
Leon juga langsung setuju, karena memang sedari awal, mentari yang banyak mengerti, mulai dari menanam bunga yang baik, sampai menyuling wangi bunga untuk di jadikan parfum, mentari sangat bisa di andalkan.
...****************...
Pak liam menyuruh mentari, leon dan albert duduk di depan mejah yang terdapat parfum dengan berbagai macam aroma, pak liam menyuruh mereka bertiga memilih parfum yang mereka sukai, jadi mereka mulai mencium berbagai macam botol yang ada di depannya.
"ini adalah sempel parfum yang berbeda beda, cari wangi favorit kalian dan berikan ke saya" ucap pak liam
Mereka sangat fokus mencium berbagai macam wewangian itu. Pak liam juga mengeluarkan beberapa botol lagi parfum terbaru yang dia buat.
"hemmm wangi ini sangat enak, ada manisnya, coba kamu cium kak" ucap mentari pada albert
"hemm iya, wangi ini sangat cocok untuk musim panas, coba anda cium dulu tuan"
Leon langsung mengambil botol itu dan dia langsung mencium strip yang ada di dalam botol itu. "apanya yang enak, ini terlalu manis, tidak cocok" leon langsung menaruh botol itu
"coba kaliam cium yang botol ini"
"ohhh ini bauh seperti berada di hutan, ada aroma pohon pinus, coba kak leon kamu coba, aromanya sangat segar"
"enggak... Masih tidak cocok, ini terlalu pahit. Pak liam apa anda memiliki aroma parfum yang lain?"
"bagaimana dengan yang ini" pak liam memberikan botol parfum ke leon
__ADS_1
Dan saat leon mencium aroma itu, dia langsung diam, dan seperti menemukan ketenangan, namun saat mentari yang mencium aroma parfum itu, aromanya sangat aneh dan susah untuk di jelaskan.
Bahkan albert juga mencium parfum tersebut, dia juga mempertanyakan, bau apa itu, kenapa seperti air dan sangat hambar.
"ini koleksi spesial ku, aku membuat ini saat hujan turun, bahkan sangat susah mengambil aroma ini, karena beberapa kali saya gagal untuk menyuling wangi ini. Dari pilihan tuan muda leon, itu berarti dia memiliki kepribadian yang sanagt susah di tebak, bahkan banyak sekali rahasia yang dia sembunyikan. Namun mentari dan albert, kalian memiliki kesamaan dalam memilih, sama sama bersemangat dan baik hati, jadi kalau kalian di jadikan pasangan itu akan sangat cocok namun hubungan kalian akan lurus lurus saja."
Mendengar itu leon langsung melihat ke arah albert dengan tatapan yang sangat menyelidik, bahkan mentari sendiri juga langsung menggeser pelan posisi duduknya agar jadi mendekat ke arah leon.
"tapi bedalagi kalau mentari berpasangan dengan pak leon, mereka akan bisa jadi pasangan yang sangat cocok, harmonis, asal mereka bisa menyatukan perbedaan itu, walaupun akan ada lika likunya, namun itu yang membuat hubungan mereka kuat. Jadi sekarang kalian pilih pilih sendiri sempel mana yang akan kalian bawa ke kota, dan akan kalian kembangkan, saya tidak bisa berkerja sama terlalu jauh, saya hanya bisa membantu sampai di sini saja, selanjutnya kalian sendiri yang bekerja"
Mereka bertiga langsung mencoba mencari wewangian yang sangat spesial, bahkan jarang di temui di pasaran, mereka ingin menemukan beberapa wewangian yang pas di berbagai musim, dan suasana. Mereka mencampur ini dan itu, menambah berbagai macam jenis ekstrak buah, bunga, dan dedauan bahkan akar untuk menemukan hasil yang sangat sempurna.
Setelah berusaha dengan sangat keras, akhirnya mereka menemukan beberapa bibit parfum yang sudah pas di hidung ke tiganya, bahkan pak liam sendiri juga mengakui kalau wanginya itu sangat elegan, dan masuk ke berbagai macam kondisi. Mereka sangat puas dengan hasilnya dan mereka sangat yakin kalau parfum itu akan terjual di pasaran.
Namun mentari sangat bingung, karena dia tidak memiliki baju ganti di sana, jika dia menggunakan baju yang sama, itu bukan rencan terbaik, karena baju itu sudah dia gunakan dari kemarin bahkan kemarin juga tidak mandi sama sekali, cuma mandi pagi saat akan pergi ke kantor.
Leon sangat bisa membaca fikiran mentari, jadi dia langsung menghubungi perancang busana langganannya untuk segera mengirimkan beberapa koleksi bajunya yang istimewah, dan bisa di buat bekerja, pesta, dan acara acara formal lainnya.
Mentari mendengar leon yang membelikannya baju, dia sangat senang dan bahagia sekali. Sebab ini adalah pertama kalinya dia di belikan baju sama suaminya sendiri, walaupun sikap leon sangat susah di tebak, kadang bisa manis dan terkadang bisa sedingin es, tapi mentari sangat yakin sedikit demi sedikit dia bisa merebut hati leon sepenuhnya.
Sesampainya di kantor mentari leon dan albert berpisah, meeka masuk ke dalam ruangan mereka masing masing, walaupun ruangan mereka bertiga berdekatan tapi mentari masih harus mengisi absen dulu di recepsionis, jadi leon dan albert pergi duluan.
"mentari kamukan masih baru, dan belum memiliki ID Card jadi kamu isi ini terlebih dahulu dan sebentar lagi akan ada sesi foto untuk ID Crad nya" ucap resepsionis
__ADS_1
"ohh gitu mbak, yah sudah saya isi dulu"
"kamu ambil formulir nya di meja ruang tunggu sana, karena semua anak anak baru sudah berkumpul di sana"
Mentari langsung menuju ruang tunggu dan benar saja semuanya dudah ada di sana, termasuk teman teman nya yang wawancara bareng.
"hai mentari sini" ucap nita dan mentari langsung membalas dengan anggukan dan senyuman pada nita
"kamu dari mana, kok kelihatan lelah banget"
"iya nit... Aku habis perjalanan bisnis bersama tuan leon, dan ini tadi baru pulang dan langsung di antar ke kantor, aku belum mandi dan ganti baju, kata tuan leon, aku di suruh mandi di kanyor saja"
"wahhh enak yah... Bisa jalan jalan terus sama bos tampan"
"hemmm kelihatan banget tidak berkompeten, mau perjalanan bisnis beberapa hari pun, wajah iti harus selalu fress bahkan penampilan itu juga harus sangat rapi, karena seketaris itu wajah dari atasannya, kalau seketarisnya cantik, pintar, dan menarik, maka bos nya juga senang, gak kaya kamu, baru sehari saja sudah sangat kucel begini, mana bau lagi" saut lisa sambil mnutup hidungnya
"mana ada mentari kucel, dia tetap cantik kok, walaupun dandanan mentari tidak semenor kamu, tapi dia lebih terlihat anggun dari pada kamu, lagian kita dari tadi juga tidak mencium bau yang kamu maksut itu, tubuh mentari tetap wangi, walauljn dia belum mandi dan ganti baju" ucap indra yang membela tamannya
"iya lisa.... Tidak baik punya hati yang jahat iti, lebih baik kita sama sama saling mendukung saja, ketimbang saling menjatuhkan, lagian kita di sini juga sama sama kerja dan sama sama mendapatkan gaji, jadi jangan belaga sombong, kalau kamu mau punya teman"
"siapa yang mau berteman sama kalian semua, aku itj calon istri dari tuan leon, dan otomatis aku calon pemilik perusahaan ini jadi kalian semua jamgan macam macam kalau kalian tidak mau aku singkirkan dari sini"
Mentari hanya bisa menahan teman temannya agar tidak berantem di kantor, karena tidak baik kalau sampai di lihat sama atasan mereka, jadi lebih baik mengala saja, biarkan dia mau bilang apa aja. Sambil menunggu sesi foto, mentari ijin untuk bersih bersih dan mandi sebentar, karena dia ingin wajahnya lebih fress saat di foto nanti.
__ADS_1