
(apa.... Jangan jangan orang itu tadi beneran kak mentari, aku harus mencoba cari dia besok, aku ingin sekali minta maaf sama kakak, dan kalau kakak bekerja di sini, dia berarti sudah bebas dari rumah tuan muda kejam itu) suara hati sulis
...****************...
Matahari sudah terbenam, mentari dan leon ingin melepaskan semua penatnya dengan pergi jalan jalan. leon mengajak mentari pergi ke mall untuk sekedar belanja dan juga jalan jalan.
"tumben kakak ngajak aku jalan jalan berdua saja" tanya mentari sambil malu malu
"yah tidak apa apa, biar kita bisa lebih dekat saja, kata mama kamu ingin beli make up"
"ohh iya yah, aku kemarin bilang mama mau beli make up, tapi kakak nyakin mau nemenin aku jalan beli make up"
"kalau aku tidak mau, kita dari tadi tidak akan berangkat, jadi lebih baik kamu diam dan nikmati malam ini"
Mentari sebenarnya jengkel dengan sikap leon yang sangat kaku, padahal dia hanya mau mencairkan suasana saja, tapi ternyata dia malah malu sendiri.
Setelah berjalan cukup lama, akirnya dia sampai di mall yang di maksut, setelah memarkirkan mobilnya, leon bergegas keluar dulu dari mobil dan dia membukakan pintu mobil untuk mentari. Mentari sangat terkejut dengan sikap manis leon tersebut, dengan jantung yang berdegup kencang mentari keluar dari mobil tersebut.
Kini wajah mentari bersemu merah, dan leon juga masih kaku untuk bersikap romantis ke perempuan. mentari memutuskan untuk jalan duluan agar tidak ada yang curiga kalau dia memiliki hubungan dengan pemilik mall itu sendiri.
Leon diam diam melihat ponselnya untuk melihat hal apa lagi yang harus dia lakukan untuk bersikap romantis sama pasangan. Leon memang diam diam mencari di internet trik trik meluluhkan hati seorang perempuan, jadi dia ingin sekali mempraktekan ke mentari.
(ohhh setelah itu aku harus gandeng tangan dia, dan jangan biarkan dia jauh dari samping kita, dan aku harus menuruti apa saja kemauan dia, dan aku harus bisa peka untuk membaca kode kode dari dia. Ayo leon kamu pasti bisa, buat mentari sadar kalau kamu mulai suka dan jatuh cinta sama dia) suara hati leon
"mentari....." panggil leon dari belakang
"iya kak kenapa"
__ADS_1
Dengan pasti leon mendekat ke arah mentari dan dia mulai menggemgam tangan mentari yang membuat mentari semakin terkejut dan pandangannya tidak bisa lepas dari leon dan juga tangannya yang di genggam erat sama laki laki yang sudah jadi suaminya
(ini kenapa kak leon jadi seperti ini, aku lagi mimpi atau bagaimana, trus apa yabg harus aku perbuat sekarang, kalau sampai orang orang tahu bagaimana, apa kak leon mau membuka status hubungan ini, apa kak leon sudah mulai jatuh cinta sama aki, atau malah kak leon hanya mau mempermainkan aku saja) suara hati mentari yang bertanya tanya
"kamu mau beli nake up apa tar... Di sini setahu ku ada banyak brand yang bagus bagus, kamu bisa pilih sesuaka kamu, nanti aku tinggal bayar saja" ucap leon sambil sesekali melempar senyuman ke arah mentari
Mentari yang masih bengong, jadi dia tidak sadar kalau sedang di ajak leon berbicara, dia hanya diam sambil senyum malu melihat sikap leon.
"haiii tari.... Kamu kenapa kok malah bengong" ucap leon lagi sambil menatap mentari
"ahhhh iya kak... Kenapa... Kakak ngomong apa tadi" jawab mentari yang baru twrsadar
"aku tadi tanya kamu mau beli make up di mana, di sini banyak sekali merek merek ternama dan sudah pasti bagus"
"iya kak... Mentari juga bingung, karena mentari belum mengenal merek merek yang bagus, mentari kemarin cuma nurut saja sama mama, trus di belikan sama mama beberapa, tapi ada warna yang aku kurang suka, jadi ini mau beli lagi"
"iya kak aku terserah kakak saja"
Mentari dan leon berjalan menuju ke toko yang di maksud, tapi sebelum masuk, leon ijin ke mentari kalau dia ingin pergi ke kamar mandi sebentar, dan dia menyuruh mentari buat masuk terlebih dahulu memilih make up yang dia suka.
Saat mentari masuk ke toko itu ada satu pegawai yang langsung menyambutnya, pegawai itu menanyakan mentari mau cari apa biar pegawai itu bantu
"saya mau cari make up mbak"
"baik kak... Saya akan membantu kakak mencari make up yang cocok sama warna kulit kakak"
Mentari pergi mengikuti pegawai itu, dan dia di bawa ke ruangan qsebelah yang berisi berbagai macam make up yang di gunakan di wajah sampai di badan dan kaki pun ada.
__ADS_1
"kita di sini memiliki tester yang bisa kakak gunakan, sehingga kakak tidak salah dalam memilih warnanya"
Mentari melihat ke berbagai macam warna lipstik, dia mencoba beberapa warna yang dia suka dan ternyata pas, dan bagus saat dia gunakan.
"mbak kalau yang ini harganya berapa yah mbak" tanya mentari
"kalau ini mulai dari $150 kak"
"hahh $150 dolar itu berpa mbak, kenapa bayarnya tidak pakai rupiah saja yah... Di sini kan indonesia, jadi ngapain bayar pakai dolar"
"iya kak di sini mengikuti nilai kurs dolar, kalau sekarang 1 dolarnya sama dengan 15000 jadi 150 dolar itu sama dengan 2.250.000"
"hahhh mahal sekali mbak, ini lipstik kecil loh mbak, kenapa harganya semahal itu"
"haduh sudah gw tebak dari dia masuk tadi, penampilan nya tidak mencerminkan orang kaya, jadi dengar harga segitu sudah mau jantungan dan pingsan. Sudah deh mbak, kalau tidak ada uang lebih baik keluar saja dari toko ini, dan cari make up di pasar saja jangan di mall" ucap salah seorang pegawai sambil menertawakan mentari
Mentari yang mendengar itu langsung tertunduk dan dia tidak mau membantah sama sekali omongan dari pegawai itu, mentari langsung minta maaf sama pegawai yang sudah berbaik hati menemani dia tadi.
Pegawai itu dengan ramah menjawab "tidak apa apa kak... masuk ke sini itu tidak wajib untuk beli kok kak, kalau kakak sudah selesai melihat make up nya, mari saya antarkan kakak untuk melihat barang barang yang lain"
"tidak usah mbak... terima kasih, saya pergi dulu yah... Maaf merepotkan mbaknya tadi"
Mentari langsung melangkah ingin keluar dari toko tersebut, namun saat ingin keluar tiba tiba tangan mentari di pegang dwngan sangat erat sama seorang laki laki, dan mentari langsung di gandeng untuk mengambil barang barang yang dia ingin kan.
"kamu ambil semua barang yang kamu mau, jangan melihat harga, aku yang akan membayarnya"
"kak leon... Sudahlah... Ayo kita pergi saja... Di sini terlalu mahal"
__ADS_1
Leon terus menatap ke arah pegawai yang sudah menghina istrinya itu, dengan perasaan yang marah karena istrinya di rendahkan, leon ingin sekali mencabik cabik mulut pegawai itu dan membuatnya bersujut untuk minta maaf sama mentari.