
Setelah menyusuri hari pertama, hari kedua, dan hari ke tiga, akhirnya pencarian anak buah pak deny, membuahkan hasil, mereka menemukan ruang bawah tanah yang di jadikan marisa dan anak buahnya bersembunyi saat leon datang ke tempat itu.
Anak buah pak deny menemukan satu gelang emas yang ada di ruangan bawah tanah, dan gelang itu sudah di berikan kepada pak deny secara diam diam. Sekarang giliran pak deny menyuruh asistennya untuk mencari tahu geleng itu milik siapa, karena jika di lihat dari modelnya, gelang itu jarang di jual di pasaran dan sepertinya modelnya sesuai permintaan orang yang beli.
Saat di cari tahu gelang itu ternyata keluaran toko luar negeri, dan tidak di jual di indonesia, modelnya pun hanya ada satu, dan berarti hanya satu orang yang memiliki gelang itu. Pak deny sangat puas dengan hasil pencariannya itu, dan kini tinggal marisa sendiri yang mengakuinya di depan semua orang.
...****************...
Persiapan pernikahan mentari danbleon sudah sangat matang, dan kini tinggal menunggu hari H nya saja, walaupun pernikahan itu akan diadakan secara sederhana tanpa mengundang siapa pun, tapi pernikahan itu terdaftar resmi di negara, dan mentari akan benar benar menjadi istri sah dari leon.
Mentari semakin bergetar hati nya karena cuma tinggal menunggu hari saja, dia akan berubah menjadi nyonya leon di rumah ini, dan hidupnya juga akan berubah, yang dulu serba kekurangan, dan sebentar lagi akan serba tercukupi.
Walaupun mentari tahu, leon tidak akan oernah mencintai dia, tapi mentari akan selalu berusaha untuk tetap menjadi istri yang sangat baik untuk leon, dan dia juga ingin membuat leon bisa mencintai dia juga, walaupun itu harus pelan pelan.
leon sepertinya biasa saja, dia tidak menunjukan kecemasan atau apalah itu, wajahnya sama sepreti biasanya dingin, dan hanya menyapa jika dia melihat orang nya, jika tidak dia akan nyelonong saja. Bahkan leon pun tidak pernah membahas masalah yang mereka duduk berdua dan saling pandang pandangan, seperti leon bisa dengan mudah melupakan hal itu.
" dasar kulkas... Senyum kek apa kek... mau bagaimana pun aku kan calon istrinya, masa main selonong begitu saja, dasar tidak romantis" ucap mentari lirih sambil sedikit sewot
Mentari hanya bisa memandang leon dari belakang saja, dia tak cukup berani untuk menyapa leon duluan, walaupun dia sudah punya perasaan ke leon, tapi dia tidak mau kalau sampai terlihat seperti perempuan gatel yang ingin menikah sama tuan muda kaya raya.
...****************...
"tuan... Bagaimana persiapan pernikahan tuan, apa semuanya berjalan lancar?" tanya albert pada leon yang ada di depannya
__ADS_1
"entahlah bert, itu semua biar mama sama papa yang mengatur" jawab leon sambil fokur ke map yang dia pedang
"jadi nona marisa bagaimana tuan, apa tuan akan menjahui dia"
"tidak bert, saya menikah sama mentari, tapi saya marisa tetap nomer 1 di hati saya, saya menyetujui pernikahan itu yah cuma ingin warisan perusahaan jatuh ke tangan saya, dan saya tidak memiliki perasaan apa apa ke mentari"
"tapi tuan... Bagaimana kalau tuan dan nyonya besar mengetahui itu, bisa bisa mereka akan marah besar sama tuan"
"mereka tidak akan tahu kalau kamu tidak ngasih tahu, dan mentari juga setuju kalau saya masih berhubungan dengan marisa, jadi saya tidak akan khawatir tentang hal itu"
Albert hanya bisa diam dan tidak berani ikut campur terlalu dalam, karena bagaimanapun itu sudah menjadi urusan atasannya, walaupun dia dekat dengan leon, dan mereka sudah seperti sahabat, tapi jika sudah mencakup masalah pribadi, albert hanya bisa ngasih tahu yang baik namun jika tidak di gunakan yah albert hanya bisa diam saja.
...****************...
Pak deny menyuruh orang kepercayaan nya untuk mengatur janjian dengan marisa, karena pak deny ingin meluruskan sesuatu yang sangat penting.
"selamat pagi menjelang siang nona marisa" ucap pak deny sambil menunjukan senyuman yang penuh makna
"selamat pagi menjelang siang juga tuan deny, silahkan duduk" jawab marisa yang sangat elegan
"terima kasih"
"ohh yah.. Ada apa ini, kenapa tuan deny yang terhormat bisa mengajak saya bertemu secara diam diam begini, apa anda memiliki misi khusus ?"
__ADS_1
"yahhh benar banget... Saya punya misi khusus untuk anda nona, ada hal yang sangat penting yang mau saya tanyakan"
"tik... Tik... Tik...." tuan deny memetikan jarinya untuk memanggil asisten nya, dengan segera asisten pak deny masuk dan membawa 1 kotak perhiasan dan langsung di berikan pada pak deny
"nona..... Apa anda kenal dengan gelang ini" ucap pak deny sambil mengambil gelang dari dalam kotak dan langsung dia taruh di atas mejah
Dengan sangat terkejut, marisa langsung melihat ke arah tangannya yang ternyata sudah tidak memakai gelang lagi, dan dia tidak menyadari kalau gelang itu sudah jatuh di mana dan kapan jatuhnya.
"kenapa nona... Kok sepertinya anda terkejut, apa.... jangan jangan saya mengetahui satu rahasia nona"
"anda bicara apa... Saya tidak mengetahui gelang ini, dan saya tidak punya gelang sejelek ini, anda tahu ka... Kalau saya itu anak orang kaya, dan saya tinggal di luar negeri, mana mungkin saya mau membeli gelang sejelek ini"
"ohh begitu yah... Berarti saya salah orang, jadi gelang ini akan saya bawa kembali, karena saya pikir itu milik nona"
"sudah lah tuan saya pergi dulu... Saya masih memiliki banyak janji yang harus saya datangi. Jadi kalau tidak ada yang penting lebih baik saya pergi, dari pada saya buang buang waktu"
"tunggu dulu nona... Saya masih memiliki bukti tentang siapa nama orang yang pesan gelang ini, dan gelang ini itu hanya 1 di dunia, karena ini sesua pesanan model orang lakn sendiri"
"anda menuduh saya telah menculik mentari dan melukai leher istri anda"
"nona... Saya dari tadi tidak mengatakan tentang penculikan itu, kenapa nona bisa tahi tantang panculikan itu"
"iya saya tahu, karena leon sudah ngasih tahu semuanya pada saya, jadi saya kesini hanya ingin main saja" jawab marisa dengan melangkahkan kaki nya pergi dari ruangan makan
__ADS_1
"pak deny sudah sangat yakin kalau melisa adalah penculik mentari, jadi tinggal tunggu waktu yang pas saja, saya akan benar benar buat kamu malu untuk kembali ke indonesia" ucap pak deny lirih sambil terus menatap mentari dengan tatapan yang menyelidik
Setelah pertemuan itu pak deny langsung pergi ke rumah nya untuk memberi info ke istrinya, dan mereka sepakat untuk tidak mengundang dia. dan bu melinda juga sudah mempunyai cara agar mulai besok mentari dan leon tidak boleh pergi kamana mana, agar tidak mendekati merisa.