani dia se umur hidup saya) suara hati mentari


mentari langsung ijin pamit sama para nelayan nelayan itu dan dia akan mencoba pergi ke rumah lamanya, dia ingin sekali melihat orang tuanya di rumah itu.


...****************...


Leon yang habis bersih bersih, langsung pergi ke luar mencari keberadaan mentari, leon bertanya ke asisten rumah tangga semua pada menjawab tidak tahu, dan bilang terakhir melihat nona sedang keluar rumah. Jadi leon langsung menanyakan pada penjaga rumh di luar, apa benar mentari keluar, kalau keluar mentari di temani siapa.


"sini klian semua..." ucap leon pada semua penjaga rumah nya


"(leon menghitung semua pengawalnya) ini semua kalian di sini, dan ini istri saya lagi pergi, jadi siapa yang menemani dia pergi sekarang" tanya leon pada semua pengawalnya


"nona pergi sendiri tuan, menggunakan motor milik tuan yang ada di garasi, tadi kami sudah menahan nona dan memintanya pergi bersama pengawal, namun nona tetap bersih kukuh untuk pergi sendiri, dan nona bilang, kalau daerah sini adalah tempat dia di besarkan jadi noblna sangat mengenal tempat ini" penjelasan dari salah seorang pengawal


"yah sudah kalau begitu, kalian bisa kembali ke posisi kalian masing masing, tapi sebelum itu, memtari pergi pakai motor yang mana"


"nona pakai motor metik warna putih milik tuan"


"baiklah terima kasih, 2 orang ikut saya pergi menggunakan motor, untuk mengikuti mentari, kita harus pastikan kalau dia tidak terjadi apa apa, tapi kalian ganti baju yang santai saja agar tidak mencolok"


Leon langsung pergi ke garasinya dan dia mulai mengaktifkan GPS yang terpasang di motor itu, dan menyambungkan ke GPS motor lain, setelah menemukan posisi mentari leon langsung mengikutinya dengan di temani 2 orang pengawal.


Leon menggunakan baju yang biasa, sehingga tidak mencolok kalau dia adalah orang kaya, dan pengawalnya juga menggunakan baju biasa agar tetap bisa menyamar, namun di motor mereka masing masing sudah di beri GPS sehingga mereka bisa menentukan arah mentari pergi tadi lewat jalan mana.

__ADS_1


__ADS_2